Analisis pinch adalah sebuah metodologi untuk memperkecil pemakaian energi dari proses kimia dengan menghitung target energi secara pasti menggunakan prinsip termodinamika yang dapat dicapai dengan mengoptimalkan sistem pemulihan panas, metode pasokan energi dan kondisi proses operasi. Metode ini juga disebut dengan teknologi pinch atau sebagai integrasi proses, integrasi panas, dan integrasi energi.

Metode ini dimulai dengan mendata seluruh aliran panas dari unsur pemasok dan aliran dingin dari unsur pemakai energi dalam suatu proses. Data aliran panas dan aliran dingin ini kemudian digabungkan ke dalam suatu kurva yang dinamakan sebagai kurva komposit.[1] Titik terdekat antara kurva komposit aliran panas dan kurva komposit aliran dingin disebut dengan Titik Pinch.

Sejarah

sunting

Teknik ini pertama kali dikembangkan oleh seorang mahasiswa doktor yang bernama Bodo Linnhoff di bawah pengawasan Dr John Flower di Universitas Leeds pada akhir tahun 1977.[2] Pada tahun 1977 Linnhoff bergabung Imperial Chemical Industries (ICI) dan dia memimpin pengembangan aplikasi praktis dan metode lanjut. Pada tahun 1982 ia bergabung dengan Institut Teknologi Universitas Manchester (UMIST, sekarang bernama Universitas Manchester) untuk melanjutkan pengembangannya.[3] Pada tahun 1983 ia mendirikan sebuah perusahaan konsultasi yang dikenal dengan nama LinnhoffMarch International yang kemudian diakuisisi oleh KBC Energy Services.[4]

Referensi

sunting
  1. ^ "Pinch analysis". IPIECA.org. International Petroleum Industry Environmental Conservation Association. Diarsipkan dari asli tanggal 2014-02-21. Diakses tanggal 14 Februari 2014.
  2. ^ "A Dictionary of Chemical Engineering". Google eBook. Diakses tanggal 14 Februari 2014.
  3. ^ "Handbook of Process Integration (PI): Minimisation Of Energy And Water Use, Waste And Emissions". Google eBuku. Diakses tanggal 14 Februari 2013.
  4. ^ "Profile on enviromental expert". KBC Advanced Technologies plc. Diakses tanggal 14 Februari 2014.

Bibliografi

sunting
  • Kemp, I.C. (2006). Pinch Analysis and Process Integration: A User Guide on Process Integration for the Efficient Use of Energy, 2nd edition. Butterworth-Heinemann. ISBN 0-7506-8260-4. (Edisi pertama: Linnhoff, 1982).
  • Shenoy, U.V. (1995). Heat Exchanger Network Synthesis: Process Optimization by Energy and Resource Analysis. Gulf Publishing Company, Houston, TX, USA. ISBN 0-88415-391-6.

Pranala luar

sunting


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Kelapa sawit afrika

L. (2006). "Conditions for the sustainability of biomass based fuel use". Energy Policy. 34 (7): 863โ€“876. Bibcode:2006EnPol..34..863R. doi:10.1016/j.enpol

Pengondisi udara

provide tax rebates for companies who use products which are ECA approved. American Council for Energy-Efficient Economy cooling guide Diarsipkan 2014-02-07

Amerika Serikat

(2011-01-01). "3 Reasons Light Rail Is an Efficient Transportation Option for U.S. Cities". MetaEfficient. Diakses tanggal 2011-08-29.[pranala nonaktif

Bahan bakar etanol

2011. M. Wang, C. Saricks, D. Santini. "Effects of Fuel Ethanol Use on Fuel-Cycle Energy and Greenhouse Gas Emissions" (PDF). Argonne National Laboratory

Argon

Space, Environmental Medicine. 74 (12): 1243โ€“50. PMIDย 14692466. "Energy-Efficient Windows". FineHomebuilding.com. Diakses tanggal 1 August 2009. Nuckols

Tulium

der Kolk, E. (2015). "Efficient luminescent solar concentrators based on self-absorption free, Tm(2+) doped halides". Solar Energy Materials & Solar Cells

Torium

Marcel; Bjerke, Roger M.; Grant, Derek; Brevik, Ellen M. (2016-09-01). "An efficient chelator for complexation of thorium-227". Bioorganic & Medicinal Chemistry

Iterbium

Fundamentals and Theory. Academic press. Kouznetsov, D. (2007). "Comment on Efficient diode-pumped Yb:Gd2SiO5 laser". Applied Physics Letters. 90 (6): 066101