Citra Niaga merupakan kawasan pusat perdagangan di Kota Samarinda, Kalimantan Timur dengan luas sekitar 2,7 hektare[1] yang dirancang untuk menyediakan tempat usaha bagi pedagang kecil (60%) serta pedagang besar dan menengah (40%). Citra Niaga dibangun pada tanggal 27 Agustus 1987.[2] Lokasinya adalah bekas tempat bernama Taman Hiburan Gelora yang terbakar. Kondisi saat itu jumlah penduduk Samarinda baru sekitar 300.000 orang dan memerlukan pusat belanja dan rekreasi.[3] Awal dari alasan kawasan ini didirikan adalah sebagai peremajaan kawasan sekitar, yang kemudian diinterpetasikan sebagai usaha untuk mengubah citra dan wajah salah satu kawasan tua, kumuh, padat, buruk, kotor, tidak terukur di Samarinda menjadi kawasan perdagangan baru yang bersih, fungsional dan berestetika. Pusat Kegiatan karya arsitek Antonio Ismael ini pernah memperoleh perhargaan internasional Aga Khan Award for Architecture (AKAA) pada tahun 1989.[4][5] Saat itu Citra Niaga bersaing dengan kandidat Bandara Soekarno-Hatta dan akhirnya Citra Niaga-lah yang terpilih menerima penghargaan tersebut.

Perubahan fungsi dan pembangunan kembali

sunting

Sebagian bangunan Citra Niaga di sisi timur telah mengalami perubahan fungsi. Bangunan berlantai dua dengan struktur permanen tersebut awalnya memiliki gang (alley) di bagian dalam yang bisa dilalui pengunjung dengan penghawaan alami. Selanjutnya seluruh bagian tersebut ditutup dan berubah menjadi sebuah department store yang tertutup. Menyisakan bagian barat untuk pedagang kecil dan plaza di tengah.

Citra Niaga mengalami kebakaran pada 31 Oktober 2006 dan kemudian dibangun kembali namun tidak persis sama dengan kondisi awal dibangun dan merupakan pusat kerajinan tradisional di kota Samarinda. Perubahan terjadi pada bahan bangunan dimana sebelumnya seluruh bahan dinding dan atap dari sirap kayu ulin, diganti dengan bahan-bahan non kayu dan non kayu ulin.

Zona perdagangan Citra Niaga

sunting

Zona Perdagangan Citra Niaga dibagi menjadi 3 zona, diantaranya kuning yaitu area perukoan (rumah-toko), hijau yaitu area kios kecil, dan biru sebagai area toko pedagang, sementara plaza berada ditengah (centre) kawasan. Persyaratan fungsional bangunan ini terdiri dari:

  1. 141 toko yang diatur dalam arcade.
  2. 24 kios, disediakan gratis untuk pedagang kaki lima dan pedagang asongan dari golongan berpenghasilan rendah.
  3. 3. Fasilitas publik; termasuk fasilitas infrastruktur dan rekreasi.

Bentuk dan kelompok bangunan

sunting
  1. Bangunan ruko
  2. Bangunan kios
  3. Bangunan tower

Referensi

sunting
  1. ^ Borneo Tour Gigant - Samarinda Jump Off For Mahakam River Cruise
  2. ^ Samarinda Pos - Citra Niaga Kian Memprihatinkan. Diakses 16 Juni 2010
  3. ^ Amins Ingin Bangun Citra Niaga II di Palaran
  4. ^ "Aga Khan Award for Architecture 1987-1989". Diarsipkan dari asli tanggal 2008-10-12. Diakses tanggal 2011-02-28.
  5. ^ [1][pranala nonaktif permanen]

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

SCTV

PT Surya Citra Televisi (SCTV) adalah jaringan televisi swasta nasional Indonesia kedua setelah RCTI yang lahir pada 24 Agustus 1990. Awalnya SCTV hadir

Soewandi Roestam

(rumah kita), maupun yang besar seperti membangun pusat perdagangan Citra Niaga pada tahun 1985 dan melanjutkan proyek pembangunan kantor gubernur baru

Mochamad Irfan Yusuf

Universitas Brawijaya, Malang, dan meraih gelar Sarjana (S1) administrasi niaga pada tahun 1985. Pada tahun 2000, ia kembali melanjutkan pendidikan pascasarjana

Jombang, Jombang

Bani Fattah Jombang (IAIBAFA) STIKES Bahrul Ulum Pasar Legi / Pasar Citra Niaga Pasar Pon Pasar Tunggorono Sentra PKL Linggajati Plaza Bravo Supermarket

Daftar pusat perbelanjaan di Pontianak

Sepakat 8. Citra Niaga, Jl. Prof. HM. Yamin Harum Manis, Jl. KH. Agus Salim. Ligo Mitra, Jl. Gajah Mada. Mitra Mart, Jl. Sultan Abdurraman. CitraMart, Jl

Blibli

perdagangan elektronik asal Indonesia yang beroperasi di bawah PT Global Digital Niaga Tbk. Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Djarum melalui PT Global

Sandima

sering digunakan sejak dulu hingga masa kini adalah di kawasan pertokoan Citra Niaga. Sandima juga dimainkan di ruang publik lainnya, seperti kawasan tepian

The Park Solo

kawasan Solo Baru, sebuah pusat bisnis yang dibangun untuk menyangga keniagaan Surakarta. Mal dimiliki oleh NWP Property (PT Nirvana Wastu Pratama) dan