Jambangan kuno pada masa Dinasti Ming Xuande awal abad ke-15
Porselen Nymphenburg yang dirupa oleh Franz Anton Bustelli pada tahun 1756

Porselen atau gerabah beling adalah bahan keramik yang dibuat dengan pemanasan. Porselen pada umumnya terbuat dari kaolin yang kemudian ditanur dengan suhu antara 1.200 dan 1.400 °C (2.190 dan 2.550 °F). Tingkat ketahanan, kekuatan, dan sifat tembus pandang dari porselen muncul terutama dari vitrifikasi dan pembentukan mineral mullite pada suhu yang sangat tinggi.

Porselen mula-mula berkembang di Tiongkok dan akhirnya muncul di beberapa tempat sekitar 2.000 dan 1.200 tahun yang lalu, perlahan-lahan menyebar ke negara negara Asia Timur lainnya, Eropa dan kemudian di seluruh dunia. Porselen biasanya sudah dianggap sebagai jenis tembikar yang paling sering dipakai karena keindahan, ketahanan, dan warna putihnya. Porselen menggabungkan glasir dan cat dengan baik, dan sangat mudah untuk dibentuk. Hal ini memungkinkan adanya banyak macam dekorasi meja yang berbentuk kapal dan patung-patung. Porselen juga memiliki banyak kegunaan dalam teknologi dan industri.

Nama porselen di Eropa dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Italia porcellana (kewuk) karena kemiripannya dengan permukaan tembus dari cangkang kerangnya.[1] Porselen juga disebut sebagai tembikar Tiongkok (fine china) di beberapa negara-negara berbahasa Inggris, karena pertama kali terlihat diimpor dari Tiongkok.[2] Sifat-sifat bahan porselen antara lain ketelapan dan kelentingan rendah, kekuatan bahan yang tinggi, keras, andal, putih, lejas, dapat beresonansi, ketahanan yang tinggi terhadap serangan kimia dan mudah pecah ketika dalam suhu yang tidak menentu (thermal shock).

Porselen halus mangkuk, 1752-6, di Chelsea.

Bahan

sunting

Kaolin adalah bahan utama dari pembuatan porselen dan sebagian kecil mengandung mineral.

Pembuatan

sunting

Bagian berikut ini menyediakan informasi tentang metode yang digunakan untuk membentuk, menghias, menyempurnakan, glasir, dan memanaskan barang-barang keramik.

Membentuk

sunting

Pembentukan atau sering disebut dalam istilah jiggering merupakan proses untuk membentuk adonan keramik menjadi suatu bentuk yang diinginkan. Ada dua teknik jiggering, yaitu secara tradisional dan modern. Secara tradisional biasanya menggunakan teknik pengalunan pada adonan dengan menggunakan tangan, sedangkan secara modern proses jiggering menggunakan alat yang dirancang khusus untuk membentuk body keramik.

Glasir

sunting

Tidak seperti keramik lainnya, porselen tidak perlu di-glasir untuk membuatnya kedap air dan sebagian besar bagian porselen di-glasir untuk tujuan dekoratif dan untuk membuatnya tahan terhadap kotoran dan noda.

Menghias

sunting
Porselen celadon dengan fenghuang cerat (Dinasti Song), abad ke-10, China.

Porselen dapat dihias dengan glasir menggunakan pigmen, seperti kobalt dan tembaga. Seperti barang-barang keramik lainnya.

Memanaskan

sunting

Dalam proses ini, keramik yang belum jadi dipanaskan dengan temperatur tinggi agar mendapatkan bentuk yang permanen. Porselen dibakar dalam temperatur yang lebih tinggi dari produk tembikar lainnya sehingga porselen bisa mengkilap seperti kaca dan tidak berpori.

Produsen

sunting

Tiongkok sebagai pusat asal porselen dunia, memiliki sejumlah perusahaan produsen, antara lain Jingdezhen porcelain, Ding ware, Ru ware, Longquan ware, dan Yixing ware. Di Jepang, terdapat beberapa produsen porselen, seperti Kakiemon, Nabeshima ware, Hirado ware, Noritake, dan Narumi. Di Korea Selatan, terdapat beberapa produsen porselen, seperti Hankook Chinaware dan Haengnam Chinaware.

Turki memiliki sejumlah perusahaan produsen proselen seperti Kütahya Porselen, Güral Porselen, dan Porland Porselen. Di Vietnam, terdapat beberapa produsen porselen, seperti Bát Tràng porcelain dan Minh Long I porcelain. Sementara itu, di Malaysia, terdapat beberapa produsen porselen, seperti Royal Selangor.

Catatan

sunting
  1. ^ Oxford English Dictionary: "The ceramic material was apparently so named on account of the resemblance of its translucent surface to the nacreous shell of the mollusc.
  2. ^ OED, "China"; An Introduction to Pottery. 2nd edition.

Lihat juga

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

PlayStation 3

dalam Ceramic White CECHH00. PLAYSTATION 3 “デビル メイ クライ 4”プレミアムBDパック Dirilis pada 31 Januari 2008, 47.800 yen. CECHHDM (Clear Black)/CECHHCWDM (Ceramic White)

PlayStation 2

bodinya "Ceramic White". Termasuk Gran Turismo 4 "Prologue". Spesifikasi sesuai dengan SCPH-50000 NB. SCPH-55005 GT/N Warna bodinya "Ceramic White". Termasuk

Aldermaston

diakses tanggal 18 April 2011 Ceramic Review (2006), CR 221, Sep/Oct 2006 (Ceramic Review Magazine), London: Ceramic Review Publishing, diarsipkan dari

Daftar situs Peradaban Lembah Sungai Indus

with copper slag and pot shards Kaj Gir Somnath District Gujarat India Ceramic artifacts, including bowls. Ancient port. Kanjetar Gir Somnath District

Timbal

Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-31391-9. Burleson, M. (2001). The Ceramic Glaze Handbook: Materials, Techniques, Formulas. New York, NY: Sterling

Qatna

and LBA Pottery Horizons at Qatna. Innovation and Conservation in the Ceramic Tradition of a Regional Capital and the Implications for Second Millennium