Seto Mulyadi
Seto di acara Ini Talkshow pada tahun 2017
LahirSeto Mulyadi
28 Agustus 1951 (umurย 74)
Klaten, Jawa Tengah, Indonesia
Namaย lainKak Seto, Sang Mentor
PekerjaanPsikolog anak
OrganisasiLembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI)
Dikenal atas
  • Pencipta karakter Si Komo
  • Pendiri Homeschooling Kak Seto
Suami/istri
Deviana
โ€‹
(m.ย 1988)โ€‹
Anak4 termasuk, Dhea Seto
X: SetoMulyadi Instagram: kaksetosahabatanak Tiktok: kaksetosahabatanak Modifica els identificadors a Wikidata

Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto (lahir 28 Agustus 1951) adalah psikolog anak dan menjabat sebagai ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, lembaga swadaya yang bergerak pada ranah perlindungan anak.

Kehidupan

sunting

Kehidupan awal dan karier

sunting

Seto Mulyadi, atau yang akrab disapa Kak Seto lahir di Klaten pada 28 Agustus 1951. Sejak kecil, ia dikenal sebagai sosok yang bandel dan tidak bisa diam. Ia juga pernah beberapa kali jatuh hingga sempat mengalami fobia, tetapi ia selalu melatih diri agar fobia tersebut hilang dengan melakukan aktivitas ekstrem seperti parkour.[1][2]

Kak Seto hijrah ke Jakarta lantaran kecewa tidak diterima di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga maupun Universitas Indonesia. Dari kekecewaannya itu, ia memutuskan untuk pindah ke Jakarta meski tanpa bekal dan keahlian apa pun. Di sana, ia memulai hidup dengan kerja serabutan sembari menunggu tes Fakultas Kedokteran tahun berikutnya. Tidak berjodoh dengan Fakultas Kedokteran, Kak Seto lantas memutar tujuan dan masuk Fakultas Psikologi atas saran Pak Kasur yang ia kenal sejak ia menjadi asisten pemilik Taman Kanak-kanak.[3] Kak Seto menyelesaikan pendidikan Sarjana di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia pada 1981, Pendidikan Magister Bidang Psikologi Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada 1989, dan meraih gelar Doktor bidang Psikologi Program Pascasarjana Universitas Indonesia pada 1993.[4]

Menjadi asisten Pak Kasur adalah pekerjaan ayah empat anak kala itu yang kemudian dilanjutkan dengan mengisi acara Aneka Ria Taman Kanak-kanak bersama Henny Purwonegoro.[5] Di sana, Kak Seto mendongeng, mengisi acara belajar sambil bernyanyi, dan bermain sulap bersama anak-anak. Ilmu yang didapat dari Pak Kasur ia gabungkan dengan ilmu yang ia miliki, yakni teknik sulap yang telah ia pelajari sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Sedangkan ilmu mendongeng didapat melalui belajar dan berdasarkan pengalamannya.[3]

Menjadi bagian dari anak-anak memang dituntut untuk selalu kreatif, menyeimbangi pikiran-pikiran kreatif dan penuh imajinasi. Saat itulah karakter Si Komo diciptakan oleh Kak Seto.[6] Berupa boneka Si Komo dan lagu yang diciptakan, karakter Si Komo menguat dan banyak dikenal. Acaranya banyak ditunggu dan membuat namanya kian tenar, kondisi perekonomiannya pun membaik.[3]

Kesuksesan inilah yang kemudian mengantarkan Kak Seto memborong beberapa penghargaan seperti The Outstanding Young Person of the World, Amsterdam; kategori Contribution to World Peace, dari Jaycess International pada 1987. Ia juga mendirikan Yayasan Mutiara Indonesia dan Yayasan Nakula Sadewa. Pada 1998, ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Komisi Nasional Perlindungan Anak. Kecintaannya pada anak-anak jugalah yang mengantarkannya membagi kisah lewat buku yang ia tulis, Anakku, Sahabat, dan Guruku.[3]

Ketua LPAI, Seto Mulyadi, mengunjungi barak militer Dedi Mulyadi di Dodik Bela Negara Rindam III/Siliwangi, Cikole, Lembang, pada Sabtu, 10 Mei 2025.[7] Kak Seto menilai tidak ada pelanggaran hak anak dalam kegiatan pendidikan karakter di lingkungan militer tersebut.[7] Ia juga mengapresiasi program yang diinisiasi Gubernur Jawa Barat dan menyebut Pemprov Jabar terbuka terhadap masukan, termasuk permintaannya untuk meninjau langsung kondisi anak-anak.[7]

Homeschooling Kak Seto

sunting
Seto Mulyadi atau Kak Seto

Pada tahun 2007, Kak Seto mendirikan sekolah alternatif bernama Homeschooling Kak Seto. HSKS begitu singkatannya, merupakan lembaga pendidikan alternatif yang menjadi salah satu solusi pendidikan bagi anak-anak Indonesia baik yang berada di dalam negeri maupun luar negeri. Sesuai dengan visinya, yaitu menyediakan program pendidikan bagi anak agar memiliki keterampilan, life skill, dan karakter yang kukuh sebagai calon pemimpin bangsa pada masa depan. Homeschooling Kak Seto terus berusaha meningkatkan standar kualitas pembelajaran sehingga proses belajar menjadi menyenangkan, memberikan materi pembelajaran yang terkini, serta menyediakan tutor - tutor dengan pengetahuan dan pengalaman profesional.

Homeschooling adalah sebuah sistem pendidikan atau pembelajaran yang diselenggarakan di rumah. Namun, Homeschooling Kak Seto adalah sekolah alternatif yang menempatkan anak-anak sebagai subjek dengan pendekatan secara โ€œat homeโ€ atau di rumah. Dengan pendekatan โ€œat homeโ€ inilah anak-anak merasa nyaman belajar karena mereka dapat belajar apa pun sesuai dengan keinginannya kapan saja, dengan siapa saja dan di mana saja seperti Ia tengah berada di rumahnya. Jadi, meski disebut homeschooling, tidak berarti anak akan terus menerus belajar di rumah, tetapi anak-anak dapat belajar dengan kondisinya yang benar-benar nyaman dan menyenangkan seperti โ€œat homeโ€. Maka dalam sistem Homeschooling, jam pelajaran bersifat fleksibel: mulai dari bangun tidur sampai berangkat tidur kembali.

Beberapa alumni maupun siswa Homeschooling Kak Seto diantaranya: Dhea Seto, Ayushita, Hanggini Purinda Retto, Nikita Willy, Prilly Latuconsina, Citra Scholastika, Ray Prasetya dan Windah Basudara.

Kehidupan pribadi

sunting

Kak Seto memiliki seorang istri bernama Deviana. Mereka dikaruniai empat orang anak yakni Eka Putri, Bimo, Shelomita, dan Dhea Seto. Ia memiliki saudara kembar bernama Kresno Mulyadi (Kak Kresno) yang juga seorang psikiater anak dan juga memiliki kakak Maruf Mulyadi.[4]

Film

sunting
Tahun Judul Dikreditkan sebagai Peran Keterangan
Aktor Kru
1981 Tangan-tangan Mungil Yes No Kak Seto (Psikolog Anak)
2011 Rumah Tanpa Jendela No Yes Produser
2017 Ayu Anak Titipan Surga Yes No Kak Seto

Penghargaan dan pengakuan

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Lestari, Vega Dhini (5 Januari 2021). Lestari, Vega Dhini (ed.). "SISI LAIN Kak Seto, Psikolog Anak yang Jago Parkour, Ternyata Masa Kecilnya Bandel: Nggak Bisa Diam". Tribunnews.com. Diakses tanggal 23 Januari 2021.
  2. ^ Al Farisi, Baharudin (5 Januari 2021). "Lakukan Parkour dan Viral, Kak Seto: dari Kecil Memang Saya Bandel". Kompas.com. ;
  3. ^ a b c d "Profil Seto Mulyadi". Merdeka.com. Diakses tanggal 23 Januari 2021.
  4. ^ a b "Biografi Seto Mulyadi". Bio.or.id. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-20. Diakses tanggal 23 Januari 2021.
  5. ^ Pratiwi, Hanna (31 Agustus 2020). "Ulang Tahun, Ini Profil Kak Seto". Radio Republik Indonesia. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-01-29. Diakses tanggal 23 Januari 2021.
  6. ^ Putri, Luthfia Miranda (10 April 2020). "Kilas Balik Kak Seto Mulyadi, Pencipta Si Komo dan Sudah 50 Tahun Mengabdi di Dunia Anak-anak". Kapanlagi.com. Diakses tanggal 23 Januari 2021.
  7. ^ a b c "Kak Seto Ungkap Kondisi Anak di Barak Militer Dedi Mulyadi". Liputan6. 12 Mei 2025. Diakses tanggal 13 Mei 2025.
  8. ^ Ulya, Fika Nurul (25 Agustus 2025). "122 Tokoh dan Ahli Waris Hadir di Istana, Terima Tanda Kehormatan dari Prabowo". Kompas.com. Diakses tanggal 26 Agustus 2025.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Dhea Seto

sebagai Dhea Seto (lahir 17 Maret 1998) adalah seorang pemeran dan penari berkebangsaan Indonesia. Dhea adalah putri dari psikolog anak Indonesia, Seto Mulyadi

Tendangan dari Langit the Series

ini disutradarai oleh Subakti I.S. dan dibintangi oleh Yosie Kristanto, Dhea Seto, dan Natasha Wilona. Wahyu, pemuda kampung yang jago bermain bola. Suatu

Luntang-lantung

Novita Sumargo. Film ini dibintangi oleh Dimas Anggara, Muhadkly Acho, Dhea Seto, Kimberly Ryder, Soleh Solihun, dan Joe Project P. Film ini diangkat dari

Pinky Promise

dibintangi oleh Agni Pratistha, Alexandra Gottardo, Chelsea Islan, Dhea Ananda, dan Dhea Seto. Kisah persahabatan antara wanita yang berbeda latar belakang

Me & You vs The World

pekerjaan dan rutinitas kantorannya berubah ketika dia bertemu dengan Sera (Dhea Seto) yang juga sedang mencari jati dirinya dan bosan dengan dunia remaja yang

Ada Cinta di SMA

sebagai Preman Jui Purwoto sebagai Preman Difa Ryansyah sebagai Anak Masjid Dhea Seto sebagai Ketua grup vokal Kevin Anggara sebagai Anak aneh Rosmalina Simbolon

Daftar pemeran film perempuan Indonesia

1927-1991 Dhanny Dahlan 1959 Dharty Manullang 1965 Dhawiya Zaida 1985 Dhea Ananda 1986 Dhea Seto 1998 Dhini Aminarti 1983 Diah Cempaka Sari 1985 Diah Permatasari

Suara Kirana

Ibu Dini Hari Prasetyo sebagai Penjual suvenir Mba Imah sebagai Imah Dhea Seto sebagai Kirana Anna sebagai Fitri ""Suara Kirana", Film yang Mengusung