Meutya Hafid | |
|---|---|
| Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia ke-8 | |
| Mulai menjabat 21 Oktober 2024 | |
| Presiden | Prabowo Subianto |
| Wakil | Nezar Patria Angga Raka Prabowo |
| Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia | |
| Masa jabatan 30 Agustus 2010ย โ 21 Oktober 2024 Pengganti Antar Waktu hingga 30 September 2014 | |
| Jabatan lain | Ketua Komisi I (2019โ2024) Wakil Ketua Komisi I (2016โ2018) Wakil Ketua BKSAP (2014โ2016) |
| Grup parlemen | Fraksi Partai Golongan Karya |
| Daerah pemilihan | Sumatera Utara I |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | Meutya Viada Hafid 3 Mei 1978 Bandung, Jawa Barat, Indonesia |
| Partai politik | ย ย Golkar |
| Suami/istri | Noer Fajrieansyah |
| Anak | 1 |
| Orang tua |
|
| Almamater | Universitas New South Wales (B.Eng.) Universitas Indonesia (M.IP.) |
| Penghargaan sipil | Elizabeth O'Neill Journalism Award (2007) |
Meutya Viada Hafid (lahir 3 Mei 1978) adalah seorang penyiar berita dan politikus Indonesia. Saat ini ia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia (Komdigi). Sebelumnya, ia menjadi Anggota DPR-RI sejak 2010 menggantikan Burhanuddin Napitupulu yang meninggal dunia.[2]
Seorang kader Partai Golongan Karya, ia mewakili daerah pemilihan Sumatera Utara I.[3] Di DPR-RI, ia menjabat sebagai Ketua Komisi I DPR sejak 2019. Sebelumnya, ia bekerja sebagai jurnalis di Metro TV serta menjadi pembawa acara di beberapa acara televisi.[butuh rujukan]
Karier jurnalis
suntingPada 11 Oktober 2007, Meutya Hafid terpilih sebagai pemenang Penghargaan Jurnalistik Elizabeth O'Neill, dari pemerintah Australia. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia Bill Farmer. Dari Australia, jurnalis ABC Radio Australia bernama Joanna McCarthy terpilih menjadi pemenang.[4]
Pada 19 Februari 2008, Meutya meraih penghargaan alumni Australia 2008 untuk kategori Jurnalisme dan Media, bersamaan dengan pemilik grup Lippo Dr. James Tjahaja Riady (alumni University of Melbourne) yang menerima penghargaan serupa untuk kategori kewiraswastaan. Meutya sempat kuliah di University of New South Wales, sebelum kemudian mengabdikan diri sebagai jurnalis Metro TV.[5]
Pada 9 Februari 2012, Meutya menjadi satu di antara lima Tokoh Pers Inspiratif Indonesia versi Mizan, karena dianggap sebagai tokoh besar di balik perkembangan pers nasional.[6]
Tragedi penyanderaan
suntingPada 18 Februari 2005, Meutya dan rekannya juru kamera Budiyanto diculik dan disandera oleh sekelompok pria bersenjata ketika sedang bertugas di Irak. Kontak terakhir Metro TV dengan Meutya adalah pada 15 Februari, tiga hari sebelumnya. Mereka akhirnya dibebaskan pada 21 Februari 2005. Sebelum ke Irak, Meutya juga pernah meliput tragedi tsunami di Aceh.[butuh rujukan]
Pada tanggal 28 September 2007, Meutya melaunching buku yang ia tulis sendiri, yaitu 168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak.[butuh rujukan]
Karier politik
suntingPada 2010, Meutya berpasangan dengan H. Dhani Setiawan Isma S.Sos sebagai calon Wali kota dan Wakil Wali kota Binjai periode 2010-2015, diusung Partai Golkar, Demokrat, Hanura, PAN, Patriot, P3I, PDS serta 16 partai non-fraksi DPRD Binjai. Sayangnya, Meutya kalah.[7][8]
Pada bulan Agustus 2010, ia dilantik menjadi Anggota DPR antar waktu dari Partai Golkar menggantikan Burhanudin Napitupulu yang meninggal dunia.[9]
Ketika organisasi massa yang didirikan Surya Paloh, yakni Nasional Demokrat, berganti baju menjadi partai politik pada 25 Juli 2011, Meutya yang dekat dengan Surya Paloh (atasannya ketika berkarya di Metro TV) termasuk di antara kader Golkar yang mundur dari Nasdem. Pada hari itu, Meutya Hafid menyatakan di akun Twitternya dengan tegas mengatakan, "sangatlah tak mungkin jika saya menjadi anggota parpol lain." [10]
Kehidupan pribadi
suntingMeutya Hafid mencatatkan kenaikan harta kekayaan setelah menjabat sebagai menteri. Berdasarkan data terakhir Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2025, harta kekayaan mencapai Rp43.492.159.857.[11] Jumlah ini melonjak tajam dibandingkan data LHPKN sebelum menjadi menteri yang disampaikan per 22 Juli 2024 sebesar Rp18.728.216.636.[12]
Kebijakan dan program
suntingRegulasi Perlindungan Anak di Ruang Digital
suntingPada tahun 2026, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menerbitkan Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 9 Tahun 2026 sebagai aturan pelaksana dari PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS). [13][14]
Kontroversi
suntingSebagai menteri, Meutya Hafid mendapat sorotan karena kementeriannya melakukan pemblokiran terhadap konten Magdalene mengenai hasil investigasi Tim Advokasi untuk Demokrasi terkait penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus oleh anggota TNI.[15] Langkah ini menuai kritik dari organisasi masyarakat sipil seperti Komite Keselamatan Jurnalis dan Aliansi Jurnalis Independen yang menilai pembatasan tersebut berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.[16]
Kementerian Komunikasi dan Digital menyatakan bahwa pembatasan dilakukan sebagai tindak lanjut atas aduan masyarakat terkait dugaan disinformasi dan muatan provokatif, serta melalui mekanisme verifikasi dan penelaahan sesuai prosedur yang berlaku. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, dalam konferensi pers. Kementerian juga menyebut bahwa akun tersebut tidak terverifikasi sebagai akun media dan tidak terdaftar di Dewan Pers.[17]
Sejarah elektoral
sunting| Pemilu | Lembaga legislatif | Dapil | Partai | Perolehan suara | Hasil | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 2014 | Dewan Perwakilan Rakyat | Sumatera Utara I | Golkar | 45.232 | ||
| 2019 | Dewan Perwakilan Rakyat | Sumatera Utara I | Golkar | 87.139 | ||
| 2024 | Dewan Perwakilan Rakyat | Sumatera Utara I | Golkar | 147.004 | ||
Tanda Kehormatan
sunting
ย Indonesia:
Bintang Mahaputera Utama (25 Agustus 2025)[18][19]
Rujukan
sunting- ^ Sidik, Farih Maulana (2019). https://news.detik.com/berita/d-4797848/ibunda-meutya-hafid-wafat-menpora-wamendag-hadir-di-pemakaman
- ^ "Meutya Hafid Dilantik Jadi Anggota DPR". Detik.com. 2021-11-12. Diakses tanggal 2021-12-27.
- ^ Profil Meutya Hafid - Pileg DPR 2019 Diarsipkan 2021-09-26 di Wayback Machine., diakses 26 September 2021.
- ^ Trade, corporateName= Department of Foreign Affairs and. "Australian Embassy in". indonesia.embassy.gov.au. Diakses tanggal 2026-03-28.
- ^ http://www.waspada.co.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=11910[pranala nonaktif permanen]
- ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-05-12. Diakses tanggal 2012-06-01.
- ^ http://www.medanpunya.com/mpc-pilkada/3460-golkar-usung-dhani-setiawan-dan-meutya-hafid[pranala nonaktif permanen]
- ^ "MK Tolak Pilkada Kota Binjai Akhiri Harapan Meutya Hafid Jadi Wali Kota". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2026-03-28.
- ^ "Mutia Hafid Resmi Gantikan Burhanuddin Napitupulu"
- ^ http://politik.vivanews.com/news/read/239947-anggota-fraksi-golkar-mundur-dari-nasdem[pranala nonaktif permanen]
- ^ Redaksi (2026-04-21). "Harta Kekayaan Para Menteri Perempuan Kabinet Merah Putih, Siapa Tertinggi?". Bisnis.com. Diakses tanggal 2026-04-23.
- ^ antaranews.com (2024-11-16). "Harta kekayaan Meutya Hafid Menkomdigi menurut LHKPN". Antara News. Diakses tanggal 2026-04-23.
- ^ Negara, Kementerian Sekretariat. "Lindungi Anak di Ranah Digital, Kemkomdigi Terbitkan Aturan Teknis PP TUNAS | Sekretariat Negara". www.setneg.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-05-09.
- ^ "8 Platform Patuhi PP Tunas, Komdigi Deadline hingga Juni 2026". SINDOnews Nasional. Diakses tanggal 2026-05-09.
- ^ "Komdigi blokir konten Magdalene, 'serupa pembredelan era Orde Baru'". BBC News Indonesia. 2026-04-09. Diakses tanggal 2026-04-23.
- ^ Amin, Irfan. "Menkomdigi Respons Hilangnya Konten Magdalene soal Andrie Yunus". tirto.id. Diakses tanggal 2026-04-23.
- ^ Liputan6.com (2026-04-07). "Respons Komdigi Terkait Hilangnya Konten Magdalene soal Andrie Yunus". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-05-02. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ "Daftar 141 Tokoh Terima Anugerah Tanda Kehormatan dari Prabowo, Ada Puan, Wiranto Hingga Bahlil". Tribunnews.com. 2025-08-25. Diakses tanggal 2025-08-25.
- ^ LIVE: Pengucapan Sumpah/Janji dan Pelantikan Pejabat Negara, serta Upacara Penganugerahan TKRI, diakses tanggal 2025-08-25
Pranala luar
sunting- Situs resmi Diarsipkan 2016-12-02 di Wayback Machine.
| Jabatan politik | ||
|---|---|---|
| Didahului oleh: Budi Arie Setiadi sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika |
Menteri Komunikasi dan Digital Indonesia sebelumnya bernama Menteri Komunikasi dan Informatika 2024โsekarang |
Petahana |



