Dari atas ke bawah: Bintang Daud (Yudaisme), salib (Kristen), dan bintang dan bulan sabit (Islam) adalah simbol-simbol yang umum digunakan untuk mewakili tiga agama Abrahamik terbesar.

Agama abrahamik adalah sekumpulan agama monoteistik yang menghormati atau mengagumi tokoh agama Abraham, yaitu Yudaisme, Kristen, dan Islam, meskipun istilah ini juga sering mencakup beberapa kepercayaan yang lebih kecil. Agama-agama dalam kelompok ini memiliki kesamaan doktrinal, historis, dan geografis yang membedakannya dengan agama-agama India, Iran, dan Asia Timur. Istilah ini, yang diperkenalkan pada abad ke-20, menggantikan "Yahudi-Kristen" untuk memasukkan Islam sebagai agama Abrahamik dan mengakui perbedaan antara Yudaisme dan Kristen. Namun, istilah ini telah dikritik karena terlalu menyederhanakan nuansa budaya dan doktrinal.

Abraham atau Ibrahim, seorang Patriark dan Rasul,[1][2] secara luas disebutkan dalam kitab suci agama-agama Abrahamik seperti Alkitab, Al-Qur'an dan Taurat.[2][3]

Tradisi Yahudi dan Kristen menyebutkan bahwa Dua Belas Suku Israel adalah keturunan dari Abraham melalui putranya Ishak dan cucu Yakub, yang putra-putranya membentuk bangsa Israel di Kanaan, sedangkan tradisi Islam menyebutkan bahwa Dua Belas Suku Arab yang dikenal sebagai bani Ismail adalah keturunan dari Ibrahim melalui putranya Ismail di tanah Arab.[4][1][5][6][7]

Agama Israel kuno berasal dari agama Kanaan kuno pada Zaman Perunggu, dan menjadi monoteistik kuat sekitar abad ke-6 SM.[8][9]

Kekristenan berpisah dari Yudaisme pada abad ke-1 M,[1] dan menyebar luas setelah diadopsi oleh Kekaisaran Romawi sebagai agama negara pada abad ke-4 Masehi. Islam muncul pada abad ke-7 M, dan juga tersebar luas melalui penaklukan Muslim awal.[1]

Agama samawi membentuk kelompok agama terbesar dalam ilmu perbandingan agama, setelah agama-agama dari India, Iran, dan Asia Timur.[10] Kristen dan Islam adalah agama terbesar di dunia berdasarkan jumlah pemeluknya.[11] Agama-agama samawi dengan penganut lebih sedikit termasuk Yudaisme,[11] iman Bahรกสผรญ,[2][12][13] Druze,[2][14] Samaria,[2] dan Rastafari.[2][15]

Etimologi

sunting

Cendekiawan Katolik Islam Louis Massignon menyatakan bahwa frasa "Agama Abrahamik" adalah semua agama yang berasal dari sumber spiritual yang sama.[16] Istilah yang lebih modern berasal dari istilah plural dari referensi Al-Qur'an yaitu Millah Abraham, "Agamanya Ibrahim", bentuk bahasa arab dari Abraham.[17]

Janji Allah pada Kejadian 15:4-8 mengenai ahli waris Abraham menjadi paradigmatik bagi orang Yahudi, yang berbicara tentang dia sebagai "bapa kita Abraham" (Avraham Avinu). Dengan munculnya kekristenan, Paulus sang Rasul, dalam Roma 4:11-12, juga menyebutnya sebagai "bapa dari semua orang" mereka yang beriman, disunat atau tidak disunat. Islam juga menganggap dirinya sebagai agama Abraham.[18] Semua agama Abrahamik utama mengklaim garis keturunan langsung kepada Abraham:

Perdebatan mengenai istilah

sunting

Ketepatan pengelompokan Yudaisme, Kristen, dan Islam dengan istilah "agama-agama Ibrahim" atau "tradisi-tradisi Ibrahim" telah banyak ditentang. Kepercayaan umum Kristen tentang Inkarnasi, Trinitas, dan kebangkitan Yesus, misalnya, tidak diterima oleh agama Yahudi dan Islam (lihat misalnya pandangan Islam tentang kematian Yesus). Ada kepercayaan-kepercayaan utama dalam Islam dan Yahudi yang tidak dimiliki oleh sebagian besar agama Kristen (seperti pantangan terhadap daging babi), dan kepercayaan-kepercayaan utama dalam Islam, Kristen, dan Iman Bahรกสผรญ yang tidak dimiliki oleh agama Yahudi (seperti posisi kenabian dan keMesiasan Yesus).[23]

Adam Dodds berpendapat bahwa istilah "Kepercayaan Abrahamik", meskipun bermanfaat, dapat menyesatkan, karena istilah ini menyampaikan kesamaan historis dan teologis yang tidak spesifik, dan dapat menjadi masalah jika diteliti lebih lanjut. Meskipun ada kesamaan di antara agama-agama tersebut, akar persamaan hanya bersifat periferal dari kepercayaan dasar masing-masing dan dengan demikian menyembunyikan perbedaan-perbedaan yang krusial.[24] Alan L. Berger, Profesor Studi Yudaisme di Florida Atlantic University, menulis bahwa meskipun "Yudaisme melahirkan agama Kristen dan Islam," ketiga agama tersebut "memahami peran Abraham" dengan cara yang berbeda.[25] Sementara itu, Aaron W. Hughes menggambarkan istilah tersebut sebagai "tidak tepat" dan "sebagian besar merupakan neologisme teologis."[26]

Sebutan alternatif untuk "agama-agama Abraham", yaitu "monoteisme gurun", mungkin juga memiliki konotasi yang tidak memuaskan.[27]

Lihat juga

sunting

Catatan

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ a b c d Bremer 2015, hlm.ย 19-20.
  2. ^ a b c d e f Abulafia, Anna Sapir (23 September 2019). "The Abrahamic religions". www.bl.uk. London: British Library. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 12 July 2020. Diakses tanggal 9 March 2021.
  3. ^ "Philosophy of Religion". Britannica. 2010. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 21 July 2010. Diakses tanggal 24 June 2010.
  4. ^ Hatcher & Martin 1998, hlm.ย 130โ€“31.
  5. ^ a b Able, John (2011). Apocalypse Secrets: Baha'i Interpretation of the Book of Revelation. McLean, Virginia: John Able Books Ltd. hlm.ย 219. ISBNย 978-0-9702847-5-4. Diarsipkan dari asli tanggal 23 July 2015. Diakses tanggal 9 September 2021.
  6. ^ "Prophets Who Descended from Abraham". bahaiteachings.org/ (dalam bahasa American English). 2016-07-16. Diakses tanggal 2021-10-02.
  7. ^ Dever, William G. (2001). "Getting at the "History behind the History"". What Did the Biblical Writers Know and When Did They Know It?: What Archeology Can Tell Us About the Reality of Ancient Israel. Grand Rapids, Michigan dan Cambridge, Britania Raya: Wm. B. Eerdmans. hlm.ย 97โ€“102. ISBNย 978-0-8028-2126-3. OCLCย 46394298.
  8. ^ Atzmon, G.; Hao, L.; Pe'er, I.; etย al. (June 2010). "Abraham's children in the genome era: major Jewish diaspora populations comprise distinct genetic clusters with shared Middle Eastern Ancestry". American Journal of Human Genetics. 86 (6). Cell Press on behalf of the American Society of Human Genetics: 850โ€“859. doi:10.1016/j.ajhg.2010.04.015. PMCย 3032072. PMIDย 20560205. [1] Diarsipkan 30 May 2016 di Wayback Machine. Israel's religion originates from the Canaanite religion of the Bronze Age, it differed from the other Canaanite religions of Iron Age I because of its focus on the monolatristic worship of Yahweh. Judaism probably became completely monotheistic in the 6th century BC (Iron Age II).[2] Diarsipkan 30 May 2016 di Wayback Machine.
  9. ^ Tjhin, Suyadi; Dendeng, Leonardo C. (2022-12-29). "The Evolution of Israel's Religion from Abraham to Pre-Exilic and Its Significance for Christians". Khazanah Theologia. 4 (3): 189โ€“198. doi:10.15575/kt.v4i3.12251. ISSNย 2715-9701.
  10. ^ Adams 2007.
  11. ^ a b Wormald 2015.
  12. ^ Lubar Institute 2016.
  13. ^
  14. ^ Obeid, Anis (2006). The Druze & Their Faith in Tawhid. Syracuse University Press. hlm.ย 1. ISBNย 978-0-8156-5257-1.
  15. ^ "Abrahamic Religion". Christianity: Details about... Christianity Guide. Diarsipkan dari asli tanggal 30 September 2008. Diakses tanggal 19 September 2009.
  16. ^ Massignon 1949, hlm.ย 20โ€“23.
  17. ^ Guy G.Stroumsa, The Making of the Abrahamic Religions in Late Antiquity, ISBN 978-0-191-05913-1 Oxford University Press 2015 p.7
  18. ^ a b Levenson, Jon Douglas (2012). "1". Inheriting Abrahamย : the legacy of the patriarch in Judaism, Christianity, and Islam. Princeton: Princeton University Press. hlm.ย 3, 6, 178โ€“179. ISBNย 1-4008-4461-4. OCLCย 812508307. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  19. ^ Scherman, pp. 34โ€“35.
  20. ^ Shahih Al-Bukhari no.3507; Shahih Al-Bukhari no.3365
  21. ^ Bremer, Thomas S. (2014). Formed from this soilย : the diversity of religious life in American history. Hoboken. hlm.ย 19โ€“20. ISBNย 978-1-118-32354-0. OCLCย 889006424. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  22. ^ Hatcher, William S. (1984). The Bahรก'รญ faithย : the emerging global religion. J. Douglas Martin (Edisi 1st ed). San Francisco: Harper & Row. hlm.ย 130โ€“131. ISBNย 0-06-065441-4. OCLCย 11234084. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  23. ^ Greenstreet, p. 95.
  24. ^ Dodds, Adam (2009-04-30). "The Abrahamic faiths? Continuity and discontinuity in Christian and Islamic doctrine". Evangelical Quarterly. 81 (3): 230โ€“253. doi:10.1163/27725472-08103003. ISSNย 0014-3367.
  25. ^ "Dr. Alan Berger - Biography". home.fau.edu. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2023-03-25.
  26. ^ Hughes, Aaron W. (2013). Abrahamic religionsย : on the uses and abuses of history. New York. hlm.ย 3โ€“4, 7โ€“8, 17, 32. ISBNย 978-0-19-993465-2. OCLCย 858861490. Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  27. ^ Benjamin, Don C. (1983). Deuteronomy and city lifeย : a form criticism of texts with the word city ('รฎr) in Deuteronomy 4:41-26:19. Lanham, MD: University Press of America. hlm.ย 47. ISBNย 0-8191-3138-5. OCLCย 9324453. Nineteenth century scholars were convinced that the uniform vastness of the desert was the incentive for Israel's belief in one god. Baly, however, points out that most desert dwellers are polytheists. [...] Monotheism, according to Baly, have never developed in desert cultures; monotheism always develops in cities! Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bacaan lanjutan

sunting

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

El

ย 273. ISBNย 978-0-300-13968-6. "Deuteronomy 32:8โ€“9 NIVย " (dalam bahasa Inggris). Bible Gateway. footnote a. "Deuteronomy 32:8โ€“9 NRSVย " (dalam bahasa Inggris)

Kitab Ulangan

nama Yunani ini diserap menjadi Deuteronomium dalam bahasa Latin dan Deuteronomy dalam bahasa Inggris. Nama "Ulangan Taurat" dan Deuteronรณmion mendeskripsikan

Sepuluh Perintah Allah

harapkan, maka katakanlah kepada mereka kata-kata yang menyenangkan hati. (17:28) Dan janganlah engkau jadikan tanganmu terbelenggu di lehermu dan janganlah

Devarim Rabbah

der Entwickelung der Jรผd. Predigt, hlm.ย 2, 42 et seq., Berlin, 1901. Deuteronomy Rabbah dalam terjemahan bahasa Inggris di Internet Archive (registrasi

Kitab Henokh

to Deuteronomy 33:1โ€“2 (along with other passages in the Hebrew Bible), implying that the author, like some other Jewish writers, read Deuteronomy 33โ€“34

Nabi

sense and means "the one who has been called" (see HALOT, p.661). [[|]]ย Deuteronomy:18:18-105 Rashbam's comment to Genesis 20:7.[[]]ย Genesis:20:7-105 Horton

Kitab Hakim-hakim

Chronology. A&C Black. ISBNย 9780567629302. Knight, Douglas A (1995). "Deuteronomy and the Deuteronomists". Dalam James Luther Mays; David L. Petersen;

Tempat persinggahan di padang gurun

composite text extracted from other portions of Numbers, Exodus, and Deuteronomy." Bilangan 14:33; Ulangan 8:2 Gregory F. LaNave, et al., The Fathers