Febrie Adriansyah
Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus
Mulai menjabat
5 Januari 2022
Sebelum
Pendahulu
Ali Mukartono
Pengganti
Petahana
Sebelum
Informasi pribadi
Lahir19 Februari 1968 (umurย 58)
Jakarta, Indonesia
Almamater
Sunting kotak info
Sunting kotak infoย โ€ข Lย โ€ข B
Bantuan penggunaan templat ini

Febrie Adriansyah (lahir 19 Februari 1968) adalah jaksa Indonesia yang menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung Republik Indonesia, sejak 10 Januari 2022.[1] Meski lahir di Jakarta, tapi Ia menghabiskan masa kecilnya di Jambi. Bahkan, Febrie menamatkan pendidikannya mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi di Jambi. Ia menempuh pendidikan sarjananya, di Fakultas Hukum Universitas Jambi dan meraih gelar Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Airlangga.[2]

Disertasi doktornya yang berjudul "Reformulasi Bukti Permulaan yang Cukup dalam Penyitaan Aset Tindak Pidana Pencucian Uang".[3] Febri menangani sejumlah kasus korupsi, seperti kasus Jiwasraya, Asabri, Garuda Indonesia, dan BTS Kominfo.[4] Febrie Adriansyah hanya lima bulan menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta sejak 29 Juli 2021.[5] Sebelum menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, ia menjabat sebagai Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda bidang Pidana Khusus Kejagung.

Debut Febri Adriansyah sebagai jaksa dimulai di Kejaksaan Negeri Sungai Penuh, Kerinci pada tahun 1996 hingga.[butuh rujukan] Jabatan terakhirnya di Kejari Sungai Penuh adalah sebagai Kasi Intelijen. Febrie kemudian berpindah-pindah tugas. Ia pernah menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Bandung, Aspidsus Kejati Jawa Timur, Wakajati Daerah Istimewa Yogyakarta, Wakajati DKI Jakarta, dan Kajati Nusa Tenggara Timur.[6]

Tanda Jasa

sunting
Satyalancana Karya Satya 20 Tahun Satyalancana Karya Satya 10 Tahun

Referensi

sunting
  1. ^ https://www.kejati-bali.go.id/berita/detail/747
  2. ^ https://pddikti.kemdikbud.go.id/data_mahasiswa/QTQzRDZCQTItQThBMS00RDQ0LUFBRTctNjM4NDczNzM1ODJF
  3. ^ https://repository.unair.ac.id/79314/
  4. ^ "Karier Moncer Febrie Adriansyah, dari Dirdik Kini Jadi JAM-Pidsus Kejagung". story.kejaksaan.go.id. Diakses tanggal 2024-05-26.
  5. ^ https://news.detik.com/berita/d-5661211/jaksa-agung-lantik-febrie-adriansyah-jadi-kajati-dki
  6. ^ Media, Kompas Cyber (2024-05-26). "Profil Jampidsus Febrie Ardiansyah yang Diduga Dikuntit Anggota Densus 88, Tangani Kasus Korupsi Timah". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-05-26.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Sunan Ampel

Through Multidisciplinary Study (hal 2). Universitas Raden Rahmad. http://repository.unitomo.ac.id/561/1/UNIRA%20-ok-ilovepdf-compressed.pdf Sumber Sejarah

Apache Apex

Apex adalah kerangka kerja pemrosesan mahadata (big data) berskala besar yang berfokus pada aliran data (stream-first). Teknologi ini dirancang untuk menangani

Abdul Muโ€™ti

2019 ย Indonesia: Bintang Mahaputera Utama (25 Agustus 2025) https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/47177 "Presiden Prabowo Subianto

Rismon Sianipar

isyarat stasioner dan non-stasioner". Diakses tanggal 22 Des 2025 โ€“ via etd.repository.ugm.ac.id. "Profil Rismon Sianipar, Sosok yang Menyebut Ijazah Jokowi

Emoji wajah tertawa sampai menangis

Diakses tanggal 2020-09-21. Unicode, Inc. "Annotations". Common Locale Data Repository. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-01-23. Diakses tanggal

Manipulasi data

modifikasi dan pengambilan data pada Repository. Manipulasi data dapat digunakan dalam ilmu data dari berbagai cara. Proses manipulasi data biasanya melibatkan

Generasi Alfa

Gagasan Kritis Sosiologi Keluarga di Era Masyarakat Kontemporer". UNAIR Repository. Universitas Airlangga. Diakses tanggal 2025-12-30. "Children and parents:

Plazi

Biodiversity Literature Repository dan memelihara repositori literatur taksonomi digital ini di Zenodo untuk menyediakan akses ke data FAIR yang dikonversi