| Pabrikan | PT Danmotors Vespa Indonesia |
|---|---|
| Parent company | Piaggio Group |
| Produksi | 1978โ2006 |
| Pendahulu | Vespa Super (VBC) Vespa Sprint Veloce (VLB) |
| Mesin | 149,56 cc 199,8 cc 2-tak, 1 Silinder dengan Pendingin Udara |
| Kecepatan tertinggi | 80kmhโ100kmh |
| Kekuatan | ~9 HP |
| Sistem pengapian | Konvensional (Platina) CDI |
| Transmisi | 4-percepatan Manual twistgrip |
| Rem | Depan dan Belakang Tromol |
| Ban | 10" untuk PX 8" untuk PS |
| Kapasitas tangki | ~7,7 L |
Vespa PX dan PS adalah model skuter motor bermesin 2-tak yang didesain oleh Piaggio pada tahun 1977 dan diproduksi oleh PT Danmotors Vespa Indonesia di Pulo Gadung, Jakarta antara tahun 1978 dan 2006. Model ini merupakan penerus dari Vespa Super dan Vespa Sprint Veloce.
Karakteristik Desain
suntingVespa PX pertama kali dirilis oleh Piaggio pada tahun 1977 di kota Milan sebagai nuova linea model (Vespa model baru). Vespa ini masih menggunakan kombinasi yang sama dengan generasi sebelumnya, dua rem tromol, mesin 2-tak bersilinder tunggal dan berpendingin udara, beserta rangka monokok yang terbuat dari baja yang di-pres. Terdapat pembaharuan fitur seperti lampu sein, tempat roda cadangan, kaki-kaki depan model baru, dan poros roda belakang yang lebih stabil. Vespa PX pertama kali diproduksi di Indonesia oleh PT Danmotors Vespa Indonesia pada tahun 1978 dengan nama Vespa P 150 X.
Vespa PS Series sendiri merupakan model endemik pasar Indonesia karena model ini tidak ditemukan di negara lain. Vespa PS pertama kali diluncurkan oleh PT Danmotors Indonesia pada tahun 1980 dengan nama Vespa P 150 S sebagai strategi pasar untuk menargetkan pengendara skuter Vespa perempuan atau berpostur tubuh cenderung pendek di Indonesia dikarenakan Vespa PX yang dirancang di Italia untuk pengendara motor Eropa ternyata memiliki ketidakcocokan dengan pengendara motor Indonesia yang kurang nyaman dengan posisi berkendara skuter Vespa yang cenderung tinggi.

Vespa PX Series
suntingVespa P 150 X (PX MK1 & MK2, 1978โ1979)
sunting
Merupakan varian Vespa PX pertama yang diproduksi dan dijual oleh PT Danmotors Vespa Indonesia, model ini sering disebut dengan "PX Banci" dikarenakan tidak memiliki lampu sein. Vespa PX MK1 & MK2 memiliki beberapa pengembangan fitur seperti tempat roda cadangan di sebelah kiri dan glove box (bagasi) di depan, fitur ini untuk pertama kalinya menjadi fitur standar pada vespa setelah sebelumnya hanya ditemukan pada Vespa "Sport" series seperti 180SS dan Rally 200. Pengembangan lain Vespa PX dari Vespa generasi sebelumnya terdapat pada desain tampilan yang lebih modern dan cenderung kotak, sektor mesin, tersedianya kunci kontak yang terletak di atas lampu untuk menyalakan dan mematikan kendaraan, serta sistem kelistrikan kendaraan yang sudah menggunakan arus 12 Volt.
Salah satu ciri khas yang membedakan Vespa PX MK1 & MK2 dengan generasi PX setelahnya adalah nomor mesin dan nomor rangka yang hanya berjumlah 4-digit untuk MK1 dan 5-digit untuk MK2, berbeda dengan generasi PX setelahnya yang berjumlah 6-digit.
Vespa P 150 X (PX Tua, 1980โ1983)
sunting
Merupakan facelift pertama dari Vespa P 150 X MK1 & MK2 yang sebelumnya belum memiliki lampu sein. Pada model ini, sudah terdapat lampu sein pada kendaraan, walaupun pembeli masih diberi pilihan untuk Vespa PX non-sein dengan harga yang lebih murah. Vespa PX generasi ini masih menggunakan sistem pengapian konvensional (platina) yang dibuat oleh pabrik motor Italia Ducati.
Vespa PX Sport (1983โ1984)
sunting
Vespa PX Sport merupakan edisi spesial dari Vespa PX dengan trim khusus pada body kendaraan yang lebih sporty. Vespa PX Sport merupakan Vespa produksi PT Danmotors Vespa Indonesia pertama yang menggunakan sistem EPI (Electronic Pointless Ignition), atau disebut juga dengan CDI. Sistem pengapian pada Vespa PX Sport diproduksi oleh ZEM Ducati Zanussi, sistem pengapian ini kerap menjadi incaran penggemar Vespa di era sekarang dikarenakan daya magnet yang kuat serta bobot magnet roda gila yang lebih berat di antara semua magnet roda gila yang ditemukan di Vespa model lain, sehingga torsi yang dihasilkan juga lebih besar. Terdapat juga fitur keseragaman kunci stang, box bagasi, dan jok sambung bermerk ZADI. PX Sport merupakan Vespa pertama yang menggunakan tuas pengait tutup mesin dan roda cadangan (tepong) di bawah jok. Varian Vespa ini hanya dirilis dalam 2 warna yaitu Nero (Real Black) dan Bianco (Real White).
Vespa PX150 E (Exclusive, 1983โ1986)
sunting
Vespa Exclusive merupakan facelift kedua dari Vespa PX Series dengan pembaharuan di sistem pengapian yang telah menggunakan teknologi EPI (Electronic Pointless Ignition), atau disebut juga dengan CDI yang lebih reliabel dibanding pengapian konvensional (platina), CDI pada Vespa Exclusive terletak pada sisi kiri kendaraan. Pada model ini, terdapat pilihan warna yang berbeda dengan Vespa PX tahun 1978-1983. Sebagian Vespa Exclusive yang masih diproduksi di tahun 1986 juga mengalami facelift lampu sein dan pengembangan speedometer dengan indikator bensin seperti Vespa Exclusive 2.
Vespa P 150 XE (Exclusive 2, 1986โ2006)
suntingVespa Exclusive 2 merupakan generasi terakhir dari Vespa PX yang diproduksi oleh PT Danmotors Indonesia, terdapat fitur tambahan pada model ini yang cukup memudahkan pengguna, antara lain kunci kontak yang menjadi satu dengan kunci stang, indikator bensin pada speedometer, sistem AOM (Automatic Oil Mixture) atau tangki oli samping, dan juga terdapat pembaharuan tampilan pada lampu sein, list dada kendaraan yang berwarna hitam, jok, tromol ban, dan spion yang lebih modern.

Pada tahun 1992, Vespa Exclusive 2 mendapatkan peningkatan fitur terakhir yaitu penambahan accu pada kelistrikan motor, lubang dinamo starter elektrik pada crankcase mesin kendaraan untuk pemasangan starter elektrik, karpet pada dek, model spakbor depan baru (sama dengan Vespa Excel), beserta peningkatan pada permesinan dan karburasi sehingga sama persis dengan Vespa P 150 XE Excel.
Vespa P 150 XE (Excel, 1987โ2006)
sunting
Vespa Excel merupakan varian tertinggi dari Vespa bermesin 150cc yang diproduksi oleh PT Danmotors Indonesia, model ini memiliki body dan tampilan yang sama persis dengan Vespa T5 versi Eropa. Model ini merupakan Vespa dengan fitur paling mutakhir yang pernah diciptakan Danmotors, antara lain starter elektrik, tangki oli samping (AOM), speedometer dengan indikator lengkap serta modern, sayap pada bagian bawah dada kendaraan, wheeldop pada ban, dan juga sektor permesinan dengan tenaga yang lebih tinggi (Karburator, kruk as, bandul kruk as, dan kopling lebih besar). Vespa Excel terakhir yang dijual secara resmi di dealer resmi Vespa Indonesia diperkirakan terjual di tahun 2007.
Vespa P 200 XE (Spartan, 1984โ1987; Excel 200, 1987โ1992)
suntingPT Danmotors Indonesia juga memproduksi Vespa dengan kelas kapasitas mesin 200cc pada kurun waktu tahun 1984 hingga 1992. Vespa 200cc pertama adalah Vespa Spartan yang memiliki body sama persis dengan Vespa Exclusive & Vespa Exclusive 2, perbedaan pada segi tampilan terdapat di hidung yang serupa dengan Vespa New PX (kecuali logo Piaggio masih menggunakan logo hexagonal seperti Vespa lain di tahun 1968โ2006), velg pernekel serta tromol berwarna hitam, dan terdapat juga aksesoris berupa trim pada spakbor depan dan tutup mesin serta tutup ban cadangan bertuliskan "SPARTAN - 200 XE". Vespa Spartan yang diproduksi di tahun 1984 dan 1985 belum memiliki tangki oli samping dan elektrik starter.

Vespa Spartan digantikan oleh Vespa Excel 200 pada tahun 1987. Varian ini tidak memiliki perbedaan apapun dengan Vespa Excel 150 kecuali pada bagian mesin.
Vespa PS Series
suntingVespa PS merupakan model skuter Vespa yang diproduksi oleh PT Danmotors Vespa Indonesia pada tahun 1980 hingga 1990. Vespa ini memiliki body yang sama dengan Vespa PX, tetapi perbedaan signifikan terdapat pada sektor kaki-kaki dengan suspensi model lama dan ukuran roda yang menggunakan ukuran 8 inci untuk ditargetkan kepada pengendara motor di Indonesia yang cenderung berpostur tubuh pendek, target pasar lain dari Vespa PS adalah pengendara motor wanita. Vespa ini tidak ditemukan di negara lain karena hanya diproduksi di Indonesia saja.
Vespa PS khususnya varian Sera, Strada, Sera II, Strada II, dan Strada II AOM memiliki gigi rasio yang berbeda dengan Vespa 2-tak lain pada umumnya sehingga memiliki nafas yang lebih panjang saat dikendarai, hal ini menyebabkan gigi rasio Vespa varian tersebut menjadi incaran penggemar Vespa di era sekarang baik karena alasan performa maupun kenyamanan berkendara.
Vespa P 150 S (PS "TV" 1980โ1983)
sunting
Merupakan generasi pertama Vespa PS yang diproduksi dengan 2 varian, yaitu 6-volt dan 12-volt. Pada generasi ini, terdapat ciri khas yang tidak ditemukan di Vespa lain yaitu lampu depan yang berbentuk kotak seperti televisi, sehingga disebut Vespa PS "TV" oleh para penggemar Vespa di Indonesia.
Varian PS "TV" 6-volt banyak memiliki kemiripan dengan Vespa generasi 1960-an, yaitu kelistrikan 6-volt, tidak adanya lampu sein, bagasi di sebelah kiri kendaraan, tidak adanya tempat ban cadangan, dan juga belum dilengkapi dengan kunci kontak untuk menyalakan dan mematikan kendaraan.
Untuk varian 12-volt, memiliki fitur yang sama dengan Vespa PX yaitu kelistrikan 12-volt, lampu sein, bagasi di depan, tempat ban cadangan di sebelah kiri, dan juga kunci kontak untuk menyalakan dan mematikan kendaraan yang terletak di bagian atas lampu kendaraan. Vespa PS generasi ini masih menggunakan sistem pengapian konvensional atau platina.

Vespa PS generasi ini sudah cukup jarang ditemukan di jalanan Indonesia dikarenakan banyaknya unit yang di-ekspor ke luar Indonesia di tahun 2000-an akibat adanya minat di luar negeri atas varian ini yang dianggap unik bagi penggemar Vespa di negara lain. Selain itu, di tahun 1980-an awal, Vespa PS "TV" memang cenderung lebih sedikit peminatnya dibanding Vespa PX sehingga angka penjualannya lebih rendah.
Vespa P150S (Sera dan Strada, 1983โ1985)
suntingPada generasi kedua Vespa PS, Danmotors membagi Vespa PS menjadi 2 varian dengan nama komersial yang berbeda, yaitu Vespa P150S Sera dan Vespa P150S Strada.
Pada Vespa Sera, tidak ada perubahan dibanding Vespa PS "TV" 12-volt selain pada pilihan warna dan lampu berbentuk oval yang sama dengan Vespa PX150 E Exclusive. Vespa Sera juga memiliki sistem "CL (Cowl Lock) System", yaitu kunci ganda menggunakan satu kunci pada stang dan jok tangki bensin.
Sedangkan untuk Vespa Strada, merupakan penerus dari Vespa PS "TV" 6-volt yang tidak memiliki lampu sein, perubahan hanya terdapat pada lampu depan yang berbentuk oval seperti Vespa PX dan adanya kunci kontak diatas lampu seperti Vespa PX generasi awal. Vespa Strada merupakan varian terendah dari skuter Vespa keluaran PT Danmotors Vespa Indonesia.

Vespa PS pada generasi ini masih menggunakan sistem pengapian konvensional (platina).
Vespa P 150 SE (Sera II dan Strada II 1985โ1986)
suntingMerupakan facelift dari Vespa Sera dan Strada. Pada generasi ini sistem pengapian kendaraan sudah menggunakan jenis CDI, kunci kontak untuk menyalakan dan mematikan kendaraan juga telah menjadi satu dengan kunci stang. Terdapat juga pengembangan pada sisi kopling menjadi lebih besar sehingga performa berkendara menjadi lebih baik.
Vespa Sera II mendapatkan pengembangan fitur seperti speedometer dengan indikator bensin dan tampilan baru, antara lain lampu sein dan bentuk spion yang lebih modern sehingga sama persis seperti Vespa Exclusive 2. Namun, berbeda dengan Vespa Exclusive 2, list dada pada Vespa Sera II masih menggunakan warna chrome.
Untuk Vespa Strada II, masih memiliki tampilan yang sama dengan Vespa Strada, yaitu tanpa lampu sein dan tanpa indikator bensin pada speedometer berbentuk bulat seperti Vespa PX dan PS generasi awal.
Vespa P 150 SE (Strada AOM, 1987โ1990)
sunting
Vespa Strada AOM merupakan varian terakhir dari Vespa PS yang diproduksi oleh PT Danmotors Vespa Indonesia, menggantikan Vespa Sera II. Varian ini sudah dilengkapi dengan fitur tangki oli samping (AOM) dan memiliki tampilan yang sama dengan Vespa PS Sera II (termasuk lampu sein), list dada pada Vespa Strada AOM juga diperbaharui menjadi warna hitam seperti Vespa Exclusive 2.
