Normalisasi pangkalan data ialah proses penyusunan pangkalan data relasional sesuai dengan rangkaian apa yang disebut bentuk normal untuk mengurangi redundansi data dan meningkatkan integritas data. Pertama diusulkan oleh Edgar F. Codd sebagai bagian model relasional miliknya.

Normalisasi mencakup pengelolaan kolom (atribut) dan tabel (relasi) akan suatu pangkalan data untuk menjamin bahwa dependensi berjalan secara benar dengan keterbatasan integritas pangkalan data. Dicapai dengan menerapkan beberapa aturan formal, baik dengan proses sintesis (menciptakan rancangan pangkalan data yang baru) atau dekomposisi (meningkatkan rancangan pangkalan data yang ada).

Tujuan

sunting

Tujuan akan normalisasi di luar 1NF (bentuk normal pertama) sebagaimana dinyatakan Codd :

  1. Kepada keleluasaan koleksi akan relasi-relasi dari dependensi penambahan, pengubahan dan penghapusan yang tidak diindahkan.
  2. Mengurangi keperluan penstrukturan ulang koleksi akan relasi, seraya tipe data baru diperkenalkan.
  3. Mencapai model relasional kian informatif bagi pengguna.
  4. Menjadikan koleksi akan relasi netral kepada statistik kueri yang mana statistik dapat berubah seiring berjalan waktu.

— E.F. Codd, "Further Normalization of the Data Base Relational Model"

Meminimalkan perancangan ulang kala perluasan struktur pangkalan data

sunting

Pangkalan data yang penuh akan normalisasi mengizinkan struktur diperluas untuk akomodasi tipe data baru tanpa mengubah struktur terlalu banyak. Sebagaimana interaksi aplikasi dengan pangkalan data terpengaruh minimal.

Bentuk normal

sunting

Codd memperkenalkan konsep normalisasi dan apa yang kini diketahui sebagai bentuk normal pertama (1NF) pada tahun 1970. Codd melanjutkan kepada mendefinisikan bentuk normal kedua (2NF) dan bentuk normal ketiga (3NF) pada tahun 1971, lalu bentuk normal Boyce-Codd (BCNF) didefinisikan oleh Codd dan Raymond F. Boyce pada tahun 1974.

Secara tidak formal, sebuah relasi pangkalan data relasional kerap digambarkan sebagai "normalisasi" bila memenuhi bentuk normal ketiga.[1] Sebagian besar relasi 3NF ialah keleluasaan akan anomali penambahan, pengubahan dan penghapusan.

Referensi

sunting
  1. ^ Date, C. J. (1999). An Introduction to Database Systems. Addison-Wesley. hlm. 290.

Pranala luar

sunting

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Pangkalan data berorientasi dokumen

database normalization basics". Microsoft. 14 July 2023. Wambler, Scott (22 March 2023). "The Object-Relational Impedance Mismatch". Agile Data. Assaf Arkin

Kuwait

uther=Yoel%20Guzansky Guzansky, Y., & Winter, O. (2020). Apolitical Normalization: A New Approach to Jews in Arab States. INSS Insight No. 1332, June

Misinformasi vaksinasi

1378–1384. doi:10.2105/AJPH.2018.304567. PMC 6137759. PMID 30138075. "Normalization of vaccine misinformation on social media amid COVID 'a huge problem'"

Normalisasi (Cekoslowakia)

Alexander Dubček Partai Komunis Cekoslowakia Templat:Studi negara "'Normalization' (Normalizace)", in Historical Dictionary of the Czech State, by Rick

Konflik sosial berkepanjangan

Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Bermudez, Angela (2019). "The Normalization of Political Violence in History Textbooks: Ten Narrative Keys". Research

Daftar istilah komputer

6x86 D (bahasa pemrograman) Kompresi data (Data compression) Normalisasi pangkalan data (Database normalization) Decidable set Deep Blue Desktop publishing

Partai Persatuan Pembangunan

“Patterns of normalization: Islamist parties in Indonesia”, in Quinn Mecham and Julie Chernov Hwang (Eds.), Islamist parties and political normalization in the

Bentuk kanonik

Springer-Verlag, hlm. 117–118, ISBN 0-387-94365-X "Description of the database normalization basics". support.microsoft.com. Diakses tanggal 2019-11-20. Shilov,