PT Djarum
Jenis perusahaan
Tertutup[1]
Industri
Didirikan21ย April 1951; 75 tahun laluย (1951-04-21)
PendiriOei Wie Gwan
Kantor pusatKudus, Jawa Tengah, Indonesia
Tokoh kunci
Michael Bambang Hartono
Robert Budi Hartono
PemilikKeluarga Hartono
Karyawan
60.000 (2024)[2]
IndukDjarum Group (PT Dwimuria Investama Andalan)
Situs webwww.djarum.com

PT Djarum adalah perusahaan konglomerat yang merupakan perusahaan rokok terbesar keempat di Indonesia yang berkantor pusat di Kudus, Jawa Tengah. PT Djarum membawahi banyak bisnis. Bisnis tersebut dikelola oleh keluarga Hartono, yang generasi pertamanya adalah Oei Wie Gwan. Di luar bisnis rokok kretek, Djarum Group juga memiliki unit bisnis lain seperti perbankan (BCA), elektronika (Polytron), perkebunan (HPI AGRO), permusikan (lisensi dari 88rising), akomodasi (Padma Hotels and Resorts), pusat perbelanjaan (Grand Indonesia dan Margo City), ritel (Supra Boga Lestari), lokapasar (Blibli), pariwisata (tiket.com), media komunikasi (Mola), makanan dan minuman (Savoria, Global Dairi Alami, dan Sumber Kopi Prima). Baru-baru ini, Djarum juga mengakusisi saham Como 1907, Ranch Market, 5 Days Croissant, Bakmi GM, Rumah Sakit Hermina, dan SariWangi.

Sejarah

sunting

Pembelian saham N.V. Murup dan PT Djarum

sunting

Pada tahun 1951, Oei Wie Gwan, seorang pengusaha Tionghoa-Indonesia, membeli perusahaan rokok NV Murup yang hampir gulung tikar di Kudus, Jawa Tengah. Perusahaan tersebut memiliki merek Djarum Gramofon. Dia menyingkat merek tersebut menjadi Djarum.

Perusahaan ini hampir punah ketika kebakaran besar menghancurkan pabrik perusahaan pada tahun 1963, diikuti oleh kematian Oei Wie Gwan. Anaknya, Budi dan Bambang Hartono, akhirnya mengambil kesempatan untuk membangun perusahaan kembali.[3]

Awalnya, produk Djarum adalah rokok kretek lintingan tangan dan rokok kretek lintingan mesin. Kedua produk itu sangat populer dan diproduksi dalam jumlah besar. Rokok kretek lintingan tangan klasik terus dilakukan oleh Djarum menggunakan metode kuno yang dikerjakan secara manual oleh buruh terampil. Sementara rokok kretek lintingan mesin diperkenalkan pada awal tahun 1970, diproduksi secara otomatis menggunakan mesin berteknologi tinggi.[4]

Pada pertengahan tahun 1970-an, Djarum secara resmi mendirikan Research and Development Center untuk mengembangkan produk rokoknya. Di tengah besarnya pasar domestik untuk rokok kretek, pada tahun 1972 Djarum mulai mengekspor kretek lintingan tangan dan lintingan mesin ke pengecer tembakau di seluruh dunia, yaitu ke China, Korea Selatan, Jepang, Belanda, dan Amerika Serikat. Produk yang sukses di pasar internasional adalah Djarum Super yang dipasarkan pada tahun 1981, dan diikuti dengan produk Djarum Special yang diperkenalkan pada tahun 1983 di Amerika Serikat.[5]

Saat ini, Budi dan Michael Hartono adalah orang terkaya nomor satu di Indonesia menurut Forbes.[6]

Produk

sunting

Bisnis di luar rokok

sunting

Maksudnya, pasar rokok, kan, ya, seperti itu saja. Tetap tumbuh, tapi cukai selalu naik, sementara aturannya sangat ketat.

Victor R. Hartono, COO Djarum, wawancara dengan Kompas.com[7]

Setelah krisis finansial Asia tahun 1997, perusahaan ini menjadi bagian dari konsorsium yang membeli Bank Central Asia (BCA) dari BPPN.[8] BCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia dan sebelumnya merupakan bagian dari Grup Salim. Saat ini saham mayoritas bank (51%) dikendalikan oleh Djarum.

Pada tahun 2004 Djarum Group mengakuisisi kontrak BOT selama 30 tahun dari pemerintah untuk mengembangkan dan merenovasi Hotel Indonesia di Jakarta di bawah proyek superblok Grand Indonesia.[9]

Di luar bisnis rokok, keluarga Hartono juga memiliki bisnis lain. Pertama, perkebunan dan hutan tanaman industri di bawah PT Hartono Plantation Indonesia. Perusahaan ini membuka lahan seluas 30.000 hektare kebun kelapa sawit di Kalimantan Barat, yang ke depannya akan bertambah menjadi 50.000 hektare. Hutan tanaman industri kayu berada di Kalimantan Timur seluas 20.000 hektare. Kedua, perdagangan elektronik dengan brand Blibli.com dan agen perjalanan, Tiket.com. Ketiga, perusahaan elektronik PT Hartono Istana Teknologi dengan mengusung brand Polytron. Perusahaan ini memproduksi alat elektronik konsumen seperti televisi, kulkas, AC, dan telepon seluler.[7]

Olahraga

sunting

PB Djarum didirikan pada tahun 1974 oleh CEO perusahaan Budi Hartono. Pemainnya seperti Liem Swie King dan Alan Budikusuma telah memenangkan berbagai kejuaraan untuk Indonesia.[10][11]

Michael Hartono turut serta menjadi atlet bridge pada Pesta Olahraga Asia 2018, sebagai peserta tertua di ajang olahraga tersebut dalam usia 78 tahun.[12]

Djarum juga memiliki klub sepak bola Italia Como 1907.

Referensi

sunting
  1. ^ "Djarum Ptย โ€“ Company Profile and News". Bloomberg News. Bloomberg L.P. Diakses tanggal 6 September 2024.
  2. ^ "Budi Hartono". Bloomberg Billionares Index. Bloomberg L.P. 2024. Diarsipkan dari asli tanggal 25 August 2024. Diakses tanggal 6 September 2024.
  3. ^ Dunia Djarum[pranala nonaktif permanen]
  4. ^ Kretek, Hanusz, Mark. 2003. Equinox Publishing, Singapura. Halaman 136
  5. ^ "Djarum Website: Djarum Special". www.djarum.com. Diakses tanggal 2016-08-01.[pranala nonaktif permanen]
  6. ^ http://www.forbes.com/indonesia-billionaires/
  7. ^ a b Djumena, Erlangga (ed.). "Ini Bisnis Sampingan Grup Djarum di Luar Rokok". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-07-15.
  8. ^ "Grup Djarum di Indonesia membeli BCA saham senilai $ 382 juta" Diarsipkan 2015-01-21 di Wayback Machine. - sumber: Reuters, 20 Desember 2010
  9. ^ Budi dan Bambang Hartono diversifikasi kegiatan perusahaan di luar industri rokok.
  10. ^ "PB DJARUM -SEJARAH". pbdjarum.org. Diakses tanggal 2021-05-20.
  11. ^ AM, Mansur. "Lowongan Kerja PT Djarum Cari Banyak Karyawan Mulai D3 Hingga S1 Semua Jurusan, Cek Info Resmi". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2021-05-20.
  12. ^ Indonesia, Serambi. "Bambang Hartono, Atlet Peraih Perunggu di Balik Konglomerasi Djarum dan BCA". Tribunnews.com. Diakses tanggal 2019-07-15.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Robert Budi Hartono

seorang pengusaha Indonesia. Ia merupakan anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum yaitu Oei Wie Gwan. Robert merupakan keturunan Tionghoa-Indonesia. Kakaknya

Daftar produk rokok dari Djarum

Djarum 76 Mangga Djarum 76 Nanas Djarum 76 Royal Djarum 76 Apel Djarum 76 Mangga Royal Djarum 76 Apel Royal Djarum Coklat Djarum Coklat Extra Djarum Coklat

Djarum Super

Djarum Super adalah merek rokok ternama di Indonesia yang diproduksi oleh PT Djarum dan terkenal di Indonesia maupun Nigeria. Produk ini dijual dalam

Victor Hartono

Victor Rachmat Hartono (lahir 11 Februari 1972) adalah Direktur Utama PT Djarum, sebuah perusahaan rokok besar di Indonesia yang juga memiliki diversifikasi

PB Djarum

Perkumpulan Bulu Tangkis Djarum (disingkat PB Djarum) diresmikan pada tahun 1969. Awalnya perkumpulan ini didirikan hanya sebagai kegiatan penyaluran

Djarum Black

Djarum Black (disingkat BLACK) merupakan merek sebuah produk rokok kretek yang diproduksi oleh PT Djarum. Produk ini diluncurkan pada tahun 2001. Rokok

Djarum 76

Djarum 76 (sigaret kretek tangan dan mesin) merupakan sebuah merek rokok ternama di Indonesia yang diproduksi oleh PT Djarum. Sesuai dengan namanya, merek

Djarum Foundation

Djarum Foundation adalah organisasi nirlaba yang didirikan oleh Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono, dengan misi untuk memajukan Indonesia