Lobotomi
Intervensi
SinonimLeukotomi
ICD-9-CM01.32
MeSHD011612

Lobotomi, atau leukotomi, adalah bentuk perawatan bedah saraf untuk gangguan kejiwaan atau gangguan neurologis (misalnya epilepsi) yang melibatkan pemutusan koneksi di korteks prefrontal otak.[1] Pembedahan ini menyebabkan sebagian besar koneksi ke dan dari korteks prefrontal, bagian anterior dari lobus frontal otak, terputus.

Pada masa lalu, perawatan ini digunakan untuk mengobati gangguan kejiwaan sebagai prosedur utama di beberapa negara. Prosedur ini kontroversial sejak awal penggunaannya, sebagian karena kurangnya pemahaman atas tingkat keparahan dan kronisitas penyakit kejiwaan yang parah dan bertahan lama, sehingga diklaim sebagai pengobatan yang tidak tepat.[2] Bedah lobus frontal, termasuk lobotomi, adalah operasi kedua yang paling umum untuk epilepsi hingga hari ini, dan biasanya dilakukan pada satu sisi otak, tidak seperti lobotomi untuk gangguan kejiwaan yang dilakukan pada kedua sisi otak.[3]

Pencetus prosedur ini, ahli saraf Portugis Antรณnio Egas Moniz, berbagi Penghargaan Nobel untuk Fisiologi atau Kedokteran tahun 1949 untuk "penemuan nilai terapeutik leukotomi dalam psikosis tertentu",[n 1] meskipun pemberian penghargaan ini telah menjadi subjek kontroversi.[5]

Penggunaan prosedur ini meningkat secara dramatis dari awal tahun 1940-an hingga 1950-an; pada tahun 1951, hampir 20.000 lobotomi telah dilakukan di Amerika Serikat dan lebih banyak lagi secara proporsional di Britania Raya.[6] Lebih banyak lobotomi dilakukan pada wanita daripada pria: sebuah studi tahun 1951 menemukan bahwa hampir 60% pasien lobotomi Amerika adalah wanita, dan data terbatas menunjukkan bahwa 74% lobotomi di Ontario dari tahun 1948 hingga 1952 dilakukan pada pasien wanita.[7][8][9] Lobotomi mulai ditinggalkan pada tahun 1950-an,[10] pertama di Uni Soviet[11] dan Eropa.[12] Istilah ini berasal dari bahasa Yunani: bahasa Yunani: ฮปฮฟฮฒฯŒฯ‚ lobos "lobus" dan ฯ„ฮฟฮผฮฎ tomฤ“ "memotong, mengiris".

Lihat pula

sunting

Catatan

sunting
  1. ^ Walter Rudolf Hess, yang merupakan pemenang bersama dengan Moniz dari Penghargaan Nobel pada tahun 1949 untuk karyanya pada fungsi otak tengah, tidak memiliki keterlibatan dengan leukotomi.[4]

Kutipan

sunting
  1. ^ "Lobotomy: Definition, Procedure & History". Live Science. Diakses tanggal 28 Juni 2018.
  2. ^ Raz 2009, hlm.ย 116
  3. ^ Hirata, Sachiko; Morino, Michiharu; Nakae, Shunsuke; Matsumoto, Takahiro (Januari 2020). "Surgical Technique and Outcome of Extensive Frontal Lobectomy for Treatment of Intracable Non-lesional Frontal Lobe Epilepsy". Neurologia Medico-chirurgica. 60 (1): 17โ€“25. doi:10.2176/nmc.oa.2018-0286. ISSNย 0470-8105. PMCย 6970070. PMIDย 31801933.
  4. ^ Nobelprize.org 2013.
  5. ^ Sutherland 2004
  6. ^ Levinson, Hugh (8 November 2011). "The strange and curious history of lobotomy". BBC News. BBC.
  7. ^ Johnson, Jenell (2014). American Lobotomy: A Rhetorical History. University of Michigan Press. hlm.ย 50โ€“60. ISBNย 978-0472119448. Diakses tanggal 12 Agustus 2017.
  8. ^ El-Hai, Jack (21 Desember 2016). "Race and Gender in the Selection of Patients for Lobotomy". Wonders & Marvels. Diakses tanggal 12 Agustus 2017.
  9. ^ "Lobotomies". Western University. Diakses tanggal 12 Agustus 2017.
  10. ^ Kalat, James W. (2007). Biological psychology (Edisi 9th). Belmont, California: Wadsworth/Thomson Learning. hlm.ย 101. ISBNย 9780495090793.
  11. ^ Zajicek, Benjamin (2017). "Banning the Soviet Lobotomy: Psychiatry, Ethics, and Professional Politics during Late Stalinism". Bulletin of the History of Medicine. 91 (1): 33โ€“61. doi:10.1353/bhm.2017.0002. ISSNย 1086-3176. PMIDย 28366896. S2CIDย 46563971.
  12. ^ Gallea, Michael (Summer 2017). "A brief reflection on the not-so-brief history of the lobotomy". BCMedical Journal. 59: 302โ€“04. Diarsipkan dari asli tanggal 7 Februari 2019. Diakses tanggal 4 Februari 2019.

Sumber

sunting

Sumber cetak

Sumber daring

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Penyakit Parkinson

penanganan movement disorder, yakni Deep Brain Stimulation (DBS) untuk kelambatan dalam bergerak dan Stereotactic Brain Lession, yang juga paling efektif

Nyeri bayangan

PMIDย 16571541. Bittar, R. G.; Otero, S.; Carter, H.; Aziz, T. Z. (2005). "Deep brain stimulation for phantom limb pain". Journal of Clinical Neuroscience. 12 (4):

Tortikolis

stimulation, yaitu pemasangan elektroda yang mengirim arus listrik lemah ke saraf tulang belakang untuk meredakan nyeri; dan Deep brain stimulation,

Frekuensi tinggi

et al., "Transient Acute Depression Induced by High-Frequency Deep-Brain Stimulation". New England Journal of Medicine, Volume 340:1476-1480 May 13,

Viviana Gradinaru

PMIDย 23575631. "Settling the debate on serotonin's role in sleep: The brain chemical is necessary to get enough sleep". ScienceDaily (dalam bahasa Inggris)

Psikobedah

of mood disorders: traditional psychosurgery and the advent of deep brain stimulation". Current Opinion in Psychiatry. 22 (1): 25โ€“31. doi:10.1097/YCO

Manusia

or 11, followed by adrenarche (growth of pubic hair due to androgen stimulation), peak height velocity, and finally menarche (the onset of menses), which

Halusinasi suara

Roth Y, Kotler M, Zangen A, Dannon P (February 2011). "Deep transcranial magnetic stimulation for the treatment of auditory hallucinations: a preliminary