Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025) |
Cingkhui adalah kuliner tradisional Aceh Jaya yang berasal dari daerah Lamno, makanan ini berbahan dasar tepung beras ketan yang dicampur dengan 20 jenis dedaunan tradisional yang kemudian di cetak lalu dikukus hingga matang, lalu disajikan dengan taburan kelapa dan gula.[1]
Sejarah
suntingChingkui berasal dari Lamno, Aceh Jaya. Makanan ini merupakan salah satu kue khas di Aceh yang awalnya berasal dari Jepang, nama Chingkui sendiri berasal dari masa penjajahan di era perang dunia ke-2 ketika Aceh dijajah oleh Jepang. Makanan ini berawal dari bubuk Chingkui dan dedaunan yang ditumbuk hingga menghitam, dan kemudian di tiru oleh penduduk setempat.[2]
Referensi
sunting- ^ VIVA, PT VIVA MEDIA BARU- (2024-10-10). "Warisan Rasa Lamno Menyelami Khazanah Kuliner Tradisional Aceh Jaya yang Menggugah Selera". banyuwangi.viva.co.id. Diakses tanggal 2025-04-26.
- ^ Network, AJNN net-Aceh Journal National (2015-05-30). "Jangan lupakan kuliner Aceh". AJNN.net. Diakses tanggal 2025-04-26.