Chen Cheng
้™ณ่ช 
Gubernur Taiwan ke-2
Masa jabatan
5 Januari 1949 โ€“ 21 Desember 1949
Sebelum
Pendahulu
Wey Daw-ming
Pengganti
Wu Kuo-Chen
Sebelum
Perdana Menteri Republik China
Masa jabatan
7 Maret 1950 โ€“ 7 Juni 1954
PresidenChiang Kai-shek
Masa jabatan
30 Juni 1958 โ€“ 15 Desember 1963
PresidenChiang Kai-shek
Wakil Presiden Republik China
Masa jabatan
12 Maret 1954 โ€“ 5 Maret 1965
PresidenChiang Kai-shek
Sebelum
Pendahulu
Li Tsung-jen
Pengganti
Yen Chia-kan
Sebelum
Menteri Perang Republik China
Masa jabatan
1944 - 1946
Sebelum
Pendahulu
He Yingqin
Pengganti
Petahana
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir4 Januari 1897
Qingtian, Zhejiang, Dinasti Qing
Meninggal5 Maret 1965(1965-03-05) (umurย 68)
Taipei, Taiwan
Partai politikKuomintang
Suami/istriTan Xiang
HubunganTan Yankai (mertua)
PekerjaanPolitikus
Penghargaan sipilOrdo Langit Biru dan Surya Putih
JulukanGeneralissimo Kecil
Karier militer
PihakRepublik Tiongkok (1912โ€“1949) Republik China
Masaย dinas1924โ€“1950
PangkatJenderal
SatuanDivisi ke-11
KomandoTentara ke-18
Divisi ke-11
Pertempuran/perang
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Bantuan penggunaan templat ini

Chen Cheng (Hanzi tradisional: ้™ณ่ช ; Hanzi sederhana: ้™ˆ่ฏš; Pinyin: Chรฉn Chรฉng; 4 Januari 1897 โ€“ 5 Maret 1965), adalah seorang politikus dan pemimpin militer Tiongkok, dan salah satu komandan utara Tentara Revolusi Nasional pada masa Perang Tiongkok-Jepang Kedua dan Perang Saudara Tiongkok. Setelah berpindah ke Taiwan pada akhir perang saudara, ia menjabat sebagai Gubernur Provinsi Taiwan, Wakil Presiden dan Perdana Menteri Republik China (ROC). Ia mewakili ROC ketika berkunjung ke Amerika Serikat.

Nama alias-nya adalah Chen Tsyr-shiou (Hanzi tradisional: ้™ณ่พญไฟฎ; Hanzi sederhana: ้™ˆ่พžไฟฎ; Pinyin: Chรฉn Cรญxiลซ).

Kehidupan awal

sunting

Lahir di distrik Qingtian, Zhejiang, ia lulus dari Akademi Militer Baoding (ไฟๅฎš่ปๆ ก) pada 1922, dan masuk Akademi Whampoa dua tahun kemudian. Disana, ia bertemu dengan Chiang Kai-shek untuk pertama kalinya. Chen kemudian bergabung dengan Tentara Revolusi Nasional untuk berpartisipasi dalam Ekspedisi Utara.

Kebangkitan di militer

sunting

Selama Ekspedisi Utara, Chen menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang baik. Dalam setahun, ia beberapa kali naik jabatan hingga menjadi komandan di divisi-divisi batalyon.

Setelah ekspedisi, Chen aktif berperang melawan para panglima perang. Keberhasilannya dalam pertempuran memungkinkannya untuk dipromosikan lagi, kali ini menjadi Komandan Tentara ke-18.

Kampanye anti-Komunis

sunting

Mulai tahun 1931, Chen ditugaskan untuk menekan Tentara Merah. Dalam berbagai kampanye mencari pasukan utama Tentara Merah, unit-unit Chen banyak yang menjadi korban. Dalam kampanye yang kelima melawan Komunis, ia akhirnya berhasil mengalahkan mereka, memaksa Tentara Merah untuk melakukan Mars Panjang yang terkenal itu.

Kampanye melawan Tentara Merah berakhir setelah Insiden Xi'an, di mana Chiang Kai-shek dan stafnya dipaksa untuk setuju berkerja sama dengan pihak Komunis guna melawan invasi Tentara Kekaisaran Jepang.

Perang melawan Jepang

sunting
Chen Cheng (kanan) sedang memeriksa pasukan dengan Chiang Kai-shek.

Selama Pertempuran Shanghai ia adalah salah satu asisten militer top Chiang Kai Shek. Adalah idenya untuk bertindak tegas di daerah Selatan terlebih dahulu daripada menghadapi Jepang di Tiongkok Utara di mana pasukan nasionalis berada dalam kondisi yang buruk dan tidak memiliki kendaraan angkut. Setelah jatuhnya Shanghai dan Nanjing, Chen pindah ke Hubei untuk memimpin Pertempuran Wuhan selama tahun 1938. Wuhan adalah markas sementara Angkatan Darat Tiongkok. Namun Jepang, berhasil mengalahkan Tiongkok, meskipun menderita kerugian besar, dan menguasai Wuhan pada 25 Oktober 1938.

Pada tahun-tahun terakhir perang, Chen menjadi Komandan dalam Pertempuran Changsha, Pertempuran Yichang dan Pertempuran Hubei Barat. Pada tahun 1943, ia diangkat menjadi Komandan Pasukan Ekspedisi Tiongkok di Palagan Tiongkok Burma India hingga digantikan oleh Wei Li-huang karena sakit.

Perang Saudara Tiongkok

sunting

Setelah Perang Tiongkok-Jepang Kedua, Chen menjadi Kepala Staff Umum dan Panglima Tertinggi Angkatan Laut. Dia menjalankan perintah dari Chiang dan mulai menyerbu daerah-daerah Tentara Merah yang dibebaskan yang akhirnya menjadi Perang Saudara Tiongkok.

Pada bulan Agustus 1947, Chiang menunjuk Chen menjadi Direktur Markas Besar wilayah Tiongkok timur laut untuk memimpin pasukan Nasionalis melawan Komunis di daerah itu. Dia membuat kesalahan fatal dengan membubarkan resimen keamanan lokal, karena mereka bekerja sebagai kolaborator Jepang di Tentara Kekaisaran Manchukuo, akibatnya total kekuatan Nasionalis di Manchuria turun dari 1,3 juta menjadi kurang dari 480.000 personel. Dia juga memecat beberapa komandan nasionalis yang paling kompeten saat itu, seperti Du Yuming, Sun Li-jen, Zheng Dongguo dan Chen Mingren. Akibatnya, ia menderita serangkaian kekalahan besar dan Chiang Kai-shek terpaksa menarik Chen kembali ke Nanjing dan mengirim Wei Lihuang untuk menggantikannya di Shenyang sebagai Panglima Tertinggi timur laut, dan mengangkat Fan Hanjie sebagai Wakil Komandan dan Direktur Pusat Komando di Jinzhou, Liaoning.[1] Chen mengambil cuti sakit dan pergi ke Taiwan untuk mengobati penyakit perut kronisnya.

Di Taiwan

sunting

Chiang menunjuk Chen sebagai Gubernur Provinsi Taiwan pada tahun 1949 untuk merencanakan pembangunan di Taiwan sekaligus sebagai salah satu benteng pertahanan Kuomintang. Setelah pasukan Nasionalis mundur ke Taiwan, Chen memegang posisi kunci di pemerintahan sipil seperti Wakil-Eksekutif Kuomintang, Wakil Presiden dan Perdana Menteri di Taiwan.

Selama di Taiwan, ia memperkenalkan berbagai reformasi tanah dan ekonomi dan melakukan rekonstruksi Taiwan. Inisiatif Chen โ€œ375 pengurangan sewaโ€ dipuji karena menghentikan penyebaran komunisme di Taiwan. Kebijakan itu membatasi sewa tanah pertanian yang dibayarkan petani kepada tuan tanah maksimal sebesar 37,5% dari hasil panen. Sebelumnya, tuan tanah sering membebankan minimal 50% atau lebih dari hasil panen sebagai pembayaran sewa tanah pertanian.[2] Dia juga dihormati karena membangun beberapa proyek konstruksi. Salah satunya adalah Waduk Shimen di Kabupaten Taoyuan yang mengurangi banjir sambil meningkatkan produksi tanaman padi.

Pada tanggal 19 Mei 1949, Chen mengumumkan โ€œOrdo Darurat Militerโ€ yaitu memberlakukan darurat militer di seluruh Taiwan untuk mengusir infiltrasi komunis dan juga sebagai bentuk pertahanan di Taiwan.

Kematian

sunting

Chen meninggal karena tumor hati pada tahun 1965. Jenazahnya dikremasi dan abunya dipindahkan ke Fo Guang Shan, distrik Dashu, Kaohsiung, Taiwan pada Agustus 1995.

Keluarga

sunting
Pertunangan Chen Shing dan Tan Xiang (1932).

Ia menikahi Tan Xiang, putri dari Tan Yankai, putri dari mantan Perdana Menteri Tiongkok. putra sulung Chen dan Tan, Chen Li-an, juga menjadi politikus.

Referensi

sunting
  1. ^ Taylor, Jay (2009). The Generalissimo: Chiang Kai-shek and the Struggle for Modern China. Harvard University Press. hlm.ย 381.
  2. ^ Han Cheung (1 January 2017). "Taiwan in Time:The unwilling politician". Taipei Times. Diakses tanggal 1 January 2017.

Bibliografi

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Cheng Xiao

kontrak nya berakhir. Cheng lahir pada 15 Juli 1998 di Shenzhen, Guangdong, China. Ia memiliki seorang adik, Cheng Chen. Cheng belajar di Shenzhen Art

Chen Cheng-kuan

Chen Cheng-kuan (Hanzi: ้™ณๆ”ฟๅฏฌ; Pinyin: Chรฉn Zhรจngkuฤn; lahir 15 Oktober 2003) adalah seorang pemain bulu tangkis dari Taiwan. Ia merupakan peraih medali

Ryan Cheng (pemeran)

lahir 18 Desember 1993), yang dikenal secara profesional sebagai Ryan Cheng atau Cheng Lei, adalah seorang aktor Tiongkok. Ia mendapat pengakuan karena memerankan

The Best Thing

Jinglin sebagai He Sheng (ayah He Suye) Chen Yi'an sebagai Qiu Tian Xie Xinhao sebagai Gu Ping Cheng Guanxuan sebagai Chen Xiang Wu Yue sebagai Tuan Ding Tan

Edward Chen (pemeran)

Edward Chen Hao-sen (Hanzi: ้™ณๆ˜Šๆฃฎ; Pinyin: Chรฉn Hร osฤ“n; Peฬh-ลe-jฤซ: Tรขn Hล-sim; lahir 2 Agustus 1996) adalah pemeran dan penyanyi Taiwan. Ia paling dikenal

Taiwan

pernah diduduki oleh Belanda pada tahun 1624, kemudian diambil alih oleh Cheng Cheng-Kung (Koxinga) pada tahun 1662, seorang loyalis Dinasti Ming ketika Dinasti

Thailand Terbuka 2026

hingga 17 Mei 2026 dengan total hadiah 500.000 dolar AS. Kunlavut Vitidsarn, Chen Yufei, Aaron Chia dan Soh Wooi Yik, Pearly Tan dan Thinaah Muralitharan,

Ski into Love

sebagai Shan Shan Yang Zhiying sebagai Hua Yan Li Shuting sebagai Gu Gu Chen Cheng sebagai Shao Xing Xia Minghao sebagai Wang Xin Cong Ruilin sebagai Zhang