Cukil kayu ukiyo-e, Ishiyama Moon karya Tsukioka Yoshitoshi (1889)

Cukil kayu (bahasa Inggris: woodcut, xylography) adalah teknik cetak paras dalam seni grafis. Gambar dipahat pada permukaan papan kayu dengan bagian yang akan dicetak tetap sejajar dengan permukaan, sementara bagian yang tak dicetak, dicukil atau dipahat dengan tatah/alat cukil. Bagian yang dicukil dengan pisau atau tatah hasilnya menjadi "putih" (warna kertas atau bahan lain), bagian yang tidak dicukil tetap sejajar dengan permukaan aslinya maka hasilnya menjadi "hitam" (warna tinta). Seni cukil kayu disebut juga dengan "xilografi" yang berasal dari bahasa Yunani xylon (kayu) dan graphō (menulis/menggambar), yang secara harfiah berarti "menulis pada kayu".

Sejarah

sunting

Jejak awal teknik cukil kayu dapat ditelusuri hingga sekitar 3000 SM di Mesopotamia, ketika cap silinder digunakan untuk membuat impresi pada tanah liat. Namun, perkembangan cukil kayu sebagai teknik cetak gambar terjadi setelahnya. Di Tiongkok, teknik ini berkembang sekitar abad ke-3 M dan digunakan untuk mereproduksi gambar dewa-dewa Buddha. Di Eropa, cukil kayu mulai digunakan secara luas pada akhir abad ke-14 dan awal abad ke-15, terutama setelah produksi kertas meningkat dan menggantikan perkamen yang lebih mahal. Awalnya, cukil kayu banyak dipakai untuk tujuan religius, seperti mencetak gambar santo dan ikon dalam jumlah besar. Selanjutnya, teknik ini digunakan untuk kartu permainan dan ilustrasi buku.[1]

Teknik

sunting
Perajin sedang melakukan proses pencetakan menggunakan huruf kayu di Museum Hamilton.

Dalam teknik cukil kayu, seniman terlebih dahulu menggambar desain pada permukaan papan kayu yang rata. Bagian latar kemudian dipahat menggunakan pisau atau tatah, sehingga menyisakan bagian gambar dalam bentuk relief. Setelah itu, tinta digulungkan di atas permukaan yang menonjol, lalu kertas ditekan di atasnya untuk memindahkan gambar.

Referensi

sunting
  1. ^ Tuychievich, Khusanov Nosirdjon (2022-07-16). "The history of woodcut, today, tomorrow". Eurasian Journal of History, Geography and Economics (dalam bahasa Inggris). 10: 12–17. ISSN 2795-7659.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Seni

teknik cetak batu. Cukil kayu. Ketika teknologi percetakan tersebar dari Jerman ke seluruh Eropa pada penghujung abad ke-15, cukil kayu juga turut tenar

Perempuan berbusana, laki-laki telanjang

By the Light of a Hexagonal Lantern, cetak cukil kayu karya Torii Kiyonobu I, awal 1700an.

Serigala berbulu domba

Cukil kayu buatan Francis Barlow, 1687; akhir dari "Serigala Berbulu Domba"

Belial

Cukil kayu Belial dan beberapa pengikutnya dari edisi Jerman dari buku Jacobus de Teramo Consolatio peccatorum, seu Processus Luciferi contra Jesum Christum

Quid pro quo

Antichristus, sebuah cukil kayu karya Lucas Cranach si Tua, tentang Sri Paus yang memakai kekuasaan temporal untuk memberikan otoritas besar kepada seorang

Humor toilet

Dari serangkaian cukil kayu (1545) yang biasanya disebut sebagai Papstspotbilder atau Papstspottbilder dalam bahasa Jerman atau Penggambaran Kepausan,

Pelecehan

Cukil kayu Shimei mengutuki David, 1860 karya Julius Schnorr von Karolsfeld.

Kitagawa Utamaro

Kitagawa Utamaro adalah seniman ukiyo-e (seni cukil kayu) di Jepang pada akhir abad ke-18. Ia dianggap oleh para kritikus kontemporer sebagai seniman terbesar