Dingiso[1]
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Filum:
Kelas:
Infrakelas:
Ordo:
Famili:
Genus:
Spesies:
D.ย mbaiso
Nama binomial
Dendrolagus mbaiso
Persebaran Dingiso

Kanguru pohon mbaiso[3] /dษชล‹หˆษกiหzoสŠ/ (Dendrolagus mbaiso), juga dikenal sebagai Dingiso[4], Bondegezou[4] atau Bakaga[4], adalah spesies dari kangguru pohon endemik di Provinsi Papua Tengah dan Provinsi Papua Pegunungan di Pulau Papua, Indonesia.

Tim Flannery bersama timnya memberi nama spesies ini mbaiso , yang di dalam bahasa Moni berarti "binatang terlarang", karena kepercayaan lokal bahwa hewan ini adalah roh leluhur mereka. Nama lokal hewan ini adalah bakaga.[5]

Distribusi

sunting

Marsupial tinggal pada hutan alpine di Barisan Sudirman, Provinsi Papua. Ia hidup tepat di bawah garis pohon, pada ketinggian 3250โ€“4200 m.

Spesies ini pertama kali difilmkan untuk sebuah episode dokumenter BBC, serial TV South Pacific pada tahun 2009, setelah 11 hari mencari dengan anggota suku Moni lokal.

Deskripsi

sunting

Dingiso memiliki pola khas bulu hitam dan putih, memiliki perut putih, dan kepala hitam, punggung dan anggota badan. Tidak seperti kanguru pohon lainnya, ia menghabiskan sedikit waktu di pohon.

Dendrolagus mbaiso secara resmi dideskripsikan secara ilmiah pada tahun 1995 oleh zoologis Museum Australia Tim Flannery, ahli zoologi Indonesia Boeadi, dan antropolog Australia Alexandra Szalay.[6]

Konservasi

sunting

Dingiso umum ditemukan di barat karena perlindungan yang diberikan oleh orang-orang Moni kepadanya. Bagi banyak Moni, itu adalah leluhur yang tidak boleh diganggu. Meskipun demikian, Dendrolagus mbaiso adalah spesies terancam dalam Daftar Merah IUCN.

Referensi

sunting
  1. ^ Groves, C.P. (2005). Wilson, D.E.; Reeder, D.M. (ed.). Mammal Species of the World: A Taxonomic and Geographic Reference (Edisi 3). Baltimore: Johns Hopkins University Press. hlm.ย 60. ISBNย 0-801-88221-4. OCLCย 62265494.
  2. ^ Leary T, Seri L, Wright D, Hamilton S, Helgen K, Singadan R, Menzies J, Allison A, James R, Dickman C, Aplin K, Flannery T, Martin R, Salas L (2008). "Dendrolagus mbaiso". IUCN Red List of Threatened Species. Version 2008. International Union for Conservation of Nature. Diakses tanggal 2008-10-15. ; ; Listed as Critically Endangered (CR A2cd v3.1)
  3. ^ "Checklist of the mammals of Indonesiaย : scientific name and distribution area table in Indonesia including CITES, IUCN, and Indonesian category for conservation | WorldCat.org". search.worldcat.org (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2023-12-09.
  4. ^ a b c "Mengenal Dingiso, Kanguru Mirip Beruang yang Dianggap Sakral di Papua". Tempo. 17 Januari 2024 | 11.00 WIB. Diakses tanggal 2026-03-26.
  5. ^ ""Dingiso" Satwa Langka Dari Pegunungan Tengah Papua โ€“ TAMAN NASIONAL LORENTZ". tamannasionallorentz.menlhk.go.id. 2017-11-17. Diakses tanggal 2024-01-05.
  6. ^ Flannery, T. F., Boeadi, and A. L. Szalay. (1995). "A new tree-kangaroo (Dendrolagus: Marsupialia) from Irian Jaya, Indonesia, with notes on ethnography and the evolution of tree-kangaroos." Mammalia 59:1 65-84.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Suku Moni

besar hitam dan putih bersiul sebagai leluhur yang disebut Bondegzeu (dingiso). Bondegzeu tidak diketahui oleh komunitas ilmiah sampai zoologis Tim Flannery

Kanguru pohon

mantel-emas (D. pulcherrimus) Kanguru pohon dataran rendah (D. spadix) Dingiso (D. mbaiso) Tenkile (D. scottae) Kanguru pohon wondiwoi (D. mayri) (diyakini

Daftar mamalia di Indonesia

Goodfellow, Dendrolagus goodfellowi EN Unijo kelabu, Dendrolagus inustus VU Dingiso, Dendrolagus mbaiso EN Unijo mantel-emas, Dendrolagus pulcherrimus CR Unijo

Unijo wondiwoi

Flannery, yang mendeskripsikan empat spesies atau subspesies unijo ermasuk Dingiso, mengatakan "Semua yang ada dalam gambar konsisten dengan spesimen yang

Nglewan, Sambit, Ponorogo

Nama Masa Jabatan 1. Lari (Palang) - 2. Kertodimedjo - 3. Kuncung - 4. Ngiso . . . ย s.d.1919 5. Mangun 1919 s.d.1939 6. Wongso 1939 s.d.1946 7. Amat