📑 Table of Contents
Sabung ayam di Otavalo, Ekuador

Sabung ayam adalah permainan mengadu dua ekor ayam dalam sebuah kalangan atau arena. Biasanya ayam akan diadu hingga salah satu darinya kabur atau kalah, bahkan hingga mati. Permainan ini biasanya diikuti oleh perjudian yang berlangsung tak jauh dari arena adu ayam.

Sejarah

sunting
Sabung ayam di Jawa, sekitar 1596

Permainan menyabung ayam disebut juga sebagai berlaga ayam. Permainan ini telah ada dan dimainkan sejak masa kerajaan di Nusantara, pada masa Kerajaan Kadiri Chou Ju-Kua, seorang pegawai resmi Dinasti Song menuliskan dalam bukunya Chu-fan-chi, menggambarkan bahwa di kepulauan Asia Tenggara ada dua kerajaan yang kuat dan kaya: Sriwijaya dan Jawa (Kadiri). Di Jawa ia menemukan bahwa orang-orang menganut dua agama: Buddha dan agama Brahmana (Hindu). Orang Jawa adalah pemberani dan pemarah, waktu luangnya dipergunakan untuk mengadu binatang, hiburan kesenangannya adalah sabung ayam dan adu babi. Mata uangnya dibuat dari campuran tembaga, perak, dan timah.

Pada masa Singhasari Panji Tohjaya putra Ken Arok dari selir bernama Ken Umang. Suatu hari ia mengajak saudara tirinya yang juga merupakan raja Singhasari Anusapati keluar untuk mengadu ayam. Anusapati menurut tanpa curiga karena hal itu memang menjadi kegemarannya. Saat Anusapati asyik menyaksikan ayam bertarung, tiba-tiba Tohjaya menusuknya dengan menggunakan keris Mpu Gandring. Anusapati pun tewas seketika. Sepeninggal Anusapati, Tohjaya ganti naik takhta Kerajaan Singhasari, pada saat masa Kesultanan Demak. Di salah satu cerita rakyat, seorang pangeran bermain sabung ayam dan akhirnya bertemu dengan ayahnya yang telah membuang ibunya.

Terdapat juga kisah Sawunggaling di Jawa Timur. Saat beranjak dewasa, Jaka Berek bertanya kepada sang ibu mengenai sosok ayahnya. Dewi Sangkrah pun menceritakan bahwa ayah Jaka Berek ialah seorang adipati di Surabaya. Akhirnya, Jaka Berek pergi ke Surabaya membawa ayam kesayangannya. Ia bertekad menemui ayahnya. Sesampainya di sana, Jaka Berek bertemu dengan dua kakak tirinya, Sawungrana dan Sawungsari. Keduanya tidak percaya jika Jaka Berek adalah anak Jayengrono. Mereka bertiga kemudian melakukan adu ayam dan Jaka Berek lah yang jadi pemenangnya. Setelah adu ayam itu, Adipati Jayengrono menemui Jaka Berek. Ia yakin bahwa Jaka Berek adalah anaknya. Jaka Berek lah yang kemudian berhak meneruskan takhta sang ayah. Ia diberi gelar Raden Mas Ngabehi Sawunggaling Kulmosostronagoro.

Sabung ayam menjadi ilegal di Indonesia kecuali di sedikit daerah dan pulau Bali. Clifford Geertz pernah menulis esai tentang sabung ayam.

Referensi

sunting

Clifford Geertz (Deep Play: Notes on the Balinese Cockfight).

Kapitalisasi dalam penghidupan perdesaan. Bandung: Yayasan Akatiga. 2009. hlm.ย 298โ€“299. ISBN 979-8589-53-9. ;

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Amerika Serikat

2012. "Eighth United Nations Survey of Crime Trends and Operations of Criminal Justice Systems (2001โ€“2002)" (PDF). United Nations Office on Drugs and

Operasi Jalisco 2026

2026. Jimรฉnez, Xavier (23 Februari 2026). "El Tuli del CJNG: Historial criminal del narcotraficante". Grupo Milenio (dalam bahasa Spanyol). Diakses tanggal

Baton (pentungan polisi)

Dictionary". Browne, Matt (2025-09-17). "Castle Law in Canada: What You Need to Know". Browne Criminal Defence (dalam bahasa American English). Diakses tanggal

Perang tanding

law in the case: Contests of Honour and the Subversion of the English Criminal Courts, 1780-1845" (2008) 19(3) King's Law Journal 575โ€“594. Banks, Stephen

Usia legal minum minuman beralkohol

Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) "Drinking Age in Canada". YourLaws.ca. January 2010. Diakses tanggal 2013-01-08. Manitoba Drinking

Hak LGBT menurut negara

2007 betreffende de transseksualiteit Marriage (Same Sex Couples) Act Criminal Justice and Immigration Act 2008 (c. 4) http://www.gov.gg/CHttpHandler

Perintah petinggi

"Guilty Associations: Joint Criminal Enterprise, Command Responsibility, and the Development of International Criminal Law" HTML version oleh Allison

Bunduk dukun

letter: Aegeia Skin Care, LLC". Inspections, Compliance, Enforcement, and Criminal Investigations, US Food and Drug Administration. Diakses tanggal 13 April