📑 Table of Contents

Ecdysozoa
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Subkerajaan: Eumetazoa
Klad: ParaHoxozoa
Klad: Bilateria
Klad: Nephrozoa
(tanpaย takson): Protostomia
Superfilum: Ecdysozoa
Filum

Ecdysozoa (juga disebut cycloneuralia) adalah salah satu pengelompokan hewan protostomia, termasuk Arthropoda, Nematoda dan beberapa filum yang lebih kecil. Mereka pertama kali didefinisikan oleh Aguinaldo dkk. pada tahun 1997, terutama berdasarkan pada pohon yang dibangun menggunakan gen RNA ribosom 18S.[1] Sebuah studi besar tahun 2008 oleh Dunn dkk. sangat mendukung ecdysozoa sebagai pengelompokan alami.[2]

Kelompok ini juga didukung oleh ciri-ciri morfologi, dan dapat dianggap termasuk semua hewan yang menanggalkan eksoskeletonnya (rangka luarnya) (lihat ekdisis). Kelompok yang berkorespondesi secara kasar pada Ecdysozoa telah diusulkan sebelumnya oleh Perrier tahun 1897 dan Seurat tahun 1920 berdasarkan morfologi saja.

Grup ini telah dites oleh sejumlah kecil biolog. Beberapa berargumen untuk pengelompokan berdasarkan teknik taksonomik yang lebih tradisional,[3] sementara yang lainnya mengetes interpretasi dari data molekuler.[4][5]

Ciri-ciri grup

sunting

Ciri paling dikenal yang dimiliki bersama oleh ecdysozoa adalah kutikula berlapis tiga yang terdiri atas bahan organik, yang diganti secara berkala bersamaan tumbuhnya hewan tersebut. Proses pergantian kulit ini disebut ekdisis dan memberi nama grup ini. Ecdysozoa tidak punya sperma berpenggerak silia, menghasilkan sperma yang kebanyakan amoeboid, dan embrio mereka tidak mengalami pembelahan spiral seperti banyak protostomia lain. Ciri-ciri lain yang ditemukan pada kelompok, contoh, Tardigrada, Pycnogonida, dan cacing gilig (Nematoda) memiliki faring triradiata.

Ecdysozoa terdiri atas filum-filum berikut: Arthropoda, Onychophora, Tardigrada, Kinorhyncha, Priapulida, Loricifera, Nematoda dan Nematomorpha. Beberapa kelompok lain, seperti gastroticha, dianggap anggota Ecdysozoa yang mungkin tetapi tidak punya ciri utama grup ini, dan sekarang ditempatkan di tempat lain. Arthropoda, Onychophora dan Tardigrada dikelompokkan bersama sebagai Panarthropoda karena mereka dibedakan oleh bidang tubuh yang beruas-ruas.[6] Tahun 2008, Dunn dkk. menyarankan bahwa tardigrada dapat dikelompokkan dengan nematoda, menyisakan Onycophora sebagai grup saudara dari arthropoda.[2]

Anggota Ecdysozoa yang bukan panarthropoda dikelompokkan sebagai Cycloneuralia tetapi biasanya mereka dianggap parafiletik.

Rujukan

sunting
  1. ^ Aguinaldo, A. M. A. (1997). "Evidence for a clade of nematodes, arthropods and other moulting animals". Nature. 387: 489โ€“493. doi:10.1038/387489a0.
  2. ^ a b Dunn; etย al. (2008). "Broad phylogenomic sampling improves resolution of the animal tree of life". Nature. 452: 745โ€“749. doi:10.1038/nature06614.
  3. ^ Nielsen, Claus (1995). Animal Evolution: Interrelationships of the Living Phyla. Oxford University Press. ISBNย 9780198506829.
  4. ^ Blair, J. E. (2002). "The evolutionary position of nematodes". BMC Evolutionary Biology. 2: 7. doi:10.1186/1471-2148-2-7. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  5. ^ Wรคgele, J. W. (1999). "The Ecdysozoa: Artifact or monophylum?". Journal of Zoological Systematics and Evolutionary Research. 37: 211โ€“223.
  6. ^ Paleos Invertebrates: Panarthropoda Diarsipkan 2007-02-07 di Wayback Machine. - URL diakses 17 Februari, 2007

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tardigrada

(dikenal dengan julukan beruang air) merupakan bagian dari supefilum Ecdysozoa. Tardigrada berukuran sangat kecil dan hidup di air dengan kaki berjumlah

Nematoda

sangat luas. Menurut taksonomi, mereka dikelompokkan dalam superfilum Ecdysozoa bersama dengan artropoda dan hewan-hewan lain yang melakukan ekdisis.

Hewan

mencakup Ecdysozoa, dinamai berdasarkan sifat bersama mereka yaitu ekdisis, pertumbuhan dengan cara berganti kulit, Di antara filum ecdysozoa terbesar

Artropoda

mendukung penempatan artropoda bersama dengan cycloneuralia dalam superfilum Ecdysozoa. Namun, hubungan dasar Metazoa belum diketahui secara pasti. Begitu pula

Saccorhytus

punah organisme berbentuk bulat yang barangkali masuk kedalam superfilum Ecdysozoa, dan hanya diwakili oleh satu spesies, Saccorhytus coronarius (dari kata

Cacing beludru

(Onychophoraย โ€”ย secara harfiah "pembawa cakar") atau peripatus adalah filum ecdysozoa yang beranggotakan sekitar 200 spesies. Organisme bersegmentasi ini memiliki

Protostoma

petunjuk bahwa hewan protostoma dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama: Ecdysozoa, contoh arthropoda, nematoda Platyzoa, contoh platyhelminthes, rotifera

Vetulicolia

studi lainnya menunjukkan kemungkinan bahwa Saccorhytus merupakan sebuah ecdysozoa. Shu, Degan (2005). "On the Phylum Vetulicolia". Chinese Science Bulletin