Efek stroboskopik adalah adalah efek pencahayaan yang menampilkan pergerakan cahaya yang tidak menentu. Alat yang dapat menimbulkan efek stroboskopik adalah lampu pendar. Efek stroboskopik hanya timbul pada rangkaian listrik dengan sumber arus bolak-balik. Ini merupakan akibat dari keberadaan frekuensi tegangan listrik. Pada keadaan normal, mata manusia tidak mampu mengamati kedipan yang dihasilkan oleh lampu pendar. Kedipan terlihat saat efek stroboskopik muncul dan lampu seakan padam sesekali. Efek stroboskopik teramati pada saat benda yang berputar disinari. Pengamatan yang muncul adalah benda tersebut berputar lebih cepat, berhenti atau berputar dengan arah yang berlawanan. Efek stroboskopik dihilangkan dengan memasang kapasitor. Fungsinya sebagai pembuat perbedaan fasa listrik pada tegangan listrik. Satu fasa dalam keadaan mendahului, sedang satu fasa dalam keadaan tertinggal. Pemasangan kapasitor akan membuat lampu seakan tidak pernah padam.[1]
Efek stroboskopik 📖 Wikipedia
📚 Artikel Terkait di Wikipedia
Film
berputar menciptakan interval kegelapan stroboskopik, tetapi penonton tidak menyadari interupsi ini karena efek fusi kedipan. Gerakan yang terlihat pada
Sejarah film
ilusi stroboskopik oleh Joseph Plateau, Michael Faraday dan Simon Stampfer menghasilkan penemuan Fantascope, juga dikenal sebagai cakram stroboskopik atau
Koefisien restitusi
internal dari kedua objek harus dipertimbangkan, atau ketika terdapat beberapa efek kompleks yang terjadi pada waktu antara kontak awal dan perpisahan final
Proyektor film
ketika mereka secara mandiri memperkenalkan animasi stroboskopik pada tahun 1833 dengan cakram stroboskopik (yang kemudian dikenal sebagai fenakistiskop),
Film bisu
tahun. Pada tahun 1833, Joseph Plateau memperkenalkan prinsip animasi stroboskopik dengan Fantascopenya (lebih dikenal sebagai fenakistoskop). Enam tahun
Gerak henti
sepenuhnya buta saat ini. Pada tahun 1852, Jules Duboscq mematenkan cakram stroboskopik "Stéréoscope-fantascope ou Bïoscope" (atau disingkat stéréofantascope)