Penggalian di situs Gran Dolina, di Pegunungan Atapuerca, Spanyol, 2008
Penggalian di situs Pertempuran di Harzhorn, (Jerman)

Penggalian dalam arkeologi adalah pembongkaran, pemrosesan dan pencatatan sisa-sisa arkeologis. Situs penggalian atau "gali" adalah situs yang sedang dipelajari. Penggalian situs semacam itu berkaitan dengan situs arkeologi tertentu atau serangkaian situs yang saling berhubungan, dan dapat dilakukan hanya dalam beberapa minggu hingga beberapa tahun.

Banyak teknik khusus dengan fitur tertentu yang digunakan dalam penggalian. Sumber daya dan masalah praktis lainnya tidak memungkinkan para arkeolog untuk melakukan penggalian kapan pun dan di mana pun lokasi yang mereka pilih. Dengan adanya kendala ini berarti banyak situs purbakala yang sebenarnya sudah diketahui sengaja dibiarkan tidak digali dengan tujuan melestarikan situs-situs tersebut untuk generasi mendatang demikian juga bagi komunitas yang tinggal di dekat situs purbakala tersebut akan mengenal aktivitas penggalian situs purbakala nantinya.

Perekaman digital

sunting

Penggalian arkeologis adalah proses yang tidak dapat diulang, karena area tanah yang sama tidak dapat digali dua kali.[1] Oleh sebab itu, arkeologi sering disebut sebagai ilmu perusak, karena harus menghancurkan bukti asli untuk melakukan pengamatan. Guna mengatasi hal ini, metode digital yang sangat akurat dan tepat dapat digunakan untuk merekam proses penggalian dan hasilnya.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ Barker (1982). Techniques of Archaeological Excavation (Edisi 2nd). London: Batsford. ISBNย 978-0713427387.
  2. ^ Roosevelt; Cobb; Moss; Olson; รœnlรผsoy (2015). "Excavation is Destruction Digitization: Advances in Archaeological Practice". Journal of Field Archaeology. 40 (3): 325โ€“346. doi:10.1179/2042458215Y.0000000004.

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Prasasti Masahar

angker oleh penduduk, sehingga dibiarkan selama puluhan tahun. Prasasti diekskavasi oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur (BPCB Jatim)

Situs Adan-Adan

Mataram Kuno. Merujuk pada temuan tahun 2016 dan 2017, akan ada rencana ekskavasi besar-besaran pada tahun 2019. Meskipun demikian, ketika ditemukan benda

Sodom dan Gomora

dan Gomora, salah satunya adalah Bab edh-Dhra, yang aslinya telah di-ekskavasi di tahun 1965 oleh arkeologis Paul Lapp, dan kemudian diselesaikan oleh

Parit

Parit adalah sebuah jenis ekskavasi atau tekanan di tanah yang umumnya lebih dalam ketimbang lebarnya (berlawanan dengan lombong yang lebih lebar, atau

Troya

1870-an seorang arkeolog Jerman Heinrich Schliemann mengekskavasi area tersebut. Ekskavasi-ekskavasi selanjutnya membuka tabir bahwa beberapa kota dibangun

Spinophorosaurus

sekarang menjadi Niger selama periode Jura Tengah. Dua spesimen pertamanya diekskavasi pada tahun 2000-an oleh tim dari Jerman dan Spanyol di bawah kondisi

Situs Kumitir

dengan pihak-pihak terkait, melakukan ekskavasi pada tahun 2019 (Oktober) dan tahun 2020 (Agustus). Sebelum ekskavasi, kondisi situs digunakan sebagai ladang

Situs Ekskavasi Keezhadi

bidang dalam proyek ekskavasi ini, memperkirakan bahwa temuan tersebut berasal dari abad ke-6 SM hingga abad ke-3 SM. Ekskavasi dilakukan oleh Survei