Diwan atau divan (bahasa Persia: دیوان, dīvān) adalah sebuah lembaga pemerintahan di negara-negara Islam. Kata "Dewan" dalam bahasa Indonesia diambil dari kata ini.

Dahulu di Persia, diwan adalah juru tulis kerajaan. Terdapat beberapa diwan, termasuk yang bekerja memantau hubungan dengan bangsawan Hirah dan pemimpin suku-suku Arab di masa jahiliah. Kata ini kemudian diserap ke dalam bahasa Arab.

Rujukan

sunting

Ali, Jawwad (2019) [1956-1960]. Kurnianto, Fajar (ed.). كتاب المفصل في تاريخ العرب قبل الإسلام [Sejarah Arab Sebelum Islam–Buku 5: Politik, Hukum, dan Tata Pemerintahan]. Diterjemahkan oleh Ali, Jamaluddin M.; Hendiko, Jemmy. Tangerang Selatan: PT Pustaka Alvabet. hlm. 175–176. ISBN 978-602-6577-28-3. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2020-08-08. Diakses tanggal 2020-09-27.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar Diwan Mysore

adalah daftar Diwan Kerajaan Mysore dari 1799 sampai 1947. Diwan-diwan paling terkenal adalah: Diwan Purnaiah, Diwan Sir C. V. Rungacharlu, Diwan Sir K. Seshadri

Masjid Diwan

Masjid Diwan (bahasa Arab: مسجد الديوان; dieja Masjid Diouane) adalah sebuah masjid di Fez, Maroko. Masjid ini didirikan oleh sultan Alawi Moulay Slimane

Diwan (puisi)

Diwan (dari bahasa Persia: دیوانcode: fa is deprecated divân [d̪iːˈvɒːn]; pelafalan dalam bahasa Arab: [diːˈwaːn]) adalah kumpulan puisi karya seorang

Jalaluddin Rumi

sampai-sampai Rumi menggubah diwan dan pada akhirnya terucap nama Syams oleh lisannya sehingga Diwan ini terkenal dengan nama Diwan Syams Tabrizi; Ruba'iyat

Diwan Chaman Lall

Diwan Chaman Lall (30 Oktober 1892 – sekitar 1973) adalah seorang politisi dan diplomat India yang menjabat sebagai anggota Rajya Sabha. Chaman Lall lahir

Shams Tabrizi

disebut dengan penuh penghormatan dalam karya-karya sajak Rumi, khususnya Diwan-i Shams-i Tabrīzī (Kumpulan Karya Shams-i Tabrizi). Riwayat tradisional

Khulafaur Rasyidin

Umar membangun struktur politik dan administrasi negara. Ia menciptakan diwan, sebuah badan ekonomi negara, ia juga menetapkan kebijakan yang memperbolehkan

Asy-Syafi'i

untuk membahas moral dan perilaku. Yang paling terkenal adalah syair al-Diwan miliknya. Ahmad bin Hanbal menganggap asy-Syafi'i sebagai "Imam yang paling