📑 Table of Contents

Cagar biosfer adalah suatu kawasan yang terdiri dari ekosistem asli, ekosistem unik, dan atau ekosistem yang telah mengalami degradasi yang keseluruhan unsur alamnya dilindungi dan dilestarikan bagi kepentingan penelitian dan pendidikan. Menurut UU No. 5 Tahun 1990, cagar biosfer merupakan suatu kawasan dibagi menjadi beberapa zonasi. Cagar biosfer menjadi sebuah kawasan konservasi yang keberadaannya diakui secara internasional sebagai suatu kawasan yang melestarikan keseimbangan hubungan antara manusia dan lingkungan. Secara umum, cagar biosfer memiliki tiga zona, yakni zona inti sebagai kawasan konservasi, zona penyangga sebagai kawasan pelindung zona inti, serta zona transisi transisi yang diperuntukkan bagi kawasan pembangunan berkelanjutan.[1]

Cagar Biosfer merupakan suatu konsep pengelolaan kawasan yang meliputi bentang alam ekosistem darat, pesisir, dan laut yang diakui secara internasional oleh UNESCO khususnya program Manusia dan Biosfer (MAB). Penerapan konsep Cagar Biosfer bertujuan menyeimbangkan kepentingan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya dengan kepentingan sosial ekonomi berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi.[2] Cagar biosfer juga merupakan kawasan daratan dan pesisir yang mempromosikan dan menunjukkan hubungan yang seimbang antara manusia dan alam diakui secara internasional.[3]

Fungsi

sunting

Cagar Biosfer memiliki 3 fungsi yaitu:[2]

  • Fungsi konservasi keanekaragaman hayati (genetik, spesies dan ekosistem).
  • Fungsi pembangunan ekonomi secara berkelanjutan.
  • Fungsi logistic support seperti penelitian, pendidikan, monitoring dan evaluasi.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Larasati, Tania June, dan Sonya Dewi, Retno (2012). "Peran Cagar Biosfer Cibodas dalam Penyerapan CO2". Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan. 9 (2): 66. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. ^ a b Purwanto, Y., Hartono, Subagiadi, H., Sukandar, S., Susyafrianto, J., dan Munawir, A. (2017). Pedoman Pengelolaan Cagar Biosfer Indonesia. Jakarta: FORDA PRESS - Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ^ Hidayat, Ade Bagja (2021). "Analisis Keberlanjutan Pengelolaan Cagar Biosfer Cibodas". Journal of Science Innovare. 4 (1): 1–5. doi:10.33751/jsi.v4i1.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Cagar Biosfer Carpathian

Cagar Biosfer Carpathian ( bahasa Ukraina: Карпатський біосферний заповідникcode: uk is deprecated ) adalah cagar biosfer yang ditetapkan sebagai cagar

Daftar cagar biosfer di Indonesia

oleh UNESCO. Cagar Biosfer Gunung Leuser, 1981 Cagar Biosfer Siberut, 1981 Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu, 2009 Cagar Biosfer Berbak-Sembilang

Cagar biosfer Filipina

l b s Cagar biosfer adalah kawasan yang mencakup ekosistem darat, laut, dan pesisir. Gelar "cagar biosfer" diberikan oleh UNESCO. Setiap cagar mempromosikan

Cagar Biosfer Cibodas

Cagar Biosfer Cibodas adalah salah satu cagar biosfer pertama di Indonesia yang diakui oleh UNESCO pada tahun 1977 melalui program Man and the Biosphere

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu

Cagar Biosfer Giam Siak Kecil-Bukit Batu (CG GSK-BB) adalah sebuah lahan gambut raksasa yang berkedudukan di Provinsi Riau: tepatnya di daerah Kabupaten

Cagar Biosfer Blambangan

Cagar Biosfer Blambangan adalah kawasan konservasi yang ditetapkan oleh UNESCO sebagai bagian dari jaringan World Network of Biosphere Reserves pada 2016

Cagar Biosfer Siberut

Cagar Biosfer Siberut adalah kawasan konservasi yang mencakup seluruh Pulau Siberut, bagian dari Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat, Indonesia. Kawasan

Cagar Biosfer Tanjung Puting

Cagar Biosfer Tanjung Puting adalah kawasan konservasi di Kalimantan Tengah, Indonesia, yang ditetapkan sebagai bagian dari World Network of Biosphere