Klasifikasi Persepuluhan Dewey[1] (Dewey Decimal Classification (DDC), juga disebut Sistem Desimal Dewey) adalah sebuah sistem klasifikasi perpustakaan yang diciptakan oleh Melvi Dewey (1851โ€“1931) pada tahun 1876, dan sejak saat itu telah banyak dimodifikasi dan dikembangkan dalam 23 kali revisi yang telah terjadi hingga tahun 2011.[2]

Sejarah awal

sunting

Klasifikasi Persepuluhan Dewey dibuat pada tahun 1873 oleh Melvi Dewey dengan rintisan awal berupa konsep-konsep yang belum dipublikasikan. Publikasi baru diadakan pada tahun 1976 dengan menerbitkan sebuah pamflet setebal 44 halaman yang diberi judul A Classification and Subject Index for Cataloguing and Arranging the Books and Pamphlets of a Library. Pamflet tersebut diterbitkan secara anonim. Klasifikasi Desimal Dewey ini merupakan hasil pengembangan dari sistem klasifikasi perpustakaan yang dibuat oleh William Torrey Harris pada tahun 1870. Dasar pembuatan Klasifikasi Desimal Dewey adalah gagasan dari Francis Bacon yang membagi pengetahuan menjadi tiga kategori yaitu sejarah, sastra dan filsafat. Landasan tersebut didasarkan pula pada pikiran manusia yang terbagi menjadi tiga yaitu ingatan, khayalan dan nalar.[3]

Perancangan

sunting

Klasifikasi Dewey muncul pada sisi buku-buku koleksi perpustakaan. Klasifikasi dilakukan berdasarkan subjek, kecuali untuk karya umum dan fiksi. Kodenya ditulis atau dicetakkan ke sebuah stiker yang dilekatkan ke sisi buku atau koleksi perpustakaan tersebut. Bentuk kodenya harus lebih dari tiga digit; setelah digit ketiga akan ada sebuah tanda titik sebelum diteruskan angka berikutnya.

Contoh kode:

  • 330.94 = ekonomi Eropa, di mana 330 adalah kode untuk ekonomi dan 94 untuk Eropa.

Buku-buku diletakkan dengan mengurutkan berdasarkan nomor. Jika dua atau lebih buku memiliki nomor klasifikasi yang sama, sistem akan membagi kelas tersebut secara alfabet.

Ada sepuluh kelas utama dalam klasifikasi Dewey. Sepuluh kelas tersebut dibagi lagi kepada 10 bagian; yang lalu bisa dibagi lagi kepada 10 bagian.

Sepuluh kelas utama tersebut adalah:

Pada tahun 2011 telah terbit DDC edisi 23 dikenal dengan DDC23.

Keunggulan dari klasifikasi persepuluhan dewey adalah bersifat universal dan sistematis.[4]

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Pengantar Klasifikasi Persepuluhan Dewey, Towa P. Hamakonda dan J.N.B. Tairas, BPK Gunung Mulia, 1978
  2. ^ DDC 23 Print Edition
  3. ^ Sembiring, Darwis (2014). Pengolahan Bahan Pustaka: Klasifikasi dan Katalogisasi. Bandung: Yrama Widya. hlm.ย 48. ISBNย 978-602-277-582-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ^ Anggraeni, Diah Bekti; Rahmawati, Fitri Puji; Aditama, Madya Giri (2021). "Pengembangan Sistem Klasifikasi Kepustakaan dengan Dewey Decimal Classification (DDC)" (PDF). Buletin KKN Pendidikan. 3 (2): 152โ€“160. doi:10.23917/bkkndik.v3i2.15734.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Dolar Australia

dolar Lima puluh dolar Seratus dolar (Inggris) Sound recording of 1966 Decimal Currency radio advertisement Diarsipkan 2012-04-23 di Wayback Machine.

Sistem bilangan biner

d_{n}} ) dikalikan dengan pangkat 2 nya ( 2 n {\displaystyle 2^{n}} ): decimal = d0 ร— 20 + d1 ร— 21 + d2 ร— 22 + ... Contoh: Tabel dibawah ini menunjukkan

ISO 8601

3.1.3.9 Decimal sign ISO 8601:2004(E), ISO, 2004-12-01, 4.2.2.4 ... the decimal fraction shall be divided from the integer part by the decimal sign specified

Sentimeter

Meter Dekameter Hektometer Kilometer Megameter Gigameter Terameter Senti- "Decimal multiples and submultiples of SI units". Bureau International des Poids

Daftar bilangan prima

(โ€ŠA051254) Primes for which there is no shorter sub-sequence of the decimal digits that form a prime. There are exactly 26 minimal primes: 2, 3, 5

Pemisah Desimal

areas) Catatan: The comma as a decimal separator is the national literary convention, but many places use the dot as decimal separator due to prevalence

Pi

2006, hlm.ย 110โ€“111, 206 Bellard, Fabrice, "Computation of 2700 billion decimal digits of Pi using a Desktop Computer", 11 Feb 2010. Plouffe, Simon (April

Sistem bilangan desimal

digit bukan nol setelah pemisah desimal terkadang disebut terminating decimal. Desimal berulang merupakan sebuah desimal takhingga yang mengulangi barisan