Kejatuhan Lucifer, ilustrasi oleh Gustave Dorรฉ untuk buku Paradise Lost karangan John Milton.

Lucifer adalah nama yang sering kali diberikan kepada Iblis dalam keyakinan Kristen karena penafsiran tertentu atas sebuah ayat dalam Kitab Yesaya. Secara lebih khusus, diyakini bahwa inilah nama Iblis sebelum ia diusir dari surga.

Etimologi

sunting

Dalam bahasa Latin, kata "Lucifer" yang berarti "Pembawa Cahaya" (dari kata lux, lucis yang artinya "cahaya" dan ferre artinya "membawa"), adalah sebuah nama untuk "Bintang Fajar" (planet Venus ketika muncul pada dini hari).

Pemakaian dalam Alkitab

sunting

Versi Vulgata (Alkitab dalam bahasa Latin) menggunakan kata ini dua kali untuk merujuk kepada Bintang Fajar: sekali dalam 2 Petrus 1:19 untuk menerjemahkan kata Yunani "ฮฆฯ‰ฯƒฯ†ฯŒฯฮฟฯ‚" (Fosforos), yang memiliki arti harfiah yang persis sama dengan "Pembawa Cahaya" yang dimiliki "Lucifer" dalam bahasa Latin; dan sekali dalam Yesaya 14:12 untuk menerjemahkan "ื”ื™ืœืœ" (Hรชlฤ“l), yang juga berarti "Bintang Fajar". Dalam ayat yang belakangan nama "Bintang Fajar" diberikan kepada raja Babilonia yang lalim, yang dikatakan oleh nabi akan jatuh. Ayat ini ditujukan kepada raja iblis, dengan demikian nama " Lucifer " kemudian digunakan untuk Setan, dan dipopulerkan dalam karya-karya seperti "Inferno" oleh Dante dan Paradise Lost oleh Milton, tetapi bagi para pengguna bahasa Inggris, pengaruhnya yang terbesar disebabkan karena nama ini digunakan dalam Alkitab Versi Raja James, sementara versi-versi bahasa Inggris lainnya menerjemahkannya dengan "Bintang Fajar" atau "Bintang Siang". Sebuah nas serupa dalam Kitab Yehezkiel 28:11-19 mengenai raja Tirus juga diberikan kepada Setan, sehingga menambahkan gambaran lain kepada gambaran Setan dan kejatuhannya yang tradisional.[1]

Penafsiran Kata Lucifer

sunting
A 2nd-century sculpture of the moon goddess Selene accompanied by Hesperus and Phosphorus: the Morning star was later Latinized as "Lucifer".
Terjemahan Baru: Wah, engkau sudah jatuh dari langit, hai Bintang Timur, putera Fajar, engkau sudah dipecahkan dan jatuh ke bumi, hai yang mengalahkan bangsa-bangsa!"
bahasa Ibrani (dari kanan ke kiri) ืึตื™ืšึฐ ื ึธืคึทืœึฐืชึธึผ ืžึดืฉึธึผืืžึทื™ึดื ื”ึตื™ืœึตืœ ื‘ึถึผืŸึพืฉึธืื—ึทืจ ื ึดื’ึฐื“ึทึผืขึฐืชึธึผ ืœึธืึธืจึถืฅ ื—ึนื•ืœึตืฉื ืขึทืœึพื’ึนึผื•ื™ึดึฝืืƒ
Transliterasi Interlinear: 'รŠYKH {wahai} Nร‚FALETร‚ {engkau jatuh} MISYร‚MAYIM {dari langit} HรŠYLรŠY {bintang timur} BEN-SYร‚KHAR {anak fajar} NIGEDA'ETร‚ {engkau dipotong} Lร‚'ร‚RETS {ke bumi} KHร•LรŠSY {engkau mengalahkan} 'AL-Gร•YIM {atas bangsa-bangsa}.

Kata "Lucifer" digunakan oleh Jerome pada abad keempat ketika menerjemahkan Vulgata (Alkitab bahasa Latin). Ungkapan Ibrani "HEYLEL BEN-SYAKHAR"; "HEYLEL" adalah kata Ibrani untuk "bintang Timur" alias planet Venus, sedangkan "BEN-SYAKHAR" harfiah "anak (putra) Fajar".

"quomodo cecidisti de caelo lucifer qui mane oriebaris corruisti in terram qui vulnerabas gentes".

Kata "Lucifer" muncul dalam Alkitab Terjemahan seperti King James Version/ Douay Rheims/ Darby, mungkin diserap dari Alkitab Latin (Vulgata).

"How art thou fallen from heaven, O Lucifer, son of the morning! how art thou cut down to the ground, which didst weaken the nations!"
How art thou fallen from heaven, O Lucifer, who didst rise in the morning? how art thou fallen to the earth, that didst wound the nations?
How art thou fallen from heaven, Lucifer, son of the morning! Thou art cut down to the ground, that didst prostrate the nations!

Dalam terjemahan bahasa Inggris lain, misalnya "New International Version (NIV)" tidak dijumpai kata Lucifer Tidak adanya kata "Lucifer" terkait dalam "Gerakan Hanya Alkitab King James" (King James Only Movement) yang menyatakan bahwa Alkitab-alkitab modern kecuali Alkitab King James tahun 1611 merupakan hasil kopi yang telah dirusak dan tidak bisa dipercaya lagi sepenuhnya.

  • New International Version:
"How you have fallen from heaven, O morning star, son of the dawn! You have been cast down to the earth, you who once laid low the nations!"

Dalam terjemahan Young's Literal Translation (YLT) tidak ada kata Lucifer:

  • Young's Literal Translation:
How hast thou fallen from the heavens, O shining one, son of the dawn! Thou hast been cut down to earth, O weakener of nations.

Naskah Masora Ibrani hanya menulis HEYLEL dari kata HALAL, "memuji". Dalam ayat itu tidak dijumpai kata Iblis (bahasa Ibrani: "Satan"). Kata Indonesia "setan" hanya dijumpai dalam Perjanjian Baru.

Tidak ada kata "Lucifer" dalam Perjanjian Baru bahasa Yunani maupun Alkitab Ibrani. Kata Lucifer adalah kata terjemahan, bukan kata dalam bahasa asli Alkitab. Terjemahan lain yaitu dari sumber-sumber Yahudi, misalnya Hebrew Names Version (HNV) of the World English Bible, juga tidak memakai kata "Lucifer".

  • Hebrew Names Version of the World English Bible:
"How you are fallen from heaven, Heylel, son of the morning! How you are cut down to the ground, who laid the nations low!"
  • Jewish Publication society Tanakh:
How art thou fallen from heaven, O day-star, son of the morning! How art thou cut down to the ground, that didst cast lots over the nations!
  • The Orthodox Jewish Bible:
"How art thou fallen from Shomayim, O Heilel Ben Shachar! How art thou cast down to the earth, thou, which hast laid low the Goyim!"

Jadi jelas, bahwa kata Lucifer adalah terjemahan dalam bahasa Latin, digunakan dalam Vulgata, Alkitab bahasa Latin.

Jika kita baca konteks Yesaya 14:1โ€“23, ayat tentang Lucifer ini mengacu kepada raja Babel:

  • Ada yang mengatakan Nebukadnezar.
  • Ada pula yang mengatakan ada raja Babel yang bernama Heylel bin Syakhar.

Terjemahan Septuaginta (LXX, dalam bahasa Yunani) untuk ayat Yesaya 14:12:

  • LXX:
ฯ€ฯ‰ฯ‚ ฮตฮพฮตฯ€ฮตฯƒฮตฮฝ ฮตฮบ ฯ„ฮฟฯ… ฮฟฯ…ฯฮฑฮฝฮฟฯ… ฮฟ ฮตฯ‰ฯƒฯ†ฮฟฯฮฟฯ‚ ฮฟ ฯ€ฯฯ‰ฮน ฮฑฮฝฮฑฯ„ฮตฮปฮปฯ‰ฮฝ ฯƒฯ…ฮฝฮตฯ„ฯฮนฮฒฮท ฮตฮนฯ‚ ฯ„ฮทฮฝ ฮณฮทฮฝ ฮฟ ฮฑฯ€ฮฟฯƒฯ„ฮตฮปฮปฯ‰ฮฝ ฯ€ฯฮฟฯ‚ ฯ€ฮฑฮฝฯ„ฮฑ ฯ„ฮฑ ฮตฮธฮฝฮท
Transliterasi: pรดs exepesen ek tou ouranou ho heรดsphoros ho proi anatellรดn sunetribรช eis tรชn gรชn ho apostellรดn pros nanta ta ethnรช

Septuaginta menerjemahkannya "ho heosphoros ho proi"; "heos" berarti "hingga; sampai", "phoros" berarti "cahaya" dan "proi" adalah "dini hari".

Hubungan Lucifer dengan Iblis

sunting

Beberapa penafsir beranggapan bahwa ayat-ayat ini bukan hanya mengacu kepada raja Babel, tetapi juga berisi acuan yang terselubung kepada Iblis. Mereka menghubungkan hal ini dengan pernyataan Yesus Kristus di bawah ini:

Lalu kata Yesus kepada mereka: "Aku melihat Iblis jatuh seperti kilat dari langit."
Textus Receptus: ฮตฮนฯ€ฮตฮฝ ฮดฮต ฮฑฯ…ฯ„ฮฟฮนฯ‚ ฮตฮธฮตฯ‰ฯฮฟฯ…ฮฝ ฯ„ฮฟฮฝ ฯƒฮฑฯ„ฮฑฮฝฮฑฮฝ ฯ‰ฯ‚ ฮฑฯƒฯ„ฯฮฑฯ€ฮทฮฝ ฮตฮบ ฯ„ฮฟฯ… ฮฟฯ…ฯฮฑฮฝฮฟฯ… ฯ€ฮตฯƒฮฟฮฝฯ„ฮฑ
Transliterasi Interlinear: eipen {Dia berkata} de {lagi} autois {kepada mereka} etheรดroun {Aku melihat} ton satanan {Setan atau Iblis} hรดs {seperti} astrapรชn {kilat} ek {ke luar dari} tou ouranou {langit} pesonta {jatuh dibuang}[2]

Peter Binsfield, seorang uskup Jerman, mengkategorikan dosa-dosa utama manusia ke dalam tujuh dosa pokok dan Lucifer dianggap mewakili dosa kesombongan.[butuh rujukan]

Entitas

sunting

Dalam Kitab Yesaya bagian 14 ayat 12 diketahui bahwa entitas Lucifer tidak sama dengan setan. Ayat ini menyatakan bahwa Lucifer adalah putra dari Sang Fajar, yaitu Bintang Fajar. Dalam pengertian ini, entitas Lucifer disamakan dengan planet Venus yang julukannya adalah Bintang Fajar dalam tradisi Yunani Kuno dan Romawi Kuno. Pandangan ini tampak kontradiksi karena dalam tradisi Yunani Kuno dan Romawi Kuno, Venus atau Aprodhite adalah seorang anak perempuan yang berperan dalam mendukung kehidupan. Namun, dari segi sifat, Lucifer dan Venus memiliki kesamaan tentang hawa nafsu dan seksualitas hewan. Persimbolan yang meyamakan keduanya ialah apel. Lucifer memberikan apel kepada Hawa untuk menggodanya, sedangkan Venus diberikan apel oleh Paris sebagai isyarat untuk mempercepat penculikan Helene dan mengadakan perang dunia di dunia kuno.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ Yehezkiel 28:11โ€“19
  2. ^ Interlinear Yunani-Inggris
  3. ^ Black, Jonathan (2015). Wiyati, Nunung (ed.). Sejarah Dunia yang Disembunyikan [The Secret History of the World]. Diterjemahkan oleh Soekato, I. B., dan Toha, A. Jakarta: PT Pustaka Alvabet. hlm.ย 80โ€“81. ISBNย 978-602-9193-67-1. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: translators list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Lihat pula

sunting

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ibnu Rusyd

Metafisika, De Anima dan De Caelo, serta banyak tafsir pendek dan menengah. Setelah itu, para penulis Eropa lainnya, seperti Hermannus Alemannus, William de Luna

UFO

"bahwa kapal hantu itu terlihat berkilauan di langit" (navium speciem de caelo adfulsisse). Menurut Plutarkhos, pada tahun 74 SM, pasukan Republik Romawi

Peri Ouranou

Yunani Kuno, ฮ ฮตฯแฝถ ฮฟแฝฯฮฑฮฝฮฟแฟฆ) atau lebih dikenal dengan judul Bahasa Latin De Caelo ("Tentang Langit") adalah karya utama Aristoteles di bidang kosmologi.

Comma Johanneum

bagian yang dicetak tebal. Vulgata quoniam tres sunt qui testimonium dant in caelo pater verbum et spiritus sanctus et hi tres unum sunt et tres sunt qui testimonium

Fisika Aristoteles

kecuali di jilid 1 dan jilid 2. Lalu ia menulis Metaphysics A 983 De Caelo dan De Generatione et Corruptione. Fisika Aristoteles dinyatakan keliru melalui

Yesaya 14

apostellรดn pros nanta ta ethnรช Alkitab Vulgata (abad ke-4 M) "quomodo cecidisti de caelo lucifer qui mane oriebaris corruisti in terram qui vulnerabas gentes".

Sejarah mekanika klasik

Society: 81โ€“94. doi:10.1086/384242. JSTORย 237475. Aristotle: On the Heavens (de Caelo) book 13, section 295a Aristotle:Physics Book 4 On motion in a void Espinoza

Ejae

Her 30s". Vulture (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 24 Oktober 2025. De Guzman, Alyana (29 November 2025). "EJAE reveals why she never debuted with