📑 Table of Contents
Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media
Sampul edisi pertama
Pengarang
NegaraAmerika Serikat
BahasaInggris
SubjekMedia Amerika Serikat
PenerbitPantheon Books
Tanggal terbit
1988
Jenis mediaCetak (Sampul keras, Sampul lunak)
ISBNISBN 0-375-71449-9
OCLC47971712
381/.4530223 21
LCCP96.E25 H47 2002
Didahului olehThe Fateful Triangle: The United States, Israel, and the Palestinians 
Diikuti olehNecessary Illusions 

Manufacturing Consent: The Political Economy of the Mass Media adalah buku tahun 1988 yang ditulis oleh Edward S. Herman dan Noam Chomsky. Menurut mereka, media komunikasi massal Amerika Serikat "adalah institusi ideologis efektif nan berkuasa yang melaksanakan fungsi propaganda untuk menopang sistem dengan bergantung kepada pergolakan pasar, asumsi sendiri, dan penyensoran diri tanpa dipaksa secara terbuka." Semua ini diraih melalui model propaganda komunikasi.[1] Judulnya berasal dari frasa "the manufacture of consent" dalam buku Public Opinion (1922) karya Walter Lippmann.[2] Consent yang dimaksud adalah consent of the governed (persetujuan rakyat).

Buku ini direvisi 20 tahun kemudian karena ada banyak peristiwa besar sejak ini buku pertama terbit, khususnya pembubaran Uni Soviet. Perdebatan mengenai dampak Internet terhadap akses informasi masyarakat sudah berlangsung sejak 1988.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Herman, Edward S.; Chomsky, Noam (1988). Manufacturing Consent. New York: Pantheon Books. hlm. 306.
  2. ^ p. xi, Manufacturing Consent. Also, p. 13, Noam Chomsky, Letters from Lexington: Reflections on Propaganda, Paradigm Publishers 2004.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Persetujuan dari yang terperintah

Persetujuan dari yang terperintah (bahasa Inggris: consent of the governedcode: en is deprecated ) adalah sebuah konsep filosofi politik yang menjelaskan

Google Ads

Kesepakatan itu belum diumumkan secara publik. Pengenalan dari Google Consent Mode pada tahun 2020 merepresentasikan sebuah usaha oleh Google untuk menavigasi

Skandal pelecehan digital oleh mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia

seksis serta ajakan untuk memperkosa para korban dengan frasa "diam berarti consent" dan "asas perkosa". Banyak dari pelaku bukanlah mahasiswa biasa, melainkan

Fornikasi

kejahatan terhadap kesusilaan, Pasal 284-289 KUHP yang berisikan: Ada izin (consent) dari wanita yang disetubuhi. Wanita tersebut tidak sedang terikat perkawinan

Mahkamah Pidana Internasional

the Court Article 98: Cooperation with respect to waiver of immunity and consent to surrender Rome Statute of the International Criminal Court: depositary

Persetubuhan

(1997). "Criminal Law and the Capacity of Mentally Retarded Persons to Consent to Sexual Activity". Virginia Law Review. 83 (4): 799–827. doi:10.2307/1073749

Pemerkosaan

Statutory Consent Defense". Journal of Law and Criminology. 74 (4): 1518–1555. doi:10.2307/1143064. JSTOR 1143064. Gruber, Aya (December 2016). "Consent Confusion"

Kebijakan privasi

Solon, and Helen Nissenbaum. “Big Data’s End Run around Anonymity and Consent.” Privacy, Big Data, and the Public Good, Cambridge University Press, 2014