Peta India dan Pakistan.

Partisi India atau Pembagian India adalah pembagian Raj India yang menyebabkan didirikannya Pakistan dan India. Perbedaan agama, bahasa, dan etnis menjadi dasar partisi dilakukan. Pembagian ini merujuk tidak hanya pada pembagian provinsi Benggala menjadi Pakistan Timur dan Benggala Barat, dan pembagian provinsi Punjab menjadi Punjab (Pakistan Barat) dan Punjab (India), tetapi juga pembagian aset lainnya, seperti Angkatan Bersenjata India, Indian Civil Service, dan pelayanan administratif lainnya, juga jalur kereta api dan keuangan.

Partisi dipelopori oleh Muhammad Ali Jinnah yang mewakili Liga Muslim. Di Kongres, Liga Muslim menuntut pembentukan negara muslim yang terpisah dari India. Tuntutan ini muncul karena anggapan Islam dan Hindu tidak dapat disatukan pada satu negara. Tuntutan tersebut akhirnya dikabulkan oleh Raja Muda India Louis Mountbatten pada tahun 1947 dengan disahkan Undang Undang Pemisahan India atau dikenal sebagai Mountbatten Plan. Undang Undang ini menyatakan negara Pakistan dibentuk dari wilayah yang didominasi Muslim dan India dibentuk dari wilayah yang didominasi Hindu. Wilayah Benggala dan Punjab akan dibagi menjadi 2 sisi berdasarkan agama, serta Negara Pangeran di Raj India bebas memilih untuk bergabung ke India atau Pakistan atau bahkan membentuk negara sendiri.

Proses pemisahaan menimbulkan kerusuhan dan migrasi besar besaran di antara penduduk. Ratusan ribu sampai jutaan jiwa menjadi korban kekerasan dalam partisi. Kekerasan yang terjadi memaksa penduduk untuk meninggalkan tempat tinggalnya dan mencari tempat perlindungan di negara baru yang baru dibentuk (Hindu ke India dan Muslim ke Pakistan). Baik Muslim maupun Hindu menjadi korban dalam kekerasan. Kekerasan seperti pembunuhan, pemerkosaan, mutilasi alat kelamin dan anggota tubuh, pemenggalan, pengeluaran janin, dan pembunuhan anak dan bayi jamak terjadi.

Jutaan pengungsi yang selamat tiba di kedua negara. Kebanyakan dari mereka berakhir telantar dan menimbulkan masalah di kedua negara pada kemudian hari.

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Laskar

Constitution in Colonial India and Victorian Britain". Fisher, Michael H. (2006). "Working across the seas: Indian maritime labourers in India, Britain, and

Orang Anglo-India

Times of India. India. 26 December 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-08-11. Diakses tanggal 2020-03-18. "Jazz and race in colonial India: The role

Kolkata

India. Stanford University Press. hlm.ย 255. ISBNย 9780804760713. Ghosh, Anindita (2016). Claiming the City: Protest, Crime, and Scandals in Colonial Calcutta

Gerbang India (Mumbai)

Disappearing from the Roundabouts in Delhi': British symbols of power in post-colonial India". Modern Asian Studies. 49 (3): 787โ€“831. doi:10.1017/s0026749x14000080

Raj Britania Raya

A New Economic History of Colonial India (2015) Derbyshire, I. D. (1987), "Economic Change and the Railways in North India, 1860โ€“1914", Population Studies

India Myanmar

and the first President of Burma after Burma's independence from British colonial rule. Interview with Dr Tayza, Chief Editor of Burma Digest. Dr Than Tun

Historiografi India

6 January 2017. "Ranjit Guha, "On Some Aspects of Historiography of Colonial India"" (PDF). Bagchi, Amiya Kumar (January 1993). "Writing Indian History

Perusahaan Hindia Timur Britania Raya

Studies (Inggris) History and Politics: East India Company (Inggris) English Expansionism (Inggris) Colonial Empires: Course lecture Diarsipkan 2005-10-27