Sabit yang digunakan untuk memotong rumput
Celurit khas Madura

Sabit, arit, atau celurit adalah alat pertanian berupa pisau melengkung menyerupai bulan sabit. Meskipun bentuknya sama, secara bahasa "arit" dan "sabit" cenderung merujuk pada alat pertanian, sedangkan celurit pada senjata tajam.Dengan orang yang pekerjaan sehari-harinya menggunakan sabit sebagai alat utama adalah tukang arit. Arit bisa digunakan petani untuk memotong rumput.

Budaya

sunting

sabit jenis Celurit menjadi senjata khas suku Madura yang biasa digunakan sebagai senjata carok. Senjata ini sudah melegenda sebagai senjata yang biasa digunakan oleh tokoh bernama Sakera. Masyarakat Madura biasanya memasukkan khodam, sejenis makhluk gaib yang menempati suatu benda, ke dalam celurit dengan cara merapalkan doa-doa sebelum carok.

Sabit juga digunakan sebagai bagian dari simbol komunisme atau sosialisme revolusioner, yaitu palu arit. Dalam simbol tersebut, sabit melambangkan kelas buruh yang bekerja di sektor pertanian.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Celurit Emas

Celurit Emas (1986) merupakan buku kumpulan sajak D. Zawawi Imron yang diterbitkan Bintang Surabaya tahun 1986. Kumpulan sajak inidibuat dengan proses

Jawa Timur

Rumah Joglo Tanรจyan Lanjhรขng Rumah Panggung Senjata tradisional Keris Celurit Pedang Luwuk Flora resmi Sedap malam Fauna resmi Ayam bekisar Situs web

Bahar bin Smith

kemudian menangkap Bahar dan 62 orang pengikutnya, serta menyita 10 golok, 17 celurit, 4 katana, 4 stik golf, 12 stik besi, 13 kayu, 1 bendera Majelis Pembela

Sakera

memeras rakyat. Bahkan kepala polisi Bangil pun ditebas tangannya dengan celurit senjata khas yang digunakan Sakera. Dengan cara yang licik pula polisi

Try Sutrisno

dan melanjutkan penyerbuan mereka dengan mengacung-acungkan golok dan celurit. Akhirnya pasukan terpaksa melepaskan tembakan. Pemerintah mengklaim bahwa

Carok

dengan dua cara, yaitu ngonggai dan nyelep. Senjata yang digunakan hanya celurit. Persyaratan melakukan Carok yaitu kadigdajan, tampeng sereng, dan banda

Kerusuhan Banjarmasin

Banjarmasin Post terpaksa meninggalkan lokasi setelah petugasnya diancam dengan celurit oleh massa. Meski demikian, gedung Banjarmasin Post berhasil selamat dari

Tragedi Carok Madura 2024

tajam. Perkelahian ini berlangsung sengit, dengan Hasan dan Wardi membawa celurit sebagai senjata utama mereka. Di sisi lain, Matterdam, Mattanjar, Najehri