Eksoterik adalah seluruh soal yang boleh diketahui dan boleh dilakukan semua anggota dari salah satu golongan yang menganut paham tertentu.[1] Kalangan esoterik, walau sering kali juga bahagia dalam kepercayaan, ritual dan tempat ibadah yang seragam, telah tumbuh dewasa dalam kepercayaannya.[2] Mereka tidak hanya melakukan ritual atau menghadiri ibadah karena seseorang menyuruhnya, tetapi mereka benar-benar meresapi.[2] Kalangan eksoterik adalah orang-orang percaya, mereka berhubungan dengan Tuhan, tetapi hubungan ini masih sedalam kulit luar, tidak terasa dalam hati, dengan kata lain, belum matang.[2] Betapapun baiknya perayaan-perayaan dan ritual eksoterik, hanya merupakan sarana untuk mencapai tujuan, bukan tujuan itu sendiri.[2]

Referensi

sunting
  1. ^ (Indonesia)Shaadily, Hasan. Ensiklopedia Indonesia Jilid 3. Jakarta: Ikhtiar Baru dan Van Hoeve.
  2. ^ a b c d "Eksoterik".[pranala nonaktif permanen]

📚 Artikel Terkait di Wikipedia

Budaya rakyat

hanya dapat dipahami oleh sejumlah besar orang saja. Kedua, budaya rakyat eksoterik adalah sesuatu yang dapat dimengerti oleh umum, tidak terbatas oleh kumpulan

Masa pemerintahan Ali

bahwa Ali mengatakan, "Kami berperang melawan mereka atas isi wahyu yang eksoterik (zahir) dan hari ini kami melawan mereka karena pesan esoterisnya (batin)"

Kabala

dan murid-muridnya. "Imbued with Holiness" - Hubungan esoteris kepada eksoterik dalam empat kali lipat dalam Pardes interpretasi terhadap Taurat dan eksistensi

Tarekat Ba'alawiyah

mereka yang mendalam tentang Islam dan ajarannya, baik esoterik maupun eksoterik. Meskipun kepribadian seperti itu mungkin tak memiliki ambisi politik

Karya Aristoteles

hal ini sebagai perbedaan antara karya-karya yang ditujukan untuk umum (eksoterik), dan karya-karya yang lebih teknis untuk digunakan dalam pengajaran bagi

Perenialisme agama

yang sama. Kesamaan ini terletak di tataran esoterik, bukan di ranah eksoterik. Kedua, meskipun cahaya memiliki daya terang yang beragam, semua cahaya

Haqiqah

merupakan satu dari empat tahapan perjalanan suluk, yakni, syari'ah (jalan eksoterik), thariqah (jalan esoteris), haqiqah (kebenaran hakiki) dan ma'rifah (pengenalan

Al-Baqarah ayat 256

bahwa aspek esoteris dan sejati dari agama adalah iman, sebagaimana aspek eksoterik dan bentuk [luar]nya adalah Islam, adalah sebagai berikut: Kebenaran telah