Kelainan bawaan
Nama lainGangguan kongenital, penyakit kongenital, deformitas kongenital, anomali kongenital[1]
Seorang anak laki-laki dengan sindrom Down, salah satu kelainan bawaan yang paling banyak ditemukan[2]
SpesialisasiGenetika kedokteran, pediatri
GejalaDisabilitas fisik, disabilitas intelektual, disabilitas perkembangan[3]
Awitan umumSejak lahir[3]
JenisStruktural, fungsional[4]
PenyebabGenetik, paparan terhadap obat atau bahan kimia tertentu, infeksi tertentu selama masa kehamilan[5]
Faktor risikoKekurangan asam folat, minum alkohol atau merokok, diabetes yang kurang dikendalikan, ibu berusia di atas 35 tahun[6][7]
PengobatanTerapi, pengobatan, pembedahan, teknologi bantu[8]
Frekuensi3% dari bayi yang baru lahir (AS)[2]
Kematian628.000 (2015)[9]

Kelainan bawaan atau kelainan kongenital atau cacat lahir adalah gangguan kesehatan yang telah ada sejak lahir, terlepas dari penyebabnya.[3] Kelainan ini dapat berupa disabilitas dalam bentuk fisik, intelektual, atau perkembangan,[3] dan tingkatannya dapat berkisar mulai dari ringan hingga berat.[7] Kelainan bawaan dibagi menjadi dua jenis utama, yakni kelainan struktural yang masalahnya terlihat pada bentuk bagian tubuh dan gangguan fungsional yang masalahnya ada pada cara kerja bagian tubuh.[4] Gangguan fungsional meliputi gangguan metabolisme dan penyakit degeneratif. Beberapa jenis kelainan bawaan lahir dapat termanifestasi dengan kelainan struktural dan fungsional sekaligus.[4]

Kelainan bawaan dapat disebabkan oleh kelainan genetik atau kromosom, paparan obat atau bahan kimia tertentu, atau infeksi tertentu selama kehamilan.[5] Faktor risikonya termasuk kekurangan asam folat, konsumsi minuman beralkohol atau mengisap tembakau selama kehamilan, diabetes yang tidak terkontrol, dan jika ibu berusia di atas usia 35 tahun.[6][7] Banyak kelainan bawaan diyakini melibatkan banyak faktor.[7] Kelainan-kelainan tersebut mungkin terlihat saat lahir atau perlu didiagnosis dengan uji penapisan.[10] Sejumlah kelainan bawaan dapat dideteksi sebelum lahir dengan berbagai pengujian pralahir.[10]

Penanganan yang diberikan bervariasi tergantung pada kelainan yang terjadi,[8] yang mencakup terapi, pengobatan, pembedahan, atau penggunaan teknologi bantu.[8] Kelainan bawaan memengaruhi sekitar 96 juta orang pada tahun 2015.[11] Di Amerika Serikat, kelainan ini terjadi pada sekitar 3% bayi baru lahir.[2] Mereka mengakibatkan sekitar 628.000 kematian pada tahun 2015, turun dari 751.000 pada tahun 1990.[9][12] Jenis kelainan dengan angka kematian terbesar adalah penyakit jantung bawaan (303.000), diikuti oleh cacat tabung saraf (65.000).[9]

Referensi

sunting
  1. ^ Ruth A. Hannon (2010). Porth pathophysiology : concepts of altered health states (Edisi 1st Canadian). Philadelphia, PA: Wolters Kluwer Health/Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 128. ISBN 978-1-60547-781-7.
  2. ^ a b c "Birth Defects". Dec 15, 2015. Diakses tanggal 17 Jan 2016.
  3. ^ a b c d "Birth Defects: Condition Information". www.nichd.nih.gov. Diakses tanggal 8 December 2017.
  4. ^ a b c "What are the types of birth defects?". www.nichd.nih.gov. Diakses tanggal 8 December 2017.
  5. ^ a b "What causes birth defects?". www.nichd.nih.gov. Diakses tanggal 8 December 2017.
  6. ^ a b "How many people are affected by/at risk for birth defects?". www.nichd.nih.gov. Diakses tanggal 8 December 2017.
  7. ^ a b c d "Facts Birth Defects". Centers for Disease Control and Prevention (dalam bahasa American English). 7 September 2017. Diakses tanggal 8 December 2017.
  8. ^ a b c "What are the treatments for birth defects?". www.nichd.nih.gov. Diakses tanggal 8 December 2017.
  9. ^ a b c GBD 2015 Mortality and Causes of Death, Collaborators. (8 October 2016). "Global, regional, and national life expectancy, all-cause mortality, and cause-specific mortality for 249 causes of death, 1980-2015: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2015". Lancet. 388 (10053): 1459–1544. doi:10.1016/s0140-6736(16)31012-1. PMC 5388903. PMID 27733281. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  10. ^ a b "How do health care providers diagnose birth defects?". www.nichd.nih.gov. Diakses tanggal 8 December 2017.
  11. ^ GBD 2015 Disease and Injury Incidence and Prevalence, Collaborators. (8 October 2016). "Global, regional, and national incidence, prevalence, and years lived with disability for 310 diseases and injuries, 1990-2015: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2015". Lancet. 388 (10053): 1545–1602. doi:10.1016/S0140-6736(16)31678-6. PMC 5055577. PMID 27733282. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
  12. ^ GBD 2013 Mortality and Causes of Death, Collaborators (17 December 2014). "Global, regional, and national age-sex specific all-cause and cause-specific mortality for 240 causes of death, 1990–2013: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2013". Lancet. 385 (9963): 117–71. doi:10.1016/S0140-6736(14)61682-2. PMC 4340604. PMID 25530442. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Teknologi reproduksi berbantuan

kelainan bawaan atau cacat lahir. Tetapi, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa teknologi reproduksi berbantu meningkatkan risiko cacat lahir. Dalam penelitian

Terminasi pada kehamilan tahap akhir

beresiko bagi kesehatan wanita yang hamil atau ketika berpotensi terjadi cacat lahir, seperti ketika terdeteksi kelainan janin yang mematikan. Terminasi Kehamilan

Penyakit genetik

Penyakit genetik sudah ada sebelum lahir dan beberapa di antaranya menghasilkan cacat lahir, tetapi cacat lahir juga bisa berupa disabilitas perkembangan

Teratologi

atau kelainan bawaan. Teratogen ialah zat yang menyebabkan terjadinya cacat lahir akibat dari adanya racun pada embrio atau janin. Teratogen yang dimaksud

Neonatologi

lahir rendah, hambatan pertumbuhan intrauterin, malformasi kongenital (cacat lahir), sepsis, hipoplasia paru atau asfiksia perinatal. Lussky, Richard C

Muchdi Purwoprandjono

asasi manusia Munir pada tahun 2004, setelah persidangan yang dianggap cacat oleh organisasi hak asasi manusia. Dia saat ini adalah pemimpin faksi yang

Astra AB

menderita cacat, karena ibunya secara sengaja meminum obat tersebut saat hamil. Secara keseluruhan, obat tersebut menyebabkan cacat lahir pada sekitar

Rahim bicornuate

kapasitas uterus yang berkurang. Cacat lahir juga merupakan risiko yang perlu diperhitungkan, karena bayi yang lahir dari ibu dengan rahim bicornuate