📑 Table of Contents
De Kroonduif
Didirikan1955
Berhenti beroperasi1963
PenghubungBandar Udara Biak-Mokmer
ArmadaDC-3 dan Twin Pioneer
Tujuan19 (per 1958)
Perusahaan indukKLM
Kantor pusatBiak, Nugini Belanda

De Kroonduif, sebuah bekas anak maskapai Belanda KLM, merupakan maskapai nasional Nugini Belanda (sekarang provinsi Papua, Indonesia), antara 1955 dan 1963. Nama 'kroonduif' merupakan bahasa Belanda yang berarti 'merpati bermahkota', merujuk kepada Mambruk Victoria di Nugini, yang mana ditetapkan sebagai logo perusahaan.

Sejarah

sunting
Pesawat De Kroonduif dengan kode registrasi JZ-PAA

Pada 14 Juli 1955, perusahaan Nederlands Nieuw Guinea Luchtvaart Maatschappij (NNGLM) didirikan sebagai subsidiari maskapai Belanda KLM, untuk menyediakan penerbangan di Nugini Belanda. Maskapai baru ini, beroperasi di bawah nama De Kroonduif, berbasis di Biak, dan mengoperasikan beberapa rute di teritori Belanda tersebut menggunakan 2 pesawat De Havilland Canada Beaver.

Kemudian, armadanya ditambah dengan Douglas DC-3 Dakota dan Twin Pioneer.

Setelah Papua dimasukkan dalam teritori Indonesia, pada 1 Januari 1963, operasi De Kroonduif digantikan oleh Garuda Indonesia.

Kota Tujuan

sunting

Menurut jadwal penerbangan De Kroonduif tanggal 1 Desember 1958, pada waktu itu kota-kota yang dilayani adalah:

Referensi

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Merpati Nusantara Airlines

berupa sejumlah pesawat terbang yang sebelumnya digunakan oleh maskapai de Kroonduif asal Belanda, di mana awalnya pesawat itu diterbangkan oleh pilot Garuda

Bandar Udara Rendani

Nederlands Nieuw Guinea (Belanda) Vliegen in het stenen tijdperk:De Dakota's van de Kroonduif Diarsipkan 2010-10-28 di Wayback Machine. "Batik Air Buka Rute

Bandar Udara Jefman

Maskapai Tujuan de Kroonduif (hingga 1962) Hollandia Jakartaโ€”Kemayoran Merpati Airlines Jayapura

Bandar Udara Kemayoran

di dekat Weltevreden". Tanah ini merupakan milik Komandan VOC, Isaac de l'Ostal de Saint-Martin (1629โ€“1696) yang dikenal oleh penduduk setempat dengan