Demonstrasi Hong Kong 2014
Polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran
Tanggal26 September 2014ย (26 September 2014)ย โ€“ 15 Desember 2014ย (15 Desember 2014)
LokasiHong Kong Hong Kong
SebabKeputusan Kongres Komite Pembangunan Rakyat Nasional pada Reformasi Pemilu tentang Pemilihan Kepala Eksekutif dan Dewan Legislatif Hong Kong masa depan
Tujuan
  • Hak pilih universal asli
  • Pengunduran diri Kepala Eksekutif CY Leung
  • Penghapusan konstituen fungsional DPRD Hong Kong
HasilKemenangan Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong
  • Keputusan mengenai Reformasi Pemilu tidak diubah dan penolakan reformasi oleh Dewan Hong Kong
Konsesi
yang diberikan
Pemerintah Hong Kong berjanji untuk menyerahkan "Laporan New Occupy" pada Pemerintah Pusat Cina
Pihak terlibat
Tokoh utama
CY Leung
(Kepala Eksekutif Hong Kong)
Carrie Lam
(Kepala Sekretaris Administrasi)
Lai Tung-kwok
(Sekretaris Keamanan)
Andy Tsang
(Komisioner Polisi)
Penangkapan, luka, dan korban[1]
  • Penangkapan: 955 (75 orang menyerahkan diri)
  • Luka: 470+ (hingga 29 Nov)
  • Luka:

Demonstrasi Hong Kong 2014 dimulai setelah Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional mengumumkan keputusannya terkait dengan rencana reformasi pemilihan Kepala Eksekutif Hong Kong 2017.[2] Komite Tetap mewajibkan komite nominasi untuk menyetujui paling banyak tiga kandidat pemilihan sebelum pemilihan umum dimulai. Setelah pemilihan ini, Kepala Eksekutif terpilih masih perlu diangkat secara resmi oleh pemerintah pusat sebelum secara resmi memangku jabatan. Keputusan Komite Tetap juga menyatakan bahwa "Kepala Eksekutif harus orang yang mencintai negara dan mencintai Hong Kong."[3] Aktivis pro-demokrasi menganggap persyaratan tersebut sebagai pelanggaran Deklarasi Bersama Tiongkok-Britania, yang menyatakan bahwa Kepala Eksekutif harus dipilih melalui pemilihan umum, dan Hukum Dasar Hong Kong, yang menyatakan bahwa pemilihan tersebut harus diadakan dengan hak pilih yang universal.

Federasi Mahasiswa Hong Kong dan Scholarisme mulai berdemonstrasi di depan kantor pemerintahan pada 22 September 2014.[4] Pada sore hari tanggal 26 September, beberapa ratus demonstran menembus palang keamanan dan memasuki plaza depan Central Government Complex, yang telah ditutup untuk umum semenjak Juli 2014. Para petugas berusaha membatasi pergerakan para demonstran dan pada akhirnya memaksa mereka pergi pada hari berikutnya. Para demonstran ditarik oleh polisi dan beberapa orang (seperti pemimpin demonstrasi Joshua Wong) ditahan sementara.[5] Occupy Central kemudian mengumumkan bahwa mereka akan langsung memulai kampanye pembangkangan sipil.[6]

Pada siang hari tanggal 28 September, demonstran bergerak ke Harcourt Road dan kemudian menduduki Queensway, sehingga memblokir jalur arteri timur-barat di Pulau Hong Kong utara. Setelah beberapa jam bersitegang, polisi mencoba membubarkan demonstran dengan menembakkan semprotan merica, gas air mata, dan meriam air, dan memperingatkan bahwa mereka akan menembak dengan peluru karet bila demonstran tidak pergi. Namun, polisi huru-hara akhirnya terpaksa mundur karena semakin banyak aktivis pro-demokrasi yang bergabung.

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Jethro Mullen; Catherine E. Shoichet (29 September 2014). "Hong Kong protesters dig in and brace for possible crackdown". CNN. Diakses tanggal 29 September 2014.
  2. ^ "ๅ…จๅ›ฝไบบๆฐ‘ไปฃ่กจๅคงไผšๅธธๅŠกๅง”ๅ‘˜ไผšๅ…ณไบŽ้ฆ™ๆธฏ็‰นๅˆซ่กŒๆ”ฟๅŒบ่กŒๆ”ฟ้•ฟๅฎ˜ๆ™ฎ้€‰้—ฎ้ข˜ๅ’Œ2016ๅนด็ซ‹ๆณ•ไผšไบง็”ŸๅŠžๆณ•็š„ๅ†ณๅฎš". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-09-30. Diakses tanggal 2014-09-30.
  3. ^ "Full text of NPC decision on universal suffrage for HKSAR chief selection". Xinhua. 31 August 2014. Diakses tanggal 30 September 2014.
  4. ^ "Thousands of Hong Kong students start week-long boycott". BBC News. Diakses tanggal 29 September 2014.
  5. ^ Hong Kong democracy protesters enter government complex
  6. ^ Hong Kong police clear pro-democracy protesters

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Unjuk rasa Hong Kong 2019โ€“2020

Serangkaian demonstrasi terjadi di Hong Kong dan beberapa kota lain di seluruh dunia yang menuntut pencabutan RUU (Amendemen) Peraturan Pelanggar Hukum

Admiralty, Hong Kong

ini semakin dikenal sebagai Admiralty, daripada Central. Saat demonstrasi Hong Kong 2014 (atau juga disebut sebagai "Revolusi Payung"), sebagian besar

Indonesia

dari mereka menetap di Malaysia, Belanda, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Hong Kong, Singapura, Amerika Serikat, dan Australia. Secara legal, status kewarganegaraan

Kerusuhan Mei 1998

Indonesia berbaris menuju Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong untuk berdemonstrasi dan menyerahkan pernyataan protes kepada konsulat. Aksi serupa

Sejarah kontemporer

Asia. Keajaiban ekonomi Jepang kemudian diikuti oleh Empat Macan Asiaโ€”Hong Kong, Singapura, Korea Selatan, dan Taiwan. China meluncurkan reformasi ekonomi

Grup Wagner

terdaftar di Argentina, serta memiliki kantor di Sankt-Peterburg dan Hong Kong. Pada awal Oktober 2017, SBU mengatakan bahwa pendanaan Wagner pada tahun

Tiongkok

bawah pemerintahan RRT dan tidak termasuk kawasan administrasi khusus Hong Kong dan Makau, sementara nama Republik Tiongkok mengacu pada entitas lain

Dono

film-film impor dari luar negeri, terutama dari Hollywood, Bollywood, dan Hong Kong. Kelompok Warkop kemudian beralih ke media televisi melalui serial Warkop