Gerakan Nonblok (GNB)
Non-Aligned Movement
  Negara Anggota
  Negara Pengamat
Biro KoordinasiMarkas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa
Kota New York, New York
Keanggotaan
  • 121 negara anggota
  • 18 negara pengamat
  • 10 organisasi internasional
Pemimpin
• Badan pengambil
keputusan utama
Konferensi Kepala Negara atau Pemerintahan Negara Nonblok[1]
• Kepemimpinan
Uganda Uganda
• Ketua
Yoweri Museveni, Presiden Uganda
PendirianBeograd, Yugoslavia
1 September 1961 sebagai Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Pertama Gerakan Nonblok
Situs web resmi
nam.go.ug
Sunting kotak info
Sunting kotak info • Lihat • Bicara
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Gerakan Nonblok (GNB; bahasa Inggris: Non-Aligned Movement, disingkat "NAM") adalah suatu organisasi internasional yang terdiri lebih dari 100 negara-negara yang menganggap dirinya tidak beraliansi dengan kekuatan besar apapun. Tujuan dari organisasi ini, seperti yang tercantum dalam Deklarasi Havana tahun 1979, adalah untuk menjamin kemerdekaan, kedaulatan, integritas teritorial, dan keamanan dari negara-negara nonblok dalam perjuangan mereka menentang imperialisme, kolonialisme, neo-kolonialisme, apartheid, rasisme dan segala bentuk agresi militer, pendudukan, dominasi, interferensi atau hegemoni dan menentang segala bentuk blok politik.[2] Mereka merepresentasikan 55 persen penduduk dunia dan hampir 2/3 keanggotaan PBB. Negara-negara yang telah menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Nonblok termasuk Yugoslavia, Mesir, Zambia, Aljazair, Sri Lanka, Kuba, India, Zimbabwe, Indonesia, Kolombia, Afrika Selatan dan Malaysia.

Anggota-anggota penting di antaranya Yugoslavia, India, Mesir, Indonesia, Pakistan, Kuba, Kolombia, Venezuela, Afrika Selatan, Iran, Malaysia, dan untuk suatu masa, Republik Rakyat Tiongkok. Meskipun organisasi ini dimaksudkan untuk menjadi aliansi yang dekat seperti NATO atau Pakta Warsawa, negara-negara anggotanya tidak pernah mempunyai kedekatan yang diinginkan dan banyak anggotanya yang akhirnya diajak beraliansi salah satu negara-negara adidaya tersebut. Misalnya, Kuba mempunyai hubungan yang dekat dengan Uni Soviet pada masa Perang Dingin. Atau India yang bersekutu dengan Uni Soviet untuk melawan Tiongkok selama beberapa tahun. Lebih buruk lagi, beberapa anggota bahkan terlibat konflik dengan anggota lainnya, seperti misalnya konflik antara India dengan Pakistan, Iran dengan Irak. Gerakan ini sempat terpecah pada saat Uni Soviet menginvasi Afganistan pada tahun 1979.[3] Ketika itu, seluruh sekutu Soviet mendukung invasi sementara anggota GNB, terutama negara dengan mayoritas muslim, tidak mungkin melakukan hal yang sama untuk Afghanistan akibat adanya perjanjian nonintervensi.

Sejarah

sunting

Kata "Nonblok" diperkenalkan pertama kali[butuh rujukan] oleh Perdana Menteri India Nehru dalam pidatonya tahun 1954 di Colombo, Sri Lanka. Dalam pidato itu, Nehru menjelaskan lima pilar yang dapat digunakan sebagai pedoman untuk membentuk relasi Sino-India yang disebut dengan Panchsheel (lima pengendali).[4] Prinsip ini kemudian digunakan sebagai basis dari Gerakan Nonblok. Lima prinsip tersebut adalah saling menghormati integritas teritorial dan kedaulatan, perjanjian non-agresi, tidak mengintervensi urusan dalam negeri negara lain, kesetaraan dan keuntungan bersama, dan menjaga perdamaian. Sementara itu, pendapat lain mengatakan bahwa istilah "nonblok" pertama kali digunakan pada tahun 1950 dalam sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) oleh India dan Yugoslavia. Kedua negara tersebut menolak untuk berpihak pada salah satu kubu dalam aliansi-aliansi militer yang terlibat dalam Perang Korea.[5]

Gerakan Nonblok sendiri bermula dari sebuah Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika sebuah konferensi yang diadakan di Bandung, Indonesia, pada tahun 1955 yang dihadiri oleh para pemimpin negara dari 29 negara berkembang di Asia dan Afrika.[6][7] Di sana, negara-negara yang tidak berpihak pada blok tertentu mendeklarasikan keinginan mereka untuk tidak terlibat dalam konfrontasi ideologi Barat-Timur. Pendiri dari gerakan ini adalah lima pemimpin dunia: Josip Broz Tito presiden Yugoslavia, Soekarno presiden Indonesia, Gamal Abdul Nasser presiden Mesir, Pandit Jawaharlal Nehru perdana menteri India, dan Kwame Nkrumah dari Ghana.[8]

Gerakan ini sempat kehilangan kredibilitasnya pada akhir tahun 1960-an ketika anggota-anggotanya mulai terpecah dan bergabung bersama Blok lain, terutama Blok Timur. Muncul pertanyaan bagaimana sebuah negara yang bersekutu dengan Uni Soviet seperti Kuba bisa mengklaim dirinya sebagai negara nonblok. Gerakan ini kemudian terpecah sepenuhnya pada masa invasi Soviet terhadap Afghanistan pada Desember 1979.[3]

Tujuan

sunting

Tujuan utama dari Gerakan Nonblok adalah mengupayakan hak untuk menentukan nasib sendiri, kemerdekaan nasional, kedaulatan, dan integritas negara anggota. Selain itu Gerakan Nonblok juga menentang apartheid, dan tidak memihak pakta militer manapun. Gerakan ini juga menolak segala macam bentuk imperialisme dan kolonialisme serta mendukung pelucutan senjata dan tidak mencampuri urusan negara lain. Dibidang ekonomi, gerakan ini berkomitmen dalam pembangunan ekonomi-sosial, restrukturisasi perekonomian internasional, serta kerjasama atas dasar persamaan hak.[9]

Pertemuan GNB

sunting

Normalnya, pertemuan GNB berlangsung setiap tiga tahun sekali. Negara yang pernah menjadi tuan rumah KTT GNB di antaranya Yugoslavia, Mesir, Zambia, Aljazair, Sri Lanka, Kuba, India, Zimbabwe, Indonesia, Kolombia, Afrika Selatan, dan Malaysia. Biasanya setelah mengadakan konferensi, kepala negara atau kepala pemerintahan yang menjadi tuan rumah konferensi itu akan dijadikan ketua gerakan untuk masa jabatan tiga tahun.

Pertemuan berikutnya diadakan di Kairo pada 1964. Pertemuan tersebut dihadiri 56 negara anggota di mana anggota-anggota barunya datang dari negara-negara merdeka baru di Afrika. Kebanyakan dari pertemuan itu digunakan untuk mendiskusikan konflik Arab-Israel dan Perang India-Pakistan.

Pertemuan pertama GNB terjadi di Beograd pada September 1961 dan dihadiri oleh 25 anggota, masing-masing 11 dari Asia dan Afrika bersama dengan Yugoslavia, Kuba dan Siprus. Kelompok ini mendedikasikan dirinya untuk melawan kolonialisme, imperialisme dan neo-kolonialisme.

Pertemuan pada tahun 1969 di Lusaka dihadiri oleh 54 negara dan merupakan salah satu yang paling penting dengan gerakan tersebut membentuk sebuah organisasi permanen untuk menciptakan hubungan ekonomi dan politik. Kenneth Kaunda memainkan peranan yang penting dalam even-even tersebut.

Pertemuan paling baru (ke-13) diadakan di Malaysia dari 20-25 Februari 2003. Namun, GNB kini tampak semakin tidak mempunyai relevansi sejak berakhirnya Perang Dingin.

Prinsip dasar Nonblok

sunting

Nonblok didirikan berdasarkan prinsip-prinsip dasar yang disepakati dalam Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika yang dikenal dengan sebutan Dasasila Bandung [10][11][12]

Tempat dan tanggal KTT GNB

sunting
No Tanggal Negara tuan rumah Kota tuan rumah Slogan
1 1–6 September 1961  Yugoslavia Beograd
2 5–10 Oktober 1964  Republik Arab Bersatu Kairo
3 8–10 September 1970  Zambia Lusaka
4 5–9 September 1973  Aljazair Aljir
5 16–19 Agustus 1976  Sri Lanka Kolombo
6 3–9 September 1979  Kuba Havana
7 7–12 Maret 1983  India New Delhi
8 1–6 September 1986  Zimbabwe Harare
9 4–7 September 1989  Yugoslavia Beograd
10 1–6 September 1992  Indonesia Jakarta
11 18–20 Oktober 1995  Kolombia Cartagena
12 2–3 September 1998  Afrika Selatan Durban
13 20–25 Februari 2003  Malaysia Kuala Lumpur
14 15–16 September 2006  Kuba Havana
15 11–16 Juli 2009  Mesir Sharm el-Sheikh International Solidarity for Peace and Development
16 26–31 Agustus 2012  Iran Teheran Lasting peace through joint global governance
17 17–18 September 2016  Venezuela Porlamar Peace, Sovereignty and Solidarity for Development
18 25–26 Oktober 2019  Azerbaijan Baku Upholding the Bandung principles to ensure a concerted and adequate response to the challenges of the contemporary world
19 15–20 Januari 2024  Uganda[13] Kampala Deepening Cooperation for Shared Global Affluence[14]
20 2029  Uzbekistan[15]

Ketua

sunting
Ketua Gerakan Nonblok
Nama Asal negara Mulai Akhir
Josip Broz Tito  Yugoslavia 1961 1964
Gamal Abdul Nasir  Republik Arab Bersatu 1964 1970
Kenneth Kaunda  Zambia 1970 1973
Houari Boumédienne  Aljazair 1973 1976
William Gopallawa  Sri Lanka 1976 1978
Junius Richard Jayewardene 1978 1979
Fidel Castro  Kuba 1979 1983
Neelam Sanjiva Reddy  India 1983 1983
Zail Singh 1983 1986
Robert Mugabe  Zimbabwe 1986 1989
Janez Drnovšek  Yugoslavia 1989 1990
Stjepan Mesić 1991 1991
Branko Kostić 1991 1992
Dobrica Ćosić 1992 1992
Soeharto  Indonesia 1992 1995
Ernesto Samper  Kolombia 1995 1998
Andrés Pastrana Arango 1998 1998
Nelson Mandela  Afrika Selatan 1998 1999
Thabo Mbeki 1999 2003
Mahathir Mohamad  Malaysia 2003 2003
Abdullah Ahmad Badawi 2003 2006
Fidel Castro  Kuba 2006 2008
Raúl Castro 2008 2009
Hosni Mubarak  Mesir 2009 2011
Muhammad Hussein Tantawi 2011 2012
Muhammad Mursi 2012 2012
Mahmud Ahmadinejad  Iran 2012 2013
Hassan Rouhani 2013 2016
Nicolás Maduro  Venezuela 2016 2019
Ilham Aliyev  Azerbaijan 2019 2024
Yoweri Museveni  Uganda 2024 2027
Shavkat Mirziyoyev  Uzbekistan 2027 2029

Anggota, pengamat, dan tamu

sunting
Negara-negara anggota Gerakan Non-Blok berdasarkan tahun bergabung

Anggota saat ini

sunting

Negara-negara berikut adalah anggota GNB, diurutkan berdasarkan benua, menunjukkan tahun penerimaan:[16]

Afrika

sunting

Saat ini, seluruh negara Afrika adalah anggota Gerakan Non-Blok.

  1.  Algeria (1961)
  2.  Angola (1976)
  3.  Benin (1964)
  4.  Botswana (1970)
  5.  Burkina Faso (1973)
  6.  Burundi (1964)
  7.  Cameroon (1964)
  8.  Cape Verde (1976)
  9.  Central African Republic (1964)
  10.  Chad (1964)
  11.  Comoros (1976)
  12.  Democratic Republic of the Congo (1961)
  13.  Djibouti (1983)
  14.  Egypt (1961)
  15.  Equatorial Guinea (1970)
  16.  Eritrea (1995)
  17.  Eswatini (1970)
  18.  Ethiopia (1961)
  19.  Gabon (1970)
  20.  Gambia (1973)
  21.  Ghana (1961)
  22.  Guinea (1961)
  23.  Guinea-Bissau (1976)
  24.  Ivory Coast (1973)
  25.  Kenya (1964)
  26.  Lesotho (1970)
  27.  Liberia (1964)
  28.  Libya (1964)
  29.  Madagascar (1973)
  30.  Malawi (1964)
  31.  Mali (1961)
  32.  Mauritania (1964)
  33.  Mauritius (1973)
  34.  Morocco (1961)
  35.  Mozambique (1976)
  36.  Namibia (1979)
  37.  Niger (1973)
  38.  Nigeria (1964)
  39.  Republic of the Congo (1964)
  40.  Rwanda (1970)
  41.  São Tomé and Príncipe (1976)
  42.  Senegal (1964)
  43.  Seychelles (1976)
  44.  Sierra Leone (1964)
  45.  Somalia (1961)
  46.  South Africa (1994)
  47.  South Sudan (2024)[17]
  48.  Sudan (1961)
  49.  Tanzania (1964)
  50.  Togo (1964)
  51.  Tunisia (1961)
  52.  Uganda (1964)
  53.  Zambia (1964)
  54.  Zimbabwe (1979)

Amerika

sunting
  1.  Antigua and Barbuda (2006)
  2.  Bahamas (1983)
  3.  Barbados (1983)
  4.  Belize (1981)
  5.  Bolivia (1979)
  6.  Chile (1971)
  7.  Colombia (1983)
  8.  Cuba (1961)
  9.  Dominica (2006)
  10.  Dominican Republic (2000)
  11.  Ecuador (1983)
  12.  Grenada (1979)
  13.  Guatemala (1993)
  14.  Guyana (1970)
  15.  Haiti (2006)
  16.  Honduras (1995)
  17.  Jamaica (1970)
  18.  Nicaragua (1979)
  19.  Panama (1976)
  20.  Peru (1973)
  21.  Saint Kitts and Nevis (2006)
  22.  Saint Lucia (1983)
  23.  Saint Vincent and the Grenadines (2003)
  24.  Suriname (1983)
  25.  Trinidad and Tobago (1970)
  26.  Venezuela (1989)

Asia

sunting
  1. / Afghanistan (1961)
  2.  Bahrain (1973)
  3.  Bangladesh (1973)
  4.  Bhutan (1973)
  5.  Brunei Darussalam (1993)
  6.  Cambodia (1961)
  7.  India (1961)
  8.  Indonesia (1961)
  9.  Iran (1979)
  10.  Iraq (1961)
  11.  Jordan (1964)
  12.  Kuwait (1964)
  13.  Laos (1964)
  14.  Lebanon (1961)
  15.  Malaysia (1970)
  16.  Maldives (1976)
  17.  Mongolia (1993)
  18.  Myanmar (1961)
  19.    Nepal (1961)
  20.  North Korea (1975)
  21.  Oman (1973)
  22.  Pakistan (1979)
  23.  Palestine (1976)
  24.  Philippines (1993)
  25.  Qatar (1973)
  26.  Saudi Arabia (1961)
  27.  Singapore (1970)
  28.  Sri Lanka (1961)
  29.  Syria (1964)
  30.  Thailand (1993)
  31.  East Timor (2003)
  32.  Turkmenistan (1995)
  33.  United Arab Emirates (1970)
  34.  Uzbekistan (1993)
  35.  Vietnam (1976)
  36.  Yemen (1990)[19]

Eropa

sunting
  1.  Azerbaijan (2011)
  2.  Belarus (1998)

Oseania

sunting
  1.  Fiji (2011)
  2.  Papua New Guinea (1993)
  3.  Vanuatu (1983)

Mantan anggota

sunting
  1.  North Yemen (1961–1990)[20]
  2.  Cyprus (1961–2004)[21][22]
  3.  Yugoslavia (1961–1992)[23][24][25]
  4.  South Yemen (1970–1990)[20]
  5.  Malta (1973–2004)[22]
  6.  Argentina (1973–1991)[26][27]

Pengamat

sunting

Negara dan organisasi berikut memiliki status pengamat:[16]

Negara

sunting

Organisasi

sunting

Mantan pengamat

sunting
  1.   Vatikan (1970)[36]

Tamu

sunting

Tidak ada status tamu permanen, tetapi sering kali beberapa negara non-anggota diwakili sebagai tamu pada konferensi.[37] Selain itu, sejumlah besar organisasi, baik dari dalam sistem PBB maupun dari luar, selalu diundang sebagai tamu.[38]

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ "The Non-Aligned Movement: Background Information". Government of Zaire. 21 September 2001. Diarsipkan dari asli tanggal 2016-02-09. Diakses tanggal 23 April 2011.
  2. ^ Fidel Castro speech to the UN in his position as chairman of the nonaligned countries movement 12 October 1979 Diarsipkan 2011-06-11 di Wayback Machine. "For this reason we agreed in Havana to reaffirm that the quintessence of the nonalinement policy, in accordance with its original principles and fundamental nature, is the struggle against imperialism, colonialism, neocolonialism, apartheid, racism, including Zionism."
    Pakistan & Non-Aligned Movement Diarsipkan 2006-10-02 di Wayback Machine., Board of Investment - Government of Pakistan, 2003
  3. ^ a b Bott 2016, hlm. 149.
  4. ^ Miskovic 2014, hlm. 5.
  5. ^ Ivo, Goldstein; Slavko, Goldstein (2020). Tito (dalam bahasa Kroasia). Zagreb. hlm. 637. ISBN 9789533137506. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  6. ^ "Non-Aligned Movement | Definition, Mission, & Facts". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-02-27. Diakses tanggal 2020-08-31.
  7. ^ Dinkel 2018, hlm. 42.
  8. ^ Wuryanto, Dika D (Juli 2017). "INDONESIA SEBAGAI TUAN RUMAH KTT GERAKAN NON BLOK X TAHUN 1992". AVATARA e-journal Pendidikan Sejarah. 5 (2): 291. Diarsipkan dari asli tanggal 2021-03-08. Diakses tanggal 2020-08-31.
  9. ^ "Gerakan Nonblok". Diarsipkan dari asli tanggal 2020-09-18. Diakses tanggal 2020-08-06. ;
  10. ^ http://docenti.unimc.it/docenti/uoldelul-chelati-dirar/storia-dei-paesi-postcoloniali/i-dieci-punti-della-conferenza-di-bandung Diarsipkan 2009-02-13 di Wayback Machine. TEN PRINCIPLES OF BANDUNG. (DASA SILA BANDUNG). THE ASIAN-AFRICAN CONFERENCE. Bandung, 18-24 April 1955
  11. ^ Afro-Asian Peoples'Solidarity Organization TEN PRINCIPLES OF BANDUNG. (DASA SILA BANDUNG). THE ASIAN-AFRICAN CONFERENCE. Bandung, 18-24 April 1955
  12. ^ http://news.xinhuanet.com/english/2005-04/23/content_2867228.htm Diarsipkan 2009-02-13 di Wayback Machine. Backgrounder: The Ten Principles of Bandung
  13. ^ "Museveni explains Uganda's selection to host NAM summit". Daily Monitor (dalam bahasa Inggris). 22 March 2023. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 10 April 2023. Diakses tanggal 11 May 2023.
  14. ^ Wandati, Michael (2024-01-17). "Excitement as world leaders converge in Uganda for NAM summit". Kampala Dispatch (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-01-19.
  15. ^ akbaryusupov. "Uzbekistan vows to chair Non-Aligned Movement in 2027-2029". tashkenttimes.uz. Diakses tanggal 2026-01-21.
  16. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama NAM members
  17. ^ "South Sudan joins Non-Aligned Movement". New Vision. 2024-01-17. Diakses tanggal 2025-06-04.
  18. ^ In a joint letter to the UN Secretary-General ...
  19. ^  North Yemen adalah salah satu pendiri pada 1961.  South Yemen bergabung pada 1970. Pada 1990 keduanya bersatu menjadi satu negara yang menerima tanggung jawab atas semua perjanjian pendahulunya.[18]
  20. ^ a b ...
  21. ^ ...
  22. ^ a b ...
  23. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama suspended
  24. ^ ...
  25. ^ ...
  26. ^ ...
  27. ^ ...
  28. ^ a b c d e f g h i j k l m n o p ...
  29. ^ a b c d e ...
  30. ^ ...
  31. ^ ...
  32. ^ ...
  33. ^ ...
  34. ^ ...
  35. ^ ...
  36. ^ ...
  37. ^ XII Summit, Durban, South Africa ...
  38. ^ XII Summit, Durban, South Africa ...

Daftar Pustaka

sunting
  • Bott, Sandra (2016). Neutrality and Neutralism In The Global Cold War: The Non-Aligned Movement In The East-West Conflict. London & New York: Routledge. ISBN 9781138886216. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Dinkel, Jurgen (2018). The Non-Aligned Movement: Genesis, Organization, And Politics. Leiden: Brill. ISBN 9789004336131. Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Miskovic, Natasa (2018). The Non-aligned Movement And The Cold War: Delhi-Bandung-Belgrade. London: Routledge. ISBN 9780815373674. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

sunting

Templat:Nonblok

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Daftar kata serapan dari bahasa Belanda dalam bahasa Indonesia

(donor) doorsmeer (=jasa cuci mobil—Medan) (doormeren) dos (doos) dosen (docent) drat (draad): alur sekrup dril (drillen): latihan duane (douane) duet (duet)

Daftar frasa Latin

datang, aku melihat, aku menaklukkan. Ventis secundis, tene cursum Verba docent, exempla trahunt Veritas odium paret Vestigia terrent Vincere scis, Hannibal

Maximilian Perty

sebelumnya tidak diketahui, dan pada tahun 1831 menjadi dosen privat (privat-docent) zoologi dan sejarah alam umum di Universitas München. Dari tahun 1833 hingga

Dosen tetap

Universitair docent 1 Senior lecturer Associate professor (W2, C2) Hochschuldozent Oberassistent Privatdozent Lektor Universitair docent 2 Lecturer Assistant

Sumer

Teaching materials". Oriental Institute in collaboration with Chicago Web Docent and eCUIP, The Digital Library. Diarsipkan dari asli tanggal 5 November

Angels & Demons (film)

Ebner Todd Schneider sebagai petugas Carabinieri Anna Katarina sebagai Docent Howard Mungo sebagai Kardinal Yoruba Rance Howard sebagai Kardinal Beck

Oscar van Dillen

controleren maakt', aldus Van Dillen, die werkzaam is als componist en docent aan het Rotterdams Conservatorium. "Board of Trustees". Wikimedia Foundation

Sisik ular

Diarsipkan 2006-05-03 di Wayback Machine. at Singapore Zoological Garden's Docent. Accessed 14 August 2006. Greene, Harry W. Snakes - The Evolution of Mystery