Cingkhui adalah kuliner tradisional Aceh Jaya yang berasal dari daerah Lamno, makanan ini berbahan dasar tepung beras ketan yang dicampur dengan 20 jenis dedaunan tradisional yang kemudian di cetak lalu dikukus hingga matang, lalu disajikan dengan taburan kelapa dan gula.[1]

Sejarah

sunting

Chingkui berasal dari Lamno, Aceh Jaya. Makanan ini merupakan salah satu kue khas di Aceh yang awalnya berasal dari Jepang, nama Chingkui sendiri berasal dari masa penjajahan di era perang dunia ke-2 ketika Aceh dijajah oleh Jepang. Makanan ini berawal dari bubuk Chingkui dan dedaunan yang ditumbuk hingga menghitam, dan kemudian di tiru oleh penduduk setempat.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ VIVA, PT VIVA MEDIA BARU- (2024-10-10). "Warisan Rasa Lamno Menyelami Khazanah Kuliner Tradisional Aceh Jaya yang Menggugah Selera". banyuwangi.viva.co.id. Diakses tanggal 2025-04-26.
  2. ^ Network, AJNN net-Aceh Journal National (2015-05-30). "Jangan lupakan kuliner Aceh". AJNN.net. Diakses tanggal 2025-04-26.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Hidangan Aceh

Daftar kudapan Aceh berupa: Apam Bada reuteuek Bhoi Boh rom-rom Boh usén Cingkhui (kue khas Lam No) Halua Ie bu peudah Keukarah Kuwéh Seupét Kuwah Tuhe/Kuah