Yudas Iskariot
Yudas Iskariot (kanan), mengundurkan diri dari Perjamuan Malam Terakhir, lukisan karya Carl Bloch, akhir abad ke-19
Kehidupan pribadi
LahirAbad ke-1
Kemungkinan Kerioth, Yudea, Kekaisaran Romawi
MeninggalTahun 30 atau 33 M
Yerusalem, Yudea, Kekaisaran Romawi
Penyebab kematianGantung diri
Orang tuaSimon Iskariot (ayah)
Dikenal karenaMengkhianati Yesus

Yudas Iskariot (/ˈdəs ɪˈskæriət/; bahasa Yunani Alkitabiah: Ἰούδας Ἰσκαριώτης; Hebrew: יהודה איש קריות Yəhūda ʾĪš Qǝrīyyōṯ; wafat (ca 30–ca 33 M), adalah, menurut empat injil kanonik dalam agama Kristen, seorang murid dan salah satu dari Dua Belas Rasul Yesus Kristus yang asli. Yudas mengkhianati Yesus di hadapan Sanhedrin di Taman Getsemani dengan mencium pipi-Nya dan memanggil-Nya dengan sebutan "Tuan" untuk mengungkapkan identitas-Nya dalam kegelapan kepada orang banyak yang datang untuk menangkap-Nya. Seperti Brutus, namanya sering digunakan secara identik dengan pengkhianatan atau pengkhianatan. Yudas Iskariot adalah satu dari tiga murid yang dikenal di kalangan orang Kristen maupun orang Islam (2 murid lainya adalah Yohanes (dalam Islam disebut Yahya) dan Petrus).

Etimologi

sunting

Dalam bagian Perjanjian Baru Alkitab Kristen yang asalnya ditulis dalam bahasa Yunani, nama "Yudas Iskariot" ditulis sebagai Ιούδας Ισκάριωθ dan Ισκαριώτης. "Yudas" (ditulis "Ioudas" dalam bahasa Yunani kuno, "Iudas" dalam bahasa Latin, dilafalkan yudas dalam kedua bahasa tersebut) merupakan bentuk Yunani dari nama umum Ibrani Yehuda (יהודה, Yehûdâh, bahasa Ibrani yang artinya "Allah dipuji"). Ejaan Yunani mendasari penulisan berbagai nama dalam Perjanjian Baru yang kemudian dialihaksarakan dalam berbagai bahasa di dunia.

Arti penting nama "Iskariot" tidak jelas. Ada beberapa teori utama mengenai etimologinya:

  • Suatu penjelasan populer menganggap nama Iskariot diturunkan dari bahasa Ibrani איש־קריות, Κ-Qrîyôth, atau "orang Kerioth". Injil Yohanes menyebut Yudas sebagai "putra Simon Iskariot" (meskipun sejumlah terjemahan hanya merujuknya sebagai "putra Simon" (Yohanes 6:71, Yohanes 13:26, Versi Raja James)),[1] menyiratkan bahwa bukan Yudas, tetapi ayahnya yang berasal dari sana.[2] Ada yang berspekulasi bahwa Kerioth merujuk kepada suatu daerah di Yudea, tetapi juga nama dua kota Yudea yang dikenal.[3]
  • Teori kedua adalah bahwa "Iskariot" mengidentifikasi Yudas sebagai anggota sicarii.[4] Ini adalah suatu kader pembunuh terlatih di antara pemberontak Yahudi yang bermaksud untuk mengusir orang Romawi dari Yudea. Namun, sejumlah sejarawan menunjukkan bahwa sicarii baru muncul pada tahun 40-an atau 50-an pada abad ke-1, sehingga Yudas tidak bisa menjadi anggotanya.[5]

Menurut tradisi Kristen

sunting

Di kalangan orang Kristen, nama Yudas Iskariot sudah tidak asing lagi. Dia dianggap sebagai pengkhianat karena telah menyerahkan Yesus Kristus kepada imam-imam kepala dengan harga 30 keping perak (Matius 26:14–15). Matius 27:5 mencatat bahwa Yudas melemparkan uang perak yang diterimanya ke dalam Bait Suci, lalu pergi bunuh diri dengan cara gantung diri, dan kemudian oleh Imam-Imam uang tersebut dibelikan sebidang tanah, yang disebut Tanah Tukang Periuk, sebagai tempat pekuburan orang asing. Dalam Kisah Para Rasul 1:18 kemudian diceritakan bahwa Yudas Iskariot telah membeli sebidang tanah sebelum ia akhirnya "jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar"—tanah tersebut pada akhirnya dinamai Tanah Darah, atau Hakal-Dama.

Dalam suatu pemilihan yang diadakan oleh para murid, posisi Yudas akhirnya digantikan oleh Matias setelah kesebelas murid membuang undi untuk menentukan siapa orang ke-12 yang akan menggantikannya (Kisah Para Rasul 1:26).

Menurut tradisi Islam

sunting

Menurut tradisi Islam, Nabi Isa (Yesus) tidak dibunuh atau disalib. Al-Qur'an menerangkan dalam surat An Nisaa':157 bahwa Isa tidaklah dibunuh maupun disalib oleh orang-orang kafir. Adapun yang mereka salib adalah orang yang bentuk dan rupanya diserupakan oleh Allah seperti Isa, yaitu Yudas Iskariot.[6]

  • ...dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, rasul Allah", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An Nisaa': 157)

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Yohanes 6:71 dan Yohanes 13:26
  2. ^ Richard Bauckham, Jesus and the Eyewitnesses: The Gospels as Eyewitness Testimony, Eerdmans (2006), p. 106.
  3. ^ New English Translation Bible, n. 11 in Matthew 11.
  4. ^ Bastiaan van Iersel, Mark: A Reader-Response Commentary, Continuum International (1998), p. 167.
  5. ^ Brown, Raymond E. (1994). The Death of the Messiah: From Gethsemane to the Grave: A Commentary on the Passion Narratives in the Four Gospels v.1 pp. 688–92. New York: Doubleday/The Anchor Bible Reference Library. ISBN 0-385-49448-3; Meier, John P. A Marginal Jew: Rethinking the Historical Jesus (2001). v. 3, p. 210. New York: Doubleday/The Anchor Bible Reference Library. ISBN 0-385-46993-4.
  6. ^ Sebagian ulama berpendapat orang yang diserupakan adalah muridnya yang berkhianat, yang dalam tradisi Kristen bernama Yudas Iskariot.


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Ciuman Yudas

Injil Sinoptik, Yudas Iskariot mengidentifikasikan Yesus kepada para prajurit dengan cara menciumnya. Cium tersebut disebut ciuman Yudas, yang terjadi di

Ciuman

atau orang lain. Pandangan budaya terhadap ciuman sangat bervariasi. Tergantung budaya dan konteks, ciuman dapat mengekspresikan perasaan dan emosi, seperti

Penangkapan Yesus

berkata: "Salam Rabi," lalu mencium Dia. Maka kata Yesus kepadanya: "Hai Yudas, engkau menyerahkan Anak Manusia dengan ciuman?" (Matius mencatat: "Hai teman

Tiga puluh keping perak

mana Yudas menunjukkan identitas Yesus kepada para prajurit penangkapnya dengan sebuah ciuman ("Ciuman Yudas"). Menurut pasal 27 Injil Matius, Yudas kemudian

Penawaran Yudas

masuk ke dalam diri Yudas yang menyebabkannya mengajukan penawaran. Pengkhianatan itu akhirnya terwujud dengan insiden Ciuman Yudas pada saat penangkapan

Kesengsaraan Yesus

" Maka masuklah Iblis ke dalam Yudas, yang bernama Iskariot, seorang dari kedua belas murid itu. Lalu pergilah Yudas kepada imam-imam kepala dan kepala-kepala

Nasihat Injili

malam terakhir Amanat perpisahan Janji turunnya Roh Kudus Duka di taman Ciuman Yudas Penangkapan Pengadilan mahkamah agama Penistaan Pengadilan Herodes Pengadilan

Parakletos

dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya." 22 Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya: "Tuhan, apakah sebabnya maka Engkau