Batalyon Infanteri 732/
Banau
Dibentuk04 April 1960
NegaraIndonesia
CabangYonif Raider Khusus
Tipe unitRaider
Bagian dariKorem 152/Baabullah
MarkasJailolo, Halmahera Barat, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara
JulukanYonif RK 732/Banau
MotoPantang Pulang Sebelum Menang
BaretHijau
MaskotPisau Komando dan Petir
Ulang tahun4 April

Batalyon Infanteri 732/Banau atau Yonif 732/Banau merupakan Batalyon Infanteri Raider Khussus yang berada di bawah komando Korem 152/Baabulah, Kodam XV/Pattimura. Markas batalyon dan Kompi Markas berkedudukan di Ds. Porniti Kec. Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, berdekatan dengan pusat pemerintahan Kabupaten Halmahera Barat.

Satuan

sunting

Batalyon Infanteri Raider Khusus 732/Banau memiliki 7 Kompi terpisah yakni :

Struktur Organisasi

sunting

Adapun struktur organisasi Batalyon Infanteri 732/Banau sebagai berikut :

1. Danyonif 732/Banau  : Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi, S.H.

2. Wadanyonif 732/Banau : Kapten Inf Rendra, S.T.Han.

3. Pasi Intel Yonif 732/Banau  : Lettu Inf Angga Satria Ardi, S.T.Han.

4. Pasi Ops Yonif 732/Banau  : Lettu Inf Hanif Sebastian, S.T.Han.

5. Pasi Pers Yonif 732/Banau  : Lettu Inf Arief Subekti, S.T.Han, S. Hub. Int

6. Pasi Log Yonif RK 732/Banau  : Lettu Inf Ryan, S.T.Han.

7. Pabintal Yonif RK 732/Banau : -

8. Pajas Yonif RK 732/Banau (Pgs) : Lettu Inf Geri Fajar Alfian.

9. Dankima Yonif RK 732/Banau (Pgs) : Lettu Inf Wiro.

10. Dankipan A Yonif RK 732/Banau : Lettu Inf Syaiful Rahman Wael

11. Dankipan B Yonif RK 732/Banau (Pgs) : Lettu Inf Tajudin.

12. Dankipan C Yonif RK 732/Banau : Lettu Inf Henry Yanuar Emha, S.Tr.(Han).

13. Dankipan D Yonif RK 732/Banau : Lettu Inf Mozes Victor Lekatompessy.

14. Dankibant Yonif RK 732/Banau : Lettu Inf Ilham Hernanda S.Pd.

15. Dankisus Yonif RK 732/Banau : Lettu Inf Frincen Sinaga

Sejarah

sunting

Nama Banau diambil dari nama pahlawan dari Teluk Jailolo yang memimpin perlawanan pada zaman pendudukan Belanda.[1] Nama aslinya sebenarnya adalah Baba dan berasal dari Desa Tuada. Banau adalah julukan yang berasal dari kata Baba dan Nonau yang brarti Laki-laki perkasa. Pada tanggal 12 September 1914, Banau membunuh Gezaaghebber (semacam Wakil Gubernur pada jaman Belanda) Jailolo yang bernama Agerbeek.[2] Setelah itu Banau menjadi Buronan Belanda dan berkobarlah Perang Jailolo, yang oleh masyarakat setempat sering disebut "Perang Tuada se Tudowongi". Perlawanan yang dipimpin Banau dan sahabatnya Puaen, bermula dari wilayah Tuada dan Todowongi, menyebar ke Porniti, dan wilayah Jailolo lainnya. Banau akhirnya menyerahkan diri pada Sultan Ternate, Sultan Haji Muhammad Usman Syah, dan Sultan langsung menyerahkan Banau kepada Penguasa Belanda di Ternate untuk diadili. Mahkamah militer Belanda menghukum mati Banau di atas tiang gantungan.

Pembentukan Raider

sunting

Pada tanggal 21 Agustus 2016, Sejumlah 750 Prajurit Yonif Raider Khusus 732/Banau secara resmi dilepas untuk mengikuti pendidikan pembentukan Raider bertempat di Dermaga Utama Pelabuhan A. Yani Ternate. Pelepasan sendiri dilakukan melalui upacara dengan Danrem 152/Babullah Kolonel Inf Sachono, S.H, M.Si sebagai Inspektur Upacara.[3] Pasukan personel Yonif RK 732/Banau menggunakan KRI Teluk Bone-511 TNI AL dalam rangka untuk mengikuti pendidikan pembentukan Raider di Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung dan prajurit Yonif RK 732/B. Prajurit Yonif 732/Banau akan mengikuti pendidikan pembentukan Raider guna meningkatkan kemampuan personal setingkat pasukan khusus, Mobile Udara, Raid, Pertempuran kota, pertempuran jarak dekat, Penanggulangan Teror, perang modern, anti gerilya dan perang berlarut. Hal tersebut sejalan dengan Yonif 732/Banau merupakan Satuan Pemukul di bawah Komando dan Pengendalian Korem 152/Babullah mengawal ketahanan NKRI di Bumi Maluku Utara yang berkarateristik kepulauan.[4]

Komandan

sunting

Saat Bernama Detasemen Satu


1. Kapten Inf S. Helewita (1960 s.d 1961)


Saat Bernama Batalyon 15-22


2. Mayor Inf Gagu Soleman (1961 s.d 1964)

3. Mayor Inf Soedarmo (1964 s.d 1965)


Saat Bernama Batalyon Infanteri 732/Banau


4. Mayor Inf Soediro (1965 s.d 1966)

5. Mayor Inf M. R. Lewerisa (1966 s.d 1969)

6. Mayor Inf O. Tatipikalwan (1969 s.d 1974)

7. Letnan Kolonel Inf Soeranto (1974 s.d 1978)

8. Letnan Kolonel Inf O. Juanidi (1978 s.d 1980)

9. Letnan Kolonel Inf Asril Parim (1980 s.d 1982)

10. Letnan Kolonel Inf Usnan Zein (1982 s.d 1985)

11. Letnan Kolonel Inf Cris Tanasale (1985 s.d 1987)

12. Letnan Kolonel Inf F.X. Sudarjo (1987 s.d 1989)

13. Letnan Kolonel Inf Eko Irianto (1989 s.d 1991)

14. Letnan Kolonel Inf Alex Lisapale (1991 s.d 1993)

15. Letnan Kolonel Inf Amril Amir (1993 s.d 1995)⭐⭐

16. Letnan Kolonel Inf Judy Harianto (1995 s.d 1997)

17. Letnan Kolonel Inf Haryanta (1997 s.d. 1998)

18. Letnan Kolonel Inf Slamet Riyadi (1998 s.d 1999)

19. Letnan Kolonel Inf Widagdo Adi Widjoyo (1999 s.d 2000)

20. Letnan Kolonel Inf Nurtjahyono (2000 s.d 2001)

21. Letnan Kolonel Inf Gangsar Supriono (2001 s.d 2003)

22. Letnan Kolonel Inf Drajat Hadi Panggayuh (2003 s.d 2004)

23. Letnan Kolonel Inf Rudy Syamsir, S.H., M.H. (2004 s.d 2005)⭐⭐

24. Letnan Kolonel Inf Martohap Simorangkir, S.H. (2005 s.d 2006)

25. Letnan Kolonel Inf M. Sja'ban Lantah (2006 s.d 2007)

26. Letnan Kolonel Inf Rachmat Mangku Sasmito, S.E., M.Sc. (2007 s.d 2008)

27. Letnan Kolonel Inf Anggara Sitompul (2008 s.d 2010)⭐

28. Letnan Kolonel Inf Imanulhak (2010 s.d 2011)

29. Letnan Kolonel Inf Denny Marthen Rihi, S.Sos., M.Si. (2011 s.d 2012)

30. Letnan Kolonel Inf Triwahyu Mutaqin Akbar (2012 s.d 2013)⭐

31. Letnan Kolonel Inf Yudhi Prasetyo (2013 s.d 2014)⭐

32. Letnan Kolonel Inf Indrama Bodi, S.Pd. (2014 s.d 2015)

33. Letnan Kolonel Inf Harrisal Ismail Subing, S.Sos. (2015 s.d 2016)


Saat Bernama Batalyon Infanteri Raider Khusus 732/Banau


34. Letnan Kolonel Inf Raymond Lambok Malindo Sitanggang (2016 s.d 2018)

35. Letnan Kolonel Inf Rully Eko Suryawan, S.Sos. (2018 s.d 2019)

36. Letnan Kolonel Inf Suhendar Suryaningrat, S.H., M.Si. (2019 s.d 2021)

37. Letnan Kolonel Inf Harriyanto Hendrik, S.E. (2021 s.d 2022)

38. Letnan Kolonel Inf Donny Rahmad Putra, S.Sos., M.A.P. (2022 s.d 2023)

39. Letnan Kolonel Inf Wahyu Widya Sasono, S.I.P. (2023 s.d 2024)

40. Letnan Kolonel Inf Muhammad Nurul Chabibi, S.H. (2024 s.d sekarang)

Referensi & Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pertempuran Tours

Pertempuran Tours (10 Oktober 732) atau Pertempuran Poitiers atau (bahasa Arab: معركة بلاط الشهداءcode: ar is deprecated , translit. Ma'rakah Balath Asy-Syuhada)

Abad ke-8 SM

Amazia (68 tahun), raja Yehuda ke-10 732 SM - Pekah bin Remalya, raja Israel (Samaria) ke-19 (antara September 732 SM - April 731 SM). 731 SM - Yotam bin

Kerajaan Galuh

Jambri/Sanjaya, Rakai Mataram/Harisdarma (723-732); Galuh bersatu dengan Sunda Tamperan Barmawijaya (732-739) Sang Manarah (Ciung Wanara) (739-746) Rakeyan

Prasasti Canggal

adalah prasasti dalam bentuk candra sengkala berangka tahun 654 Saka atau 732 Masehi yang ditemukan di halaman Candi Gunung Wukir di Dusun Canggal, desa

Karl Martell

Al-Andalus, maju menuju Galia dan Tours, "kota suci Galia"; pada bulan Oktober 732, pasukan Kekhalifahan Umayyah yang dipimpin oleh Al Ghafiqi bertemu dengan

Elche CF

kandangnya di Stadion Manuel Martínez Valero, yang memiliki kapasitas 33.732 penonton. Elche CF juga memiliki hubungan afiliasi dengan klub asal Inggris

Ibnu Khaldun

Muqaddimah (Pendahuluan/Pengantar). Lelaki yang lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H/27 Mei 1332 M ini dikenal sebagai sejarawan dan bapak sosiologi Islam yang

Departemen Pertahanan Amerika Serikat

000 Garda Nasional dan cadangan dari angkatan bersenjata, dan lebih dari 732.000 warga sipil sehingga total menjadi lebih dari 2,8 juta karyawan. Berkantor