Kecacatan Perkembangan
Developmental Disability
SpesialisasiPsikiatri
DurasiBertahan sepanjang umur

Disabilitas perkembangan adalah sebuah kelompok kondisi kronis yang disebabkan oleh gangguan intelektual atau fisik yang muncul sebelum dewasa. Disabilitas intelektual atau ynteperkembangan menyebabkan individu-individu yang hidup bersama mereka mengalami banyak kesulitan dalam bidang kehidupan tertentu, terutama dalam "bahasa, mobilitas, pembelajaran, swadaya, dan kehidupan mandiri".[1] Disabilitas perkembangan dapat dideteksi sejak dini dan bertahan sepanjang umur.

Referensi

sunting
  1. ^ Center for Disease Control and Prevention. (2013). Developmental disabilities. Retrieved October 18, 2013

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Persetubuhan

2018). "Sexuality in People with Intellectual Disability: Review of Literature". Sexuality and Disability (dalam bahasa Inggris). 36 (3): 231โ€“248. doi:10

Gangguan pemrosesan pendengaran

satu subtipe APD dikenal sebagai Sindrom King-Kopetzky atau auditory disability with normal hearing (ADN), yang ditandai dengan kesulitan mendengar ucapan

Disabilitas dan kesehatan perempuan

gynaecological health of women with intellectual disability". Journal of Intellectual & Developmental Disability (dalam bahasa Inggris). 36 (3): 149โ€“155. doi:10

Pelecehan seksual

Baladerian, N. (1991). "Sexual abuse of people with developmental disabilities". Sexuality and Disability. 9 (4): 323โ€“335. doi:10.1007/BF01102020. Sobsey

Autisme

kemampuannya dalam berkomunikasi dan meninggalkan perilaku negatif. 2. Developmental, individual differences, relationship-based approach (DIR) DIR atau

Daftar parafilia

Simcoe KW (1986). "Acrotomophilia, sex, and disability: New concepts and case report". Sexuality and Disability. 7 (1/2): 43โ€“50. doi:10.1007/BF01101829.

Emotions Anonymous

alcohol use disorders and an intellectual disability". Journal of Intellectual & Developmental Disability. 25 (2): 135โ€“146. doi:10.1080/13269780050033553

Generasi Z

(2011). "Prevalence of intellectual disability: A meta-analysis of population-based studies". Research in Developmental Disabilities. 32 (2): 419โ€“436. doi:10