Sebuah iklan untuk hak cipta dan jasa persiapan paten dari tahun 1906, ketika formalitas pendaftaran hak cipta masih diperlukan di Amerika Serikat.

Pelanggaran hak cipta (dikenal dengan istilah pembajakan) adalah penggunaan suatu materi yang masih dilindungi hak cipta tanpa seizin pencipta atau pemegang haknya, dalam hal ini melanggar hak eksklusif tertentu yang diberikan kepada pemegang hak cipta seperti menggandakan, mereproduksi, mendistribusikan, menampilkan atau memamerkan ciptaan, atau membuat ciptaan turunan. Pemegang hak cipta adalah pencipta, penerbit, atau pihak lain yang diberi mandat untuk memegang ciptaan tersebut. Pemegang hak cipta biasanya menggunakan standar teknologi dan hukum tertentu untuk mencegah dan menghukum pelanggar hak cipta.

Masalah ini biasanya dapat diselesaikan secara kekeluargaan, melalui penarikan dan pemusnahan bajakan, atau dibawa ke pengadilan. Pembajakan skala besar, khususnya juga melibatkan pemalsuan, dapat dituntut melalui sistem hukum pidana. Bergesernya ekspektasi publik, kemajuan teknologi digital, serta berkembangnya jangkauan Internet telah menyebabkan pelanggaran anonim meluas. Hal ini menyebabkan industri kreatif saat ini sukar berfokus untuk mengejar orang-orang yang mencari dan membagikan konten yang dilindungi hak cipta secara daring dan bebas.[butuh rujukan] Bahkan industri kreatif berkeinginan untuk meluaskan hukum ini untuk menghukum penyedia layanan dan distributor perangkat lunak yang memfasilitasi pembajakan sebagai pembajak tidak langsung.

Perkiraan dampak ekonomi dari pelanggaran hak cipta cukup bervariasi dan bergantung pada banyak faktor. Namun demikian, pemegang hak cipta, perwakilan industri, dan legislator telah lama menggolongkan pelanggaran hak cipta sebagai pembajakan atau pencurian - bahasa yang sekarang dianggap oleh beberapa pengadilan AS sebagai peyorasi atau kontroversial.[1][2]

Referensi

sunting
  1. ^ "MPAA Banned From Using Piracy and Theft Terms in Hotfile Trial". 29 November 2013. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 November 2013. Diakses tanggal 30 November 2013.
  2. ^ "MPAA Banned From Using Piracy and Theft Terms in Hotfile Trial". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 December 2013. Diakses tanggal 30 November 2013.

Lihat pula

sunting

Bacaan lebih lanjut

sunting

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Digital Millennium Copyright Act

et al. v. Lebed, et al. Kasus notice-and-takedown DMCA Online Copyright Infringement Liability Limitation Act (OCILLA) Lenz v. Universal Music Corp.

Warez

Goldman, Eric (2004). "Warez Trading and Criminal Copyright Infringement". Journal of the Copyright Society of the U.S.A. 51 (2): 395โ€“436, esp. 427. SSRNย 487163

Mobile Legends: Bang Bang

"'League of Legends' creator sues 'Mobile Legends' developer for copyright infringement". Inquirer.net. 11 Juli 2017. Diakses tanggal 11 Juli 2017. "Mobile

ARY Musik

Karachi, Pakistan. Saluran ini dimiliki oleh ARY Digital Network. "Copyright infringement: When money and ethics collide". The Express Tribune. 20 September

Roblox Corporation

(June 10, 2021). "Roblox Responds to Music Publishers $200 Million Copyright-Infringement Lawsuit". Variety. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 28

Suno AI

(November 19, 2024). "Suno, after being sued by the majors for copyright infringement, preps launch of v4, claimed to mark 'a new era of AI music generation'"

Mafia Wars

2010-05-15. Mob Wars Creator Puts A Hit Out On Zynga, Sues For Copyright Infringement from TechCrunch.com (February 14, 2009) "Mafia Wars Moscow". Diarsipkan

Truth & Transparency Foundation

Wikinews bahasa Inggris memberitakan: Wikimedia Foundation receives copyright infringement claim from Mormon Church Situs web resmi John Dehlin (March 24,