Marakka' Bola atau Mappalette bola merupakan tradisi adat masyarakat Bugis di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, berupa proses memindahkan satu rumah panggung kayu secara utuh dengan mekanisme gotong royong. Tradisi ini diakui secara resmi sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia melalui SK No. 372/M/2021[1] dan masih dilestarikan di masyarakat.[2]

Makna etimologis

sunting

Marakka’ Bola merupakan istilah dalam bahasa Bugis. Kata marakka’ berarti ‘mengangkat’, sedangkan bola berarti ‘rumah’. Oleh karenanya, secara harfiah, marakka’ bola berarti ‘mengangkat rumah’.[3]

Latar belakang

sunting

Tradisi ini muncul karena mayoritas masyarakat bugis tinggal di rumah panggung kayu. Rumah yang dipindahkan biasanya berbentuk persegi panjang dan memanjang ke arah belakang, serta menggunakan tiang-tiang kayu sebagai penopang utama bangunan. Rumah panggung bugis ini lebih mudah dipindahkan karena umumnya tidak dipaku, melainkan disusun menggunakan sistem pasak sebagai penghubung.[4] Hal ini diperlukan jika rumah dijual, tetapi lahan tidak ikut berpindah tangan, atau jika pemilik memilih lokasi baru. Memindahkan rumah utuh dianggap sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai budaya dan spiritualitas rumah tradisional.[1]

Pelaksanaan

sunting

Pemindahan rumah dapat dilakukan dengan diangkat atau didorong. Ketika jarak pindah dekat, maka rumah hanya didorong bersama-sama. Bambu kayu hitam dan dua papan digunakan sebagai ban yang diikatkan pada masing-masing tiang rumah[5] dan landasan agar rumah dapat digeser ke lokasi baru. Adapun, jika jarak pindah cukup jauh, rumah perlu diangkat dengan cara memasang bambu setinggi sekitar 1,7 meter sebagai tiang penyangga.[1]

Sebelum proses dimulai, barang-barang pecah belah dan elektronika dikeluarkan dari dalam ruangan, sementara perabot berat seperti lemari dan tempat tidur tetap dirapikan, diikat kuat pada tiang, agar tidak jatuh selama dipindahkan.[1]

Tradisi Marakka' Bola ini biasanya dilakukan pada hari Jumat, setelah masyarakat selesai melaksanakan ibadah salat Jumat dan disampaikan melalui pengumuman masjid. Dimulai dengan doa dari tetua adat dan arahan untuk mengangkat rumah bersama. Setelah pengangkatan rumah, masyarakat akan berkumpul menyantap jamuan yang disiapkan para wanita,[1] serta melakukan syukuran dengan acara barazanji untuk meminta perlindungan dari bencana.[5]

Nilai-nilai

sunting

Tradisi Marakka' Bola mencerminkan nilai budaya pacce pada masyarakat Bugis yang merujuk pada solidaritas dan kebersamaan dalam hubungan sosial.[4]

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d e "Marakka' Bola". Pusdatin Kemendikbudristek. Diakses tanggal 2025-06-14.
  2. ^ Handayani, Dewi; Arif, Arifuddin; Nurliana, Nurliana; Sari, Dian; Wijaya, Roma (2025-03-23). "Marakka' bola as an educational vehicle for youth character values in South Sulawesi". Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan. 22 (1). doi:10.21831/jc.v22i1.1284. ISSN 2541-1918.
  3. ^ Fatimah, St. "Marakka Bola, Tradisi Unik Pindah Rumah Masyarakat Bugis di Sulawesi Selatan". detiksulsel. Diakses tanggal 2025-06-14.
  4. ^ a b Rusdy, S. D. S.; Ciptandi, F. (2023). "The physical and philosophical values of the Mappalette Bola tradition and its potential in industrial development design earthquake resistant house foundation construction" (PDF). Sustainable Development in Creative Industries: Embracing Digital Culture for Humanities: 24–29. doi:10.1201/9781003372486-5.
  5. ^ a b Nadia, Yopi (2023-05-15). Gischa, Serafica (ed.). "Mengenal Tradisi Marakka' Bola dan Nilai Pendidikan Karakter Di Dalamnya". Kompas. Diakses tanggal 2025-06-14.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Indonesia Creative Awards

Indonesia Creative Award (ICA) adalah ajang penghargaan yang digagas oleh International Creatives Exchange (ICE) yang dipimpin oleh Atta Ul Karim. Penghargaan

Ekonomi kreatif

and Sport (DCMS) mendefisinikan ekonomi kreatif sebagai Creative Industries as those industries which have their origin in individual creativity, skill

Astro (perusahaan)

assessing the economic contribution of the copyright-based industries. Creative industries series. Geneva: WIPO. ISBN 978-92-805-2022-4. "Coming soon:

Wishnutama

Richtopia.com tahun 2015 The Best Chief Strategy Execution Officer Across All Industries oleh Tempo Media Group The Winner of 2016 Strategy-Into-Performance Execution

Industri kreatif

Cultural Industries, SAGE Howkins,John,The Creative Economy: How People Make Money from Ideas, Penguin Florida, Richard, The Rise of the Creative Class.

Telenovela Turki

aslinya tanggal 2016-05-05. Paris, Julien. "A Geographical Approach Of Creative Industries: The Case Of Tv Production In Istanbul" (PDF). Diarsipkan (PDF) dari

Universitas Birzeit

of Art and Music at BZU addresses rising needs from the growing creative industries locally and globally". Birzeit University. 2018-07-16. Diarsipkan

Anna Wintour

stories aren't so far away from the tasks either I or my friends in various industries—whether fashion or magazines or PR or advertising—went through our first