Demam puerperal
Streptococcus pyogenes (bola-bola merah) sering kali menjadi penyebab demam puerperal
SpesialisasiObstetri Sunting ini di Wikidata

Demam puerperal atau infeksi postpartum adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran reproduksi perempuan setelah terjadinya kelahiran atau keguguran.[1] Gejalanya biasanya adalah demam yang lebih tinggi dari 38,0 °C, sakit perut, dan keluaran cairan vagina yang berbau tidak sedap.[1] Demam ini biasanya terjadi setelah 24 jam dan dalam rentang waktu sepuluh hari setelah kelahiran.[2]

Salah satu faktor risiko demam puerperal adalah keberadaan bakteri tertentu seperti streptokokus kelompok B di vagina.

Pada 2015, diperkirakan terdapat 11,8 juta kejadian infeksi postpartum.[3]

Catatan kaki

sunting
  1. ^ a b "37". Williams obstetrics (Edisi 24th). McGraw-Hill Professional. 2014. hlm. Chapter 37. ISBN 978-0-07-179893-8.
  2. ^ Hiralal Konar (2014). DC Dutta's Textbook of Obstetrics. JP Medical Ltd. hlm. 432. ISBN 978-93-5152-067-2. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-12-08.
  3. ^ GBD 2015 Disease and Injury Incidence and Prevalence, Collaborators. (8 October 2016). "Global, regional, and national incidence, prevalence, and years lived with disability for 310 diseases and injuries, 1990-2015: a systematic analysis for the Global Burden of Disease Study 2015". Lancet. 388 (10053): 1545–1602. doi:10.1016/S0140-6736(16)31678-6. PMC 5055577. PMID 27733282. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)


📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Teori kuman penyakit

angka kematian ibu yang sangat besar akibat demam puerperal, terutama di klinik pertama. Demam puerperal adalah infeksi bakteri yang menyerang saluran

Ignaz Semmelweis

kemungkinan terjadinya demam puerperal dapat dikurangi secara drastis dengan melakukan disinfeksi tangan di klinik obstetri. Demam puerperal sering terjadi di

Catherine de' Medici

menjemput ajalnya: Madeleine meninggal pada tanggal 28 April akibat demam puerperal atau pes, sementara Lorenzo tutup usia pada tanggal 4 Mei. Gelarnya

Melati

P. Jasper, M. Thomas, & A.S. Kanagasabhapathy. 1988. "Suppression of puerperal lactation using jasmine flowers (Jasminum sambac)". Aust. N.Z. J. Obstet

Universitas Semmelweis

Semmelweis, seorang dokter yang menemukan penyebab dan cara pencegahan demam puerperal pada dasawarsa 1840-an. Universitas ini memiliki lima fakultas: Fakultas

Refleks Semmelweis

Hungarian yang menemukan bahwa, pada 1847, tingkat kematian karena demam puerperal menurun sepuluh kali lipat saat para doktor dan staf mencuci tangannya

Frieda Fraser

berfokus pada penyakit menular, khususnya infeksi umum, puerperal fever (demam nifas), scarlet fever (demam scarlet), serta septic sore throat (radang tenggorokan

Rebecca Lee Dorsey

mengklaim bahwa ia tidak pernah mempunyai keluhan seperti puerperal, childbed, maupun demam dari pasiennya, yang itu semua karena pengetahuannya dalam