Hipernasalitas
(Hiper-sengauan)
Nama lainHyperrhinolalia, sengauan terbuka, rhinolalia aperta
Kavitas hidung (Nasal) dan mulut/lisan (Oral) dengan katup velofaringeal yang ditandai biru
Hipernasalitas velofaringal
ʩ
Simbol untuk hipernasalitas velofaringal dalam extIPA
Teknis karakter
Tipepenyakit Suntingan nilai di Wikidata
Pelafalan

Pengucapan Hipernasalitas atau Hiper-sengauan (bahasa Inggris: Hypernasality /ˈhpə.nˈzælɪt/) merupakan kelainan yang menyebabkan resonansi tidak biasa pada suara manusia dikarenakan meningkatnya aliran udara yang melalui hidung disaat berbicara. Kelainan ini disebabkan oleh kavitas hidung yang terbuka sehingga menyebabkan penutupan tidak sempurna pada langit-langit lunak dan/atau katup velofaringal. Sedangkan dalam keadaan normal, sengauan dianggap sebagai penyengauan dan juga merupakan bentuk perubahan suara baik dalam konsonan maupin vokal dalam beberapa bahasa. Takaran fisik yang menjadi penentuan derajat sengauan dalam pengucapan normal adalah pembukaan dan penutupan katup velofaringal antara pita suara dan saluran oral dengan saluran hidung. Dalam anatomi saluran suara yang normal, pembukaan katup ini digerakkan dengan menaikkan atau menurunkan velum atau langit-langit lembut.

Anatomi

sunting

Langit-langit mulut terdiri atas dua bgaian, yakni: langit-langit keras (palatum durum) dan langit-langit lembut (palatum molle), yang tersambung dengan tekak (uvula). Gerakan dari langit-langit lembut dan tekak dihasilkan dari otot velofaringeal. Saat berbicara atau menelan sesuatu, langit-langit terangkat dan berlawanan arah dengan dinding tenggorokan, sehingga saluran rongga hidung akan tertutup. Sedangkan jika otot langit-langit lembut mengalami relaksasi, maka mulut menghasilkan suara sengauan (seperti "m", "n", dan "ng"), dikarenakan aliran udara dapat melewati rongga-hidung

Juga terdapat saluran Eustasius yang menghubungkan telinga tengah dan faring sengauan dengan satu lubang keluarnya terletak didekat otot velofaringal. Biasanya, saluran ini digunakan sebagai jalan aerasi dan drainase (atau sekresi) dari telinga tengah. Lubang ini terbuka saat menelan ataupun menguap, juga dibuka ataupun ditutup oleh tensor veli palatini dan levator veli palatini (otot langit-langit lembut). Anak-anak dengan kelainan langit-langit mulut sumbing (keadaan dimana langit-langit mulut "terbelah") memiliki kesulitan mengendalikan otot-otot di area ini dan juga tidak bisa untuk membuka saluran Eustasius. Ini juga akan menyebabkan kotoran yang terdapat dan bertumpuk di telinga tengah dan menyebabkan disfungsional untuk waktu yang lama, dan kemudian dapat berdampak pada kehilangan pendengaran dan infeksi telinga tengah. Dampak yang paling parah dari kehilangan ataupun gangguan pendengaran adalah perkembangan pengucapan dan berbahasa yang tidak sempurna.[1][2]

Penyebab

sunting
Ilustrasi kelainan langit-langit sumbing

Istilah umum untuk kelainan pada katup velofaringal adalah disfungsi velofaringal atau velopharyngeal dysfunction (VPD). Istilah ini mencangkup tiga kelainan, yakni: ketidakcukupan velofaringal, ketidakcakapan velofaringal, dan kesalahan gerakan velofaringal.

  • Ketidakcukupan velofaringal (Velopharyngeal insufficiency) dapat disebabkan oleh kelainan anatomikal dari tenggorokan. Kelainan ini terjadi pada anak anak dengan bekas ataupun pernah mengalami langit-langit sumbing atau celah submukosa, sehingga memiliki vela yang pendek ataupun abnormal. Ketidakcukuoan juga dapat terjadi setelah adanya

adenoidektomi.

  • Ketidakcakapan velofaringal (Velopharyngeal incompetence) merupakan penutupan katup velofaringal yang kurang tepat dikarenakan oleh kurangnya kecepatan dan presisi. Kelainan ini biasanya disebabkan oleh kelainan pada sistem neurologis ataupun karena cedera (sebagai contoh, cerebral palsy atau cedera traumatik pada otak).
  • Terkadang anak-anak yang tidak memiliki kelainan pada anatominya masih memiliki hipernasal, ini biasanya disebabkan oleh kesalahan gerakan velofaringal, yang mengindikasikan bahwa anak tersebut kemungkinan telah menirukan atau tidak pernah belajar bagaimana cara menggunakan katup tersebut secara benar.[3][4]

Lihat juga

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "Specifieke informatie over schisis per type schisis" [Specific information on each type of cleft lip and palate cleft] (dalam bahasa Belanda). Nederlandse Vereniging voor Schisis en Craniofaciale Afwijkingen. 2012. Diakses tanggal 20 May 2012.
  2. ^ Stegenga, B.; Vissink, A.; Bont, L.G.M. de (2000). Mondziekten en kaakchirurgie [Oral and Maxillofacial Surgery] (dalam bahasa Belanda). Assen: Van Gorcum. hlm. 388. ISBN 9789023235002.
  3. ^ Kummer, Ann W. "Speech Therapy for Cleft Palate or Velopharyngeal Dysfunction (VPD)" (PDF). Cincinnati Children's Hospital Medical Center. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2012-04-05.
  4. ^ Biavati, Michael J.; Sie, Kathleen; Wiet, Gregory J. (2 September 2011). "Velopharyngeal Insufficiency". Medscape Reference. WebMD LLC.

Pranala luar

sunting
Klasifikasi

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Nicotiana

Bunch, T.D. & Callan, R.J. (1990): Congenital skeletal malformations and cleft palate induced in goats by ingestion of Lupinus, Conium and Nicotiana species

Apnea tidur

advancement for the treatment of obstructive sleep apnea in children. Cleft Palate-Craniofacial Journal, 38(2), 147-54. Caples S, Gami A, Somers V (2005)

Sindrom Loeys-Dietz

arterial tortuosity, aneurysms, hypertelorism, dan bifid uvula atau cleft palate. (Inggris) "Aneurysm syndromes caused by mutations in the TGF-beta receptor"

Stacy Keach

untuk menyembunyikan bekas luka. Ia sekarang adalah ketua kehormatan Cleft Palate Foundation dan mengadvokasi pertanggungan asuransi untuk operasi. Keach

Lipatan epikantus

Giovanni; Reynolds, James F. (1988-12). "Ocular hypotelorism, submucosal cleft palate, and hypospadias: A new autosomal dominant syndrome". American Journal

Celah bibir

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Cleft lip. Lihat entri cleft lip di kamus bebas Wikikamus. Cleft lip and palate — Children's Hospital Boston Diarsipkan

Kelainan kraniofasial

Posisi lidah yang jatuh kebelakang 3. Beberapa ditemukan dengan cleft lip & palate 4. Bayi dengan sindrom ini mengalami kesulitan menyusui maupun bernafas

Sindrom delesi 22q11

atau wajah tak normal, T = thymic hypoplsia atau hipoplasia timus, C = cleft palate atau mulut sumbing, H = hypocalcemia atau hipokalsemia, dan 22 = delesi