📑 Table of Contents


Museum Tambaksari Ciamis
LokasiTambaksari, Ciamis Regency, West Java 46388
JenisMuseum Fosil (Arkeolog)
Cagar budaya Indonesia
Museum Fosil Tambaksari
PeringkatNasional
KategoriMuseum
Lokasi
keberadaan
Ciamis, Jawa Barat
Pemilikย Indonesia
PengelolaDinas Kebudayaan Provinsi Jawa Barat
Nama sebagaimana tercantum dalam
Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya
Peta Kecamatan Tambaksari, Ciamis

Situs Museum Tambaksari berada di Desa Tambaksari, di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Lokasinya meliputi beberapa desa di Kecamatan Tambaksari dan Kecamatan Rancah dengan luas mencapai ยฑ 961,369 ha.[1]

Gambaran Umum

sunting

Kondisi geomorfologi kawasan situs Tambaksari merupakan perbukitan yang membentuk morfologi bergelombang dengan kemiringan lereng beragam, sebagian lagi merupakan morfologi berlembah-lembah yang dilalui sungai Cijolang dengan beberapa anak sungai seperti Cihonje, Cipasang, Cisanca, Cibatu, Cisontrol, dan Cibeureum. Kawasan situs ini merupakan kawasan yang mengandung tinggalan geologi kuarter yang berumur Pliosen tengah (2 juta tahun yang lalu). Perhatian terhadap kawasan Tambaksari dimulai sejak J. van Houten menemukan fosil vertebrata di timur laut Rancah pada sekitar tahun 1920. Penelitian selanjutnya dilakukan oleh van Es pada 1931, von Koenigswald pada 1934, dan Hetzel pada 1935.[2]

Selanjutnya, penemuan fosil-fosil purba terjadi secara tidak sengaja, bukan oleh arkeolog atau peneliti profesional, melainkan oleh sekelompok siswa Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) Tambaksari yang dipimpin oleh Darwa Hardiya Ruhyana, seorang guru mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).[3]

Wilayah Tambaksari, khususnya daerah Urug Kasang, dinilai memiliki potensi besar sebagai lokasi temuan fosil-fosil hewan purba. Sebagai bentuk upaya pelestarian dan penyimpanan temuan-temuan tersebut, pada awal tahun 2001 Pemerintah Kabupaten Ciamis mengambil inisiatif untuk membangun sebuah site museum yang diberi nama Gedung Penyelamatan Benda Cagar Budaya Tambaksari. Dalam penataan koleksi dan pengelolaannya, pemerintah kabupaten mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat.[3]

Temuan Fosil

sunting
Foto Stegodon Sp.

Fosil pertama ditemukan oleh seorang siswa bernama Yayat Suryati, berupa potongan gigi berukuran besar yang berasal dari binatang purba yang diperkirakan hidup sekitar satu hingga dua juta tahun yang lalu. Seiring waktu, sekolah tersebut berhasil mengumpulkan ratusan, bahkan kemungkinan ribuan, fosil vertebrata, mamalia, dan moluska. Beberapa di antaranya mencakup fosil proximal tibia (pangkal tulang kering) dari gajah purba, astragalus (tulang tumit I), molar atau geraham, distal humerus (ujung tulang lengan), serta fosil dari spesies Stegodon sp., yaitu gajah purba. Karena jumlahnya yang sangat banyak, fosil-fosil tersebut sempat tersimpan secara tidak sistematis, seperti diletakkan di lantai, di atas meja laboratorium, dan sebagian disimpan dalam karung.[3]

Homo Erectus

Temuan paling spektakuler dari Tambaksari adalah fosil Homo erectus. Fosil ini ditemukan oleh tim gabungan dari Balai Arkeologi Bandung, STTNas Yogyakarta, Laboratorium Geologi Kuarter P3G Bandung, serta University of Tennesse dan Auburn University, Amerika Serikat. Fosil Homo erectus yang pertama kali ditemukan di Jawa Barat ini ditemukan pada Juli 1999. Fosil yang ditemukan berupa sebuah gigi seri. Penemuan terjadi waktu dilakukan ekskavasi di tebing Cisanca pada kedalaman 333ย cm di bawah permukaan tanah lapisan batupasir kebiruan.[4]

Di situs ini terdapat site museum untuk menyimpan tinggalan arkeologis yang ditemukan di kawasan ini. Koleksi yang tersimpan di Site Museum Tambaksari, antara lain:

  1. Fosil Hewan Kuda Nil (fosil rusuk, fosil sendi, fosil rahang, fosil gigi, fosil taring);
  2. Fosil Hewan Gajah Purba (fosil tulang belakang, fosil tengkorak belakang, fosil kaki belakang, fosil rahang belakang, fosil gigi belakang, dan fosil engsel belakang);
  3. Fosil Hewan Rusa Purba (fosil sendi, fosil kaki, fosil tulang belakang, fosil rusuk, fosil rahang, fosil tanduk, fosil gigi);
  4. Fosil Hewan Sapi (fosil rahang bawah kiri, fosil rahang bawah kanan);
  5. Fosil Tanah (fosil abu kehitaman, abu kecoklatan, dan hitam);
  6. Fosil Kayu;
  7. Fosil Daun;
  8. Fosil Gigi Ikan;
  9. Fosil Sisik Ikan;
  10. Deposit Kerang;
  11. Kerang;
  12. Fosil Kura-kura Purba, dan beberapa fosil yang belum teridentifikasi.

Referensi

sunting
  1. ^ "JDIH | PEMERINTAH KABUPATEN CIAMIS". jdih.ciamiskab.go.id. Diakses tanggal 2025-05-26.
  2. ^ "Situs Tambaksari, Ciamis โ€“ Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten" (dalam bahasa American English). 2019-08-09. Diakses tanggal 2025-05-26.
  3. ^ a b c "Museum Tambaksari, Kabupaten Ciamis". direktori online museum di indonesia. 2017-07-04. Diakses tanggal 2025-05-26.
  4. ^ "Situs Tambaksari, Ciamis โ€“ Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten" (dalam bahasa American English). 2017-11-24. Diakses tanggal 2025-05-26.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kabupaten Tasikmalaya

Tasikmalaya di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah selatan, Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Pangandaran di sebelah timur, dan Kabupaten Garut di sebelah

Papajar

Ramadan. Papajar merupakan tradisi yang dilestarikan di sebagian wilayah Ciamis, Cianjur, dan Sukabumi. Papajar diyakini mulai berkembang di masyarakat

Daftar prasasti di Nusantara

Kawali, Ciamis, Jawa Barat ~ 1350 Prasasti Batutulis, Bogor ~ 1533 Prasasti Kebantenan, Bekasi, Jawa Barat ~ 1521 Prasasti Galuh, Galuh, Ciamis, Jawa Barat

Kabupaten Majalengka

abad XIII Masehi, Raja tersebut masih keturunan Ratu Galuh bertahta di Ciamis, dia adalah putera V, juga ada hubungan darah dengan raja-raja di Pajajaran

Sapi pasundan

Effective Population Size post Migration of Sapi Pasundan at Malajengka Regency)". Jurnal Ilmu Ternak Universitas Padjadjaran. 15 (2). doi:10.24198/jit

Suku Sunda

2009). "Orang Sunda di Singapura". adhyatnikageusanulun.com. West Bandung Regency English Teachers Forum. Diakses tanggal 20 Januari 2025. GoodStats. "10

Bahasa Batak Pardembanan

Pangulubalang Image from Meranti Omas, Na IX-X Subdistrict, Labuhan Utara Regency, North Sumatra (PDF) (Thesis) (dalam bahasa Inggris). Article 4946. Medan:

Bahasa Sunda Indramayu

(2021a). Kecamatan Lelea Dalam Angka 2021. BPS - Statistics of Indramayu Regency. ISSNย 2807-4548. Pemeliharaan CS1: Status URL (link) โ€”โ€”โ€” (2021b). Kecamatan