Pada 19 Januari 2007, wartawan Turki Hrant Dink dibunuh di depan kantor surat kabarnya. Ia dibunuh oleh Ogun Samast yang berusia 19 tahun dari kalangan nasionalis. Samast kemudian dihukum penjara 22 tahun.[1]

Pada Maret 2021, pengadilan di Istanbul menjatuhkan hukuman penjara kepada beberapa mantan pejabat tinggi keamanan atas pembunuhan tersebut. Keputusan tersebut diambil setelah 14 tahun proses hukum, dan di tengah tuduhan bahwa pejabat senior keamanan gagal bertindak untuk mencegah kematiannya. Pengadilan di Istanbul menjatuhkan hukuman yang menjatuhkan beberapa hukuman untuk 76 terdakwa dalam kasus tersebut โ€“ hanya segelintir di antaranya yang ditahan. Hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada dua mantan kepala polisi dan dua mantan pejabat tinggi keamanan.[2]

Mereka menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mantan kepala intelijen polisi kota Ramazan Akyurek dan mantan wakilnya Ali Fuat Yilmazer karena "pembunuhan berencana". Mereka juga diberi hukuman tambahan 7,5 tahun karena pemalsuan dan pemusnahan dokumen resmi. Mantan pejabat tinggi Kementerian Dalam Negeri Yavuz Karakaya dan Muharrem Demirkale juga dijatuhi hukuman seumur hidup. Mantan komandan Kementerian Dalam Negeri, Ali Oz, dijatuhi hukuman 28 tahun penjara. Dia memimpin wilayah Trabzon tempat asal pelaku. Pengadilan membatalkan tuntutan terhadap beberapa orang yang terlibat, karena undang-undang pembatasan telah berakhir.[2]

Aksi pembunuhan tersebut memicu kecaman di dalam negeri maupun di Eropa. Menteri Luar Negeri Armenia Vartan Oskanian mengutuk pembunuhan tersebut, dan mengatakan bahwa Dink menjalani hidupnya dengan keyakinan bahwa akan ada pemahaman, dialog, dan perdamaian di antara masyarakat. Departemen Luar Negeri AS menyatakan keprihatinannya atas penembakan Dink, sementara Miklos Haraszti, perwakilan Organisasi untuk Keamanan dan Kerjasama di Eropa (OSCE) untuk kebebasan media, mengutuk penembakan tersebut sebagai tindakan pengecut yang mengakibatkan kerugian tragis.[2] Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan bahwa pembunuhan tersebut merupakan serangan terhadap persatuan Turki.[3]

Referensi

sunting
  1. ^ "19 Januari Sejarah Dunia: Jurnalis Turki Hrant Dink Dibunuh Hingga Meninggalnya Bob Sadino". Nawacita.
  2. ^ a b c "19 Januari 2007: Pembunuhan Jurnalis Hrant Dink, Ditembak 3 Kali di Leher". Liputan6.
  3. ^ "Wartawan Kritis Turki Dibunuh". DW.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Hrant Dink

Hrant (Fฤฑrat) Dink (Bahasa Armenia: ี€ึ€ีกีถีค ีีซีถึ„) (15 September 1954ย โ€“ย 19 Januari 2007) adalah jurnalis Armenia-Turki. Ia dikenal sebagai editor kepala Agos

Hubertus Johannes van Mook

(1894-1987), dan dua orang anak, Cornelis 'Kees' van Mook (1927-1995) dan Alberta 'Dink' van Mook (1930-2003). Van Mook muncul pada sampul majalah Time edisi 18

Back in Time

yang dibawakan oleh Mickey & Sylvia, yang juga digunakan dalam lagu Rinky Dink oleh Bill Justis. Single ini sukses secara komersial, memuncak di nomor 11

Andrea Santoro

satu insiden terkenal, bersama dengan pembunuhan jurnalis Armenia Hrant Dink dan Pembunuhan Rumah Penerbitan Zirve yang memusatkan perhatian pada kejahatan

Pembunuhan Talaat Pasha

jurnalis Turki-Armenia Hrant Dink oleh ultranasionalis Turki menarik perhatian internasional dan menghubungkan kasus pembunuhan Dink dengan Talaat. Pembunuhan

Ogรผn Samast

ini merupakan tersangka utama atas pembunuhan wartawan Armenia-Turki Hrant Dink pada 19 Januari 2007 di depan kantor surat kabarnya Agos, di Turki. Samast

Agos

surat kabar tersebut di Istanbul pada bulan Januari 2007. Putra Hrant Dink, Arat Dink, yang menjabat sebagai editor eksekutif mingguan tersebut, telah menjadi

19 Januari

diluncurkan NASA dalam misi perdana ke Pluto. 2007 - Jurnalis Turki Hrant Dink dibunuh di depan kantor suratkabarnya oleh seorang pemuda ultra nasionalis