Pulau Doom
Pulau Doom pada 1955
Pulau Doom (tengah) di antara pulau-pulau sekitar Sorong
Pulau Doom di Maluku dan Papua
Pulau Doom
Pulau Doom
Lokasi di bagian timur Indonesia
Geografi
Koordinat0°53′13″S 131°14′10″E / 0.88694°S 131.23611°E / -0.88694; 131.23611
Dibatasi olehSamudra Pasifik
Garis pantai4,5 km
Pemerintahan
NegaraIndonesia
ProvinsiPapua Barat Daya
KotaSorong
KecamatanSorong Kepulauan
Kependudukan
Penduduk9.143 jiwa (2016)
Info lainnya
Zona waktu
Peta

Pulau Doom atau Pulau Dum adalah pulau kecil di Provinsi Papua Barat Daya, Indonesia. Letak pulau ini berhadapan langsung dengan Kota Sorong.[1]

Daya tarik wisata dari pulau ini adalah latar belakang sejarahnya dan alamnya yang indah. Dalam bahasa penduduk setempat, suku Moi, "dum" berarti pulau yang ditumbuhi oleh banyak pohon buah. Dalam kenyataannya, memang banyak sekali tanaman buah-buahan tumbuh di pulau ini, khususnya buah sukun.[2]

Geografi dan administrasi

sunting

Secara administratif, Pulau Doom merupakan bagian dari Kota Sorong, Kecamatan atau Distrik Sorong Kepulauan. Hanya membutuhkan 15 menit perjalanan dengan perahu nelayan untuk mencapainya dari pelabuhan Sorong.[3] Pulaunya sendiri tampak dari pelabuhan, karena jaraknya tiga kilometer saja.

Berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) 2019,[4] Pulau Doom memiliki dua kelurahan, yaitu Kelurahan Doom Barat (terdiri dari 3 RW dan 10 RT) dan Kelurahan Doom Timur (terdiri dari 3 RW dan 18 RT). Namun, dua kelurahan tersebut tidak hanya meliputi Pulau Doom, melainkan juga terpencar-pencar di beberapa pulau lain di sekitarnya.

Pulau Doom memiliki fasilitas pendidikan berupa satu SMP Negeri, dua SMP swasta, dan satu SMA Negeri. Gedung SMA tersebut dulunya merupakan kompleks Lembaga Permasyarakatan yang dibangun oleh Belanda.[5]

Dengan luas wilayah yang hanya 5 kilometer persegi, Pulau Doom termasuk padat dan banyak ditinggali oleh para pendatang dari Jawa, Buton, Bugis, dan Toraja. Per 2018, jumlah penduduk Kecamatan Sorong Kepulauan 11.666 jiwa, terdiri dari 6.035 penduduk laki-laki dan 5.631 penduduk perempuan.[4]

Sejarah

sunting

Sejak masa pendudukan Belanda, Pulau Doom sudah berpenghuni. Saat itu, pulau ini merupakan bagian dari teritorial Kesultanan Tidore.[6]

Pada 1935, Belanda menjadikannya ibu kota pemerintahan Sorong yang disebut Onderafdeling. Sorong saat itu belum berbentuk kota. Infrastruktur dan aliran listrik lebih dulu tiba di Pulau Doom. Belanda menggunakan diesel sebagai pembangkit listrik di sana, dan saat ini masih berfungsi.[7] Lantaran terlihat lebih gemerlap dari daerah disekitarnya, masyarakat setempat kemudian menjuluki Pulau Doom sebagai "pulau bintang".[1]

Jepang pun pernah merasakan tinggal di pulau ini. Pada masa Perang Dunia II, penjajah Jepang menjadikan Pulau Doom sebagai basis pertahanan di wilayah perairan Hollandia. Tentara Jepang banyak membuat gua yang saling tersambung dengan beberapa bungker pertahanan, khas strategi perang Jepang pada masa itu. Bahkan, ada yang bungker yang langsung menghadap ke Bandar Udara Jefman, Sorong, di sekitar daerah Tanjung Lampu Jepang. Tanda bahwa selain dipakai untuk bertahan, bungker juga menjadi tempat strategis dalam rangka menggempur lawan di Pulau Papua.[2]

Bangunan-bangunan di Pulau Doom memiliki arsitektur yang sangat berbeda dengan wilayah Papua lainnya, termasuk Kota Sorong. Rumah masyarakat tradisional pada umumnya berbentuk honai, panggung, atau gubuk kayu. Sedangkan di Pulau Doom, dapat dilihat rumah-rumah khas Belanda dengan konstruksi betonnya. Berbagai fasilitas peninggalan seperti gardu listrik, gereja, dan gedung serbaguna pun masih berdiri kokoh, sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.[8]

Referensi

sunting
  1. ^ a b Paul (2019-04-28). "Pulau Doom, 'Kota Belanda' yang Hilang di Papua Barat". Balleo News. Diakses tanggal 2019-11-07.
  2. ^ a b Cornelius Helmy (2011-01-27). Asdhiana, I Made (ed.). "Keindahan Lain di Pulau Kepala Burung". Kompas.com. Diakses tanggal 2019-11-08.
  3. ^ Kakisina, Ernes Broning (2018-01-01). "Pulau Doom Wisata Sejarah di Kota Sorong". ANTARA News. Diakses tanggal 2019-11-07.
  4. ^ a b Badan Pusat Statistik Kota Sorong. "Kecamatan Sorong Kepulauan dalam Angka". Bps.go.id. Diakses tanggal 2019-11-08.
  5. ^ Yustiana, Kurnia (2015-11-12). "Mengintip Sekolah di Sorong yang Dulunya Penjara Belanda". detikcom. Diakses tanggal 2019-11-07.
  6. ^ Silaban, M. H. (1963). Irian Barat. Pustaka Sri. hlm. 17. Diakses tanggal 2019-11-08. Kesultanan Tidore kelak menguasai daerah2 di Irian Barat, antara lain pulau Doom, Sorong
  7. ^ "Jejak Belanda yang Hilang di Pulau Doom, Sorong". detikcom. 2013-08-07. Diakses tanggal 2019-11-07.
  8. ^ "Nostalgia Sejarah Pulau Doom". IndonesiaKaya.com. Diakses tanggal 2019-11-07.

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Doom metal

Doom metal adalah subgenre ekstrem dari musik heavy metal yang biasanya menggunakan tempo yang lebih lambat, gitar yang disetel rendah, dan suara yang

MF Doom

1971 – 31 Oktober 2020), juga dikenal dengan nama panggungnya MF Doom atau hanya Doom keduanya sebagian besar ditulis dengan huruf kapital semua), adalah

Doom

Doom (ditulis DOOM pada dokumen resmi dan kadang ditulis DooM oleh beberapa penggemar) adalah sebuah permainan video yang biasanya dianggap sebagai salah

Seo In-guk

(2014), Hello Monster (2015), Squad 38 (2016), Shopping King Louie (2016), The Smile Has Left Your Eyes (2018) dan Doom at Your Service (2021), dan Cafe Minamdang

Park Bo-young

seri televisi Oh My Ghostess (2015), Strong Woman Do Bong-soon (2017) & Doom At Your Service (2021). "박보영 첫 출연작 영화 '이퀄'은 무슨 작품?". Naver (dalam bahasa

Pro Evolution Soccer 2017

Diakses tanggal September 21, 2016. Schilling, Chris (September 13, 2016). "Doom Review". IGN. Diakses tanggal September 21, 2016. "E3 Nominees - Game Critics

Tati Gabrielle

2016 untuk peran tamunya sebagai Wackie Jackie dalam episode "Tightrope of Doom" dari serial komedi Disney Channel, KC Undercover. Belakangan tahun itu,

Dawon

lagu tersebut. Namanya mulai naik semenjak ia berperan dalam drama televisi Doom at Your Service (2021) sebagai Tak Sunkyung. Ia tampil di drama televisi