| Elly Kasim | |
|---|---|
Elly Kasim, 1967 | |
| Lahir | Elimar 27 September 1944 Tiku, Padang Pariaman,[1][2] Sumatera Barat, Masa Pendudukan Jepang |
| Meninggal | 25 Agustus 2021 (umurย 77) Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta, Indonesia |
| Makam | Al Azhar Memorial Garden, Karawang, Jawa Barat |
| Kebangsaan | Indonesia |
| Namaย lain | Cik Uniang Kutilang Minang Ratu Lagu Minang |
| Almamater | Universitas Indonesia |
| Pekerjaan | Penyanyi |
| Suami/istri | Nazif Basir |
| Anak | Risalina Mustika |
| Orang tua |
|
| Karier musik | |
| Genre | |
| Instrumen | vokal |
| Tahun aktif | 1961โ2021 |
| Label | |
| Artis terkait | Tiar Ramon Yan Juneid Juni Amir Nuskan Sjarif Eddy Silitonga Kumbang Tjari |
Elly Kasim (27 September 1944ย โย 25 Agustus 2021)[3] merupakan seorang penyanyi berkebangsaan Indonesia yang sering membawakan lagu-lagu Minang.[4] Ia juga mengelola wedding organizer khusus adat Minang, dengan label Elly Kasim Collection.[5] Sejak 1961[6] sampai 2007, ia telah menghasilkan lebih 100 album baik solo maupun kompilasi.[7]
Elly Kasim meninggal di Rumah Sakit MMC Kuningan, pada Rabu, 25 Agustus 2021, pukul 03.48 WIB.[8]
Kehidupan pribadi
suntingKehidupan awal
suntingElly terlahir dengan nama Elimar di Tiku, Tanjung Mutiara, Agam, Sumatera Barat, 27 September 1944, dari pasangan Ali Umar dan Emma Effendy.[9][10]
Di usia tiga bulan, orang tua Elly bercerai. Dan pada usia 4 tahun ibunya, Emma Effendy menikah lagi dengan pria asal Minang bernama Mohammad Kasim dan merantau ke Pekanbaru. Sementara itu, Elly kecil diasuh oleh neneknya yang bernama Siti Baheran di Jakarta. Memasuki Sekolah Dasar (SD), nenek Elly yang berprofesi sebagai guru di Jakarta, pensiun dan memilih pulang ke kampung halaman. Elly kemudian tinggal dengan ibu dan ayah sambungnya di Bukit Tinggi, Sumatera Barat dan meneruskan sekolahnya di sana.[9][10]
Saat berusia 15 tahun, Elly mengikuti kompetisi menyanyi di Radio RRI Pekanbaru dan dan berhasil sebagai pemenang. Selain menyanyi, ia mahir berdeklamasi, aktif dalam kelompok sandiwara sekolah, dan bahkan pernah meraih gelar juara tari tingkat pelajar pada tahun 1958. Setelah Elly lulus SMA, Elly pun memutuskan kembali ke Jakarta.[9][10][11]
Bisnis
suntingPada tahun 1978, Elly bersama suami yaitu Nazif Basir mendirikan Sanggar Tari Nasional atau Sangrina Bunda. Ia dan suami membawa sanggar tari tersebut keliling dunia memperkenalkan kebudayaan dan kesenian Indonesia ke 118 kota di 35 negara. Sanggar ini juga menjadi pusat pendidikan dan latihan tari-tarian tradisi untuk anak-anak remaja dan dewasa yang berlokasi di Jakarta Timur.[12][13]
Pada tahun 2009, Elly bersama Sanggar Sangrina Bunda berkolaborasi dengan Titiek Puspa untuk pementasan opera "Malin Kundang". Opera itu merupakan bagian dari perayaan 30 tahun sanggar tersebut sekaligus salah satu dari rangkaian program "Save Our Culture".[14]
Selain itu, Elly juga meneruskan usaha neneknya yaitu usaha Perencana pernikahan khusus adat Minang dengan label Elly Kasim Collection. Ia meneruskan usaha keluarganya ini dengan memodifikasi busana asli Minang dengan kreasinya.[15] Beberapa anak pejabat Indonesia serta artis bahkan sempat menggunakan jasanya saat menikah dengan adat Minang. Diantaranya pernikahan anak dari mantan wakil presiden Jusuf Kalla, resepsi pernikahan Panji Trihatmodjo, Nikita Willy, Karina Nadila, Atta Halilintar dan Aurelia Hermansyah hingga yang terakhir malam bainai jelang pernikahan pasangan artis Lesti Andryani dan Rizky Billar.[16][14]
Kematian
suntingElly Kasim meninggal dunia pada 25 Agustus 2021 pukul 03.54 WIB di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta setelah menjalani perawatan selama 17 hari akibat cairan hilang yang menyebabkan semua dehidrasi, ginjalnya rusak, fungsi hati rusak, liver rusak. Elly Kasim dimakamkan di Al Azhar Memorial Garden, Karawang, Jawa Barat pada Rabu, 25 Agustus 2021.[17]
Karier
suntingAwal karier
suntingElly terlahir dengan nama Elimar ini dari kecil sudah diperkenalkan pada musik oleh sang paman, Yanuar. Yanuar memang pandai bermain Harmonium, sehingga ia menjadi piawai dalam tarik suara.[18] Elly sempat mencoba ikut Bintang Radio lomba menyanyi di Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta, saat itu ia membawakan lagu Titik Puspa berjudul Esok Malam Kau Ku Jelang dan berhasil menjadi pemenang.[9]
Suatu kali pada tahun 1959, Elly diajak pamannya ke Jakarta untuk menonton pertunjukan Orkes Gumarang yang digawangi duet Asbon Madjid dan Nurseha.[10] Hingga suatu hari, sang paman memperkenalkannya dengan Syamsul Arifin, Seorang pemimpin Orkes Ganto Rio. Ia lantas bergabung. Bersama Ganto Rio, Elly mulai aktif naik panggung. Namun, sesaat kemudian Orkes Ganto Rio beralih kepemilikan dari Syamsul Arifin menjadi milik Nuskan Sjarif. Pada saat bersamaan Orkes Ganto Rio mempersiapkan untuk masuk dapur rekaman, Ganto Rio berubah nama menjadi Kumbang Tjari. [18]
Nama โKumbang Tjariโ didapat Nuskan dari usulan Elly. โKumbang Tjariโ adalah judul lagu ciptaan Nuskan Sjarif yang dibawakan oleh Orkes Gumarang saat Nuskan Sjarif masih sering membantu orkes pionir pop Minang itu. Dan pada saat itu juga Nuskan Sjarif, memberi nama baru buat Elly dari yang semula Ellimar menjadi Elly Kasim.[18]
Di era Kumbang Tjari inilah, ia mulai merekam debut pertamanya. Saat itu di tahun 1961, ia merilis album debut "Elly Kasim" dalam bentuk piringan hitam engkel.[19][18]Saat itu Musik barat tengah diramaikan oleh pengaruh rock selancar ala The Shadows, hingga Latin atau Musik Karibia seperti cha-cha atau calypso. Tak heran kalau kemudian, di debut ini pun pengaruh-pengaruh tadi begitu terasa. Otentik dengan permainan gitar Nuskan yang merupakan satu-satunya lead gitar di orkes ini, Elly memadupadankan dengan dialek dan cengkok Minang yang khas. [18]
Album rekaman dengan musik pengiring Orkes Arsianti
suntingSetahun setelahnya, ia mulai makin dikenal. Di album Kumbang Tjari (Bali Records, 1962) bahkan nama Elly Kasim sudah tertera di sampul depan album bersanding dengan nama Nuskan Sjarif sang pemimpin orkes.[20]
Di tahun 1966, Elly mulai merilis album solonya. Dengan tampilan khas penyanyi Ye Ye Pop Prancis yang terpampang di sampul depan, dibubuhkan juga kalimat โDengan Gajanja Jang Tersendiriโ.[18] Di album ini Elly bernyanyi bersama Orkes Arsianti dibawah pimpinan Adrianto, Album itu dirilis oleh Irama Record.[21]
Gelar dan Julukan
suntingBerkat kemampuannya, Elly memiliki banyak julukan semasa hidupnya. Media lokal pernah memberinya julukan โTambang wilayahโ. Selain itu, ia menerima penghargaan dari Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin pada tahun 1974 ini juga dikenal sebagai โKutilang Minangโ dan โPenyanyi seribu laguโ.[10][22]
Berkat dedikasinya selama berkarya di industri musik tanah air, Elly dijuluki sebagai "Ratu Lagu Minang". Dedikasinya ini terbukti dengan dirilisnya album musik ke-100 pada tahun 2007.[22]
Album rekaman dengan Anastra Record
suntingPada 5 Juni 2007, Album berjudul "Duo Minang Terpopuler" diluncurkan, Acara peluncuran yang digelar di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta. Album produksi Anastra Record itu memang menampilkan duet Elly Kasim dengan Ian Anas, Acara ini dihadiri sejumlah tokoh dan penyanyi senior, termasuk Agum Gumelar, Emil Salim, Titiek Puspa, Tantowi Yahya, Ernie Johan, Dharma Oratmangun, dan Deddy Dores.[23]
Pada 14 September 2009, Album berjudul "Duo Minang Terpopuler 2" diluncurkan. Terdapat 10 lagu minang populer dirilis, Lagu-lagu tersebut di aransemen ulang dengan tatanan musik yang ditangani oleh 2 orang Arranger yaitu Ian Anas dan Osep. Nuansa beat yang dibuat sangat berbeda, ditambah dengan pengisian-pengisian live music seperti lead guitar dan acoustic bass guitar. Ditambah lagi dengan perpaduan bansi yang dimainkan oleh Eriway, juga gesekan khas biola seorang Maman Piul yang pernah eksis bersama Iwan Fals dan group band Padi, dan live drum oleh Ari Iskak (mantan drummer kla project yang sekarang berganti nama menjadi Nu Kla), Album ini juga di dukung oleh group vocal EL TANGO yang menjadi backing vocal pada beberapa lagu. Selain itu album ini juga dirillis dalam bentuk VCD yang di kemas dari penyelenggaraan Concert Album Pop Duo Minang volume 2 pada Tanggal 5 November 2009.[24]
Konser tunggal - Menjulang Bintang, 57 Tahun Elly Kasim Berdendang
suntingPada 29 Juli 2017, di usianya yang ke-73 ia menggelar konser tunggal bertajuk "Menjulang Bintang 57 Tahun Elly Kasim Berdendang" di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat. Pada penampilannya nanti ia akan menyuguhkan tembang-tembang yang pernah rilis dan populer di masa dia aktif bernyanyi. Tidak hanya tampil solo, ia akan didukung oleh penyanyi sejawat dan penyanyi muda masa kini dalam balutan kolaborasi. Total ada 17 lagu total yang dibawakan oleh Elly Kasim. Ia akan berkolaborasi dengan Titiek Puspa, Be3, Judika, paduan suara Rancak Voice serta tiga penyanyi daerah asal Minangkabau lainnya.[25]
โIn The Roomโ, Matter Halo bersama Elly Kasim rilis single bernuansa Lo-fi Pop-Minang
suntingPada tahun 2020, Matter Halo bekerjasama dengan Elly Kasim meriliskan satu buah single beserta video klip dari โIn The Roomโ yang menjadikan lagu ini sebagai lagu pembuka kedua dari album mereka โNIGHTVISIONโ yang akan diluncurkan pada bulan Agustus 2020. Mereka sengaja melibatkan Elly Kasim sebagai sebuah penghargaan terhadap musik yang telah menginspirasi, dengan segala bentuknya yang selalu mampu menciptakan koneksi antar pendengar lepas generasi.[26]
Serial Musikal Nurbaya
suntingPada tahun 2021, Elly ikut hadir dalam pementasan Serial Musikal Nurbaya yang tayang di Youtube. Elly tampil sebagai penampilan spesial dalam episode 3, Ia berperan sebagai cameo yang membawakan lagu tema Kasiah Tak Sampai di hadapan Siti Nurbaya yang tengah bersedih akibat perkawinan paksa. Jika diIbarat sebagai bundo kanduang, Elly disini berpesan bahwa rintangan tidak sepantasnya membuat cinta berkurang, karena baginya, cinta tersebut tiada duanya.[27][14]
Keartisan
suntingPengaruh
suntingPopularitas lagu Minang dan juga lagu berbahasa daerah lainnya semakin meluas setelah Presiden Soekarno menggelorakan semangat anti neokolonialisme. Termasuk yang ditentang Bung Karno adalah produk budaya yang dianggap representasi Barat, seperti musik rock โn roll. Padahal, sejak pertengahan 1950-an, rock โn roll sedang digandrungi kaum muda. Sebagai dampaknya, lagu daerah naik. Ruang papar untuk lagu pop Indonesia dan lagu daerah semakin luas. Sampai sekitar tahun 1967, radio milik pemerintah tidak memutar lagu berkategori โngak-ngik-ngokโ tersebut.[11] Orkes Kumbang Tjari lewat suara Elly Kasim memopulerkan lagu โTaratak Tinggaโ karya Nuskan Sjarif, โDayung Palinggamโ karya Karim Num, dan lagu hitnya, โBareh Solok". Lagu-lagu Minang terus berkembang mengikuti tren dan pertumbuhan bisnis musik. Pada era 1970 hingga 1980-an, lagu Minang cukup laris dibawakan oleh penyanyi yang tidak berlatar belakang keluarga Minang. Penyanyi seperti Hetty Koes Endang, Eddy Silitonga, Betharia Sonata, Nur Afni Octavia, dan Charles Hutagalung juga bernyanyi lagu Minang. Lagu berbahasa daerah itu sudah mengindonesia.[11]
Pengamat musik Agusli Taher dalam bukunya, Perjalanan Panjang Musik Minang Modern (2016), menyebut Elly Kasim sebagai representasi "Bundo Kanduang". Perannya dalam musik pop Minang dianggap sejalan dengan peran ibu adat dalam budaya Minangkabau, Tak sedikit lika-liku kehidupan Elly Kasim yang kemudian mengilhami penciptaan lagu, layaknya sosok ibu yang memberi inspirasi bagi anak-anaknya.[10][22]
Sebagai figur sentral, banyak karya cipta lahir dari kehidupan Elly Kasim,โ Agusli Taher menyimpulkan hasil wawancaranya dengan sang biduanita pada tahun 2004. โIa berperan sebagai gudang ilham dan pemancing ide dalam sebuah proses penciptaan lagu.
Selain mengangkat popularitas lagu-lagu Minang, Elly juga turut membesarkan para pencipta lagu. Beberapa pencipta lagu terkenal yang ia besarkan adalah Syahrul Tarun Yusuf dan Masroel Mamudja.[28]
Pengamat musik Frans Sartono menjelaskan, dalam industri musik Indonesia, sosok Elly Kasim menjadi penting karena ia termasuk musisi Minang yang karyanya juga diterima dan populer di kalangan pendengar non-Minang.[28]
Pendengar lagu Minang jadi luas. Sampai-sampai, orang Jawa pun banyak yang hafal lagu โAyam Den Lapehโ atau โBareh Solokโ yang dinyanyikan Elly Kasim.
Edy melihat Elly Kasim sebagai bagian dari proses sejarah kebangkitan Minangkabau, terutama tahun 1980-an. Pasca-PRRI, Minangkabau mengalami krisis luar biasa karena Orang Minangkabau saat itu kehilangan kepercayaan diri dan malu mengaku orang Minang. Elly Kasim melalui lagu-lagunya membangkitkan kembali gairah dan kepercayaan diri orang Minangkabau.
Eksistensi Elly Kasim sebagai seniman terus bertahan dari berbagai perubahan generasi dan zaman. Elly muncul tahun 1960-an pada saat sebagian besar orang Minangkabau masih takut dengan identitas ke-Minang-annya pasca-PRRI. Pada tahun 1970-an, saat generasi dalam proses mencari Minangkabau yang baru usai PRRI, Elly terus berkiprah. Tahun 1980-an, masyarakat Minangkabau mendapatkan kembali โkepercayaan dirinyaโ ketika pemerintah pusat memberinya penghargaan.
Salah satu keistimewaan Elly Kasim adalah suara dan penghayatannya yang luar biasa saat bernyanyi. Elly bisa mengungkapkan rasa ke-Minangkabau-an melalui nyanyian yang sangat pas dengan perasaan dan hati nurani masyarakat Minangkabau.[28]
Citra dan warisan
suntingLagu "Bareh Solok" adalah salah satu lagu yang dipopulerkan Elly Kasim. Lagu ciptaan Nuskan Sjarif yang diiringi Orkes Kumbang Tjari yang dimuat di album Bertemu Kekasih yang diliris Irama tahun 1964. Ini merupakan album kompilasi yang juga memuat lagu pop lain dari penyanyi Onny Surjono, Mieke Widjaja, Ireng Maulana, dan Oslan Husein. Pada album tersebut Elly juga menyanyikan lagu โBertemu Kekasihโ ciptaan M Jusuf yang dijadikan judul album.[11]
Dari album ini terbaca bahwa lagu berbahasa Minang diperlakukan selayaknya lagu pop. Ia ditempatkan dalam satu album dengan lagu pop berbahasa Indonesia.[11]
Tema dan gaya musik
suntingLagu "Bareh Solok" adalah salah satu lagu yang dipopulerkan Elly Kasim. Lagu ciptaan Nuskan Sjarif yang diiringi Orkes Kumbang Tjari yang dimuat di album Bertemu Kekasih yang diliris Irama tahun 1964. Nuskan Sjarif memainkan โBareh Solokโ dengan pengaruh rock โn roll, terutama pada permainan gitar elektrik. Sebelum rock mewabah, Orkes Kumbang Tjari dan grup musik Minang lainnya cenderung berorientasi pada musik Latin. [11]
โBareh Solokโ artinya adalah beras dari daerah Solok, sebuah Kabupaten di Sumatera Barat. Lagu itu menuturkan tentang lezatnya beras dari daerah tersebut. Lagu ini terkenal di luar masyarakat pengguna bahasa Minang. Di kota-kota Jawa, misalnya, lagu tersebut sering diputar oleh Radio Republik Indonesia (RRI). Radio swasta baru bermunculan setelah tahun 1967. Bisa dibayangkan begitu jauh daya tembus Elly Kasim dengan lagu Minang-nya yang diterima oleh pendengar radio di Indonesia. Oleh pendengar dan oleh RRI, lagu tersebut juga diperlakukan selayaknya lagu pop berbahasa Indonesia.[11]
Profil dan kemampuan vokal
suntingPada era 1960 hingga 1980-an, Elly mampu mengangkat lagu-lagu Minangkabau menjadi sangat dikenal di seluruh Indonesia, bahkan hingga Malaysia. โBeliau diberikan anugerah suara yang istimewaโ, Budayawan Hasril Chaniago juga mengatakan[29]
Elly Kasim satu orang yang dilahirkan hanya dalam satu abad. Susah mencari tandingannya.
Selain lagu tentang kehidupan, Elly juga piawai membawakan lagu-lagu bertema asmara dan cinta yang tak sampai. Bahkan, lagu-lagu tradisional Sunda pun dia kuasai. Hal ini tidak terlepas dari kebiasaan bersenandung sebagai salah satu hobi sang ibu. Tidak sedikit lagu-lagu orisinal yang kemudian lahir dari kebiasaan tersebut.[10]
Dalam proses berkarya, Elly Kasim memang tergolong sebagai seniman yang unik. Agusli Taher dalam bukunya Perjalanan Panjang Musik Minang Modern (2016), menyebutkan bahwa pelantun lagu "Kudaku Lari" ini sebenarnya tidak mahir menulis lagu. Namun, melodi yang tampaknya keluar secara spontan dari mulutnya selalu berhasil menjadi lagu yang populer. Beberapa lagu yang pernah ditolak musisi, bahkan berubah menjadi lagu hit saat Elly Kasim mulai turun tangan merevisi lagu-lagu tersebut.[10]
Tribute to Elly Kasim
sunting- Pada 2 Oktober 2021, Di Hotel Kyad Bumi Minang, Padang, Konser Tribute to Elly Kasim bertajuk 'Bapisah Bukannyo Bacarai' diselenggarakan untuk mengenang penyanyi legendaris Elly Kasim.[11] Di dalam acara ini turut hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Harnely Bahar, Wakil Bupati Agam Irwan Fikri, penyanyi Ernie Djohan, Dirut Semen Padang Yosfiandri, Komisaris PTSP Khairul Jasmi, Ketua PWI Sumbar Heranof Firdaus, Ketua SMSI Sumbar Zulnadi, kerabat Almh Elly Kasim, penyanyi Anroys, Gilang Dwi Nanda, Icha Zagita, Musisi Agung Perdana dan Loqo Alhamra, penyanyi Sumbar Talenta dan sejumlah seniman Sumbar. Dalam acara ini juga lahir gagasan dari Founder Talenta Indonesia, Sastri Bakry, yaitu menginisiasi pendirian Museum Elly Kasim. Dengan lokasi yang dirancanakan akan berdiri di Tiku atau di tempat lain di Kabupaten Agam sesuai tempat Elly Kasim dilahirkan. Museum ini nantinya menjadi tempat untuk mengenang jasa besar Elly Kasim terhadap dunia kesenian dan budaya Minang umumnya, serta menjadi rangkaian sejarah seni dan budaya Minang, bisa sebagai objek wisata edukasi untuk anak-anak muda, peneliti dan masyarakat luas. Selain itu, dalam konser "Tribute to Elly Kasim" ini, Puluhan lagu yang dipopulerkan oleh Elly Kasim didendangkan seperti "Tinggalah Kampuang", "Bapisah Bukannya Bacarai", "Anak Salapan", "Ayam Den Lapeh", "Anak Salido" dan secara khusus penyanyi Minang, Ernie Djohan, selain membawakan lagu ''Mudiak Arau'' dari Elly Kasim, ia juga menyanyikan lagunya yang paling populernya yaitu "Teluk Bayur".[30][31]
- Pada 30 November 2024, Pemerintah Kota Sawahlunto menggelar Sawahlunto International Music Festival (SIMFES) 2024 dengan tema "Heritage Wonderland." Sekaligus acara ini memberikan penghormatan khusus kepada legenda musik Minangkabau, Elly Kasim. Festival ini akan berlangsung di panggung utama yang berlokasi di pelataran Museum Gudang Ransum, Sawahlunto, Sumatera Barat.[32]
- Pada 30 November 2024, Galeri Indonesia Kaya memberikan penghormatan kepada seniman legendaris, Elly Kasim. Lewat pertunjukan "Bandendang Basamo" bersama Tiga generasi seniman perempuan Indonesia, yaitu Omagu, Nola Be3, Naura Ayu dan Neona membawakan lagu-lagu Minang populer yang pernah dibawakan oleh Elly Kasim di Auditorium Galeri Indonesia, Grand Indonesia, Jakarta. Selama 60 menit, lagu-lagu minang yang pernah dipopulerkan oleh Elly Kasim disuguhkan, seperti "Andam Oi", "Kelok 9" dan "Ayam Den Lapeh" serta penampilan dari Naura Ayu dan Neona yang menggenakan busana khas Minang.[33][34]
Diskografi
suntingAlbum solo
sunting- Elly Kasim (1961)
- Lansek Manih (1970)
- Sabana Sayang (1974)
- 30 Lagu Terbaik (19xx)
- Butet (19xx)
- Pantai Padang (1971)
- Djangan Kau Lupakan Aku (19xx)
- Goyang Lidah (19xx)
- Kasiah Tak Sampai (1970)
- Ku Djumpa Seorang (19xx)
- Kudaku Lari (1966)
- Kudo Djanggo (19xx)
- Malereng (1969)
- Seodja Vol.3 (19xx)
- Sinar Riau (1968)
- Urang Sumando (19xx)
Album bersama Kumbang Tjari
sunting- Elly Kasim (1961)
- Kumbang Tjari (bersama Nuskan Sjarif, 1961)
- Irama EP. 39 (bersama Nuskan Sjarif, 19xx)
- Irama EP. 9 (bersama Nuskan Sjarif, 19xx)
- Irama EP. 67 (bersama Nuskan Sjarif, Muswar Mudahar, Rachmat Kartolo, 19xx)
- Lagu Kanak Minang (sebagai produser, bersama Billy, Elsa Mardian, Nina, Nuskan Sjarif, Santi Nuskan, 19xx)
- Pandeka Tengkak (1970)
- Basuo Kembali (bersama Tiar Ramon, Santi Nuskan, 1975)
- Sate Piaman (bersama Tiar Ramon, Nuskan Sjarif, 1975)
- Top Minang Pop (bersama Eva Noerdin, Nuskan Sjarif, 19xx)
Album bersama Zaenal Combo
sunting- Mantjogoklah (bersama Juni Amir, 1961)
- Bia Tuo Djo Mudo (bersama Tiar Ramon, 19xx)
- Bungo Matahari (19xx)
- Djam Gadang (1969)
- Hudjan (19xx)
- Lansek Manih (1970)
- Om Pim Pa (bersama Yan Bastian, 1974)
- Main Kim (19xx)
- Pantai Padang (19xx)
- Album Emas Nostalgia Asli Pop Minang Bersama Elly Kasim (19xx)
- Randang Kopi (1969)
- Sabana Sayang (bersama Yan Bastian, Elsa Mardian, 1974)
- Pandai Takok (bersama Yan Bastian, Irni Yusnita, 1974)
- Semalam Di Bukittinggi (1968)
- Singgalang Maimbau (19xx)
- Surat Terlambat (1969)
- Top Hits 1960-1970 Vol.1
Album bersama Gumarang
sunting- Bapisah Bukannjo Batjarai (bersama Anas Joesoef, Ingrid Michel, Nurseha, Syaiful Nawas, 1971)
Album bersama The Staps
sunting- Elly Kasim Di Hong Kong (1970)
- Kamiri (19xx)
- Suara Minang (1968)
- Tinggalah Dulu, Tinggalah Sayang (19xx)
Album bersama Diamer's Group
sunting- Mari Badendang (bersama Yan Junied, 19xx)
- Elly Kasim Show (bersama Elsa Mardian, Nina Nuskan, Santy Nuskan, Syamsi Hasan, 19xx)
Album bersama Teruna Ria
sunting- Kudaku Lari
Album bersama Lina Rantih
sunting- Lina Rantih (1969)
Album bersama Sero Bana Combo
sunting- Parmato Tjinto (1972)
Album kolaborasi
sunting- Gamat & Balanse (bersama Zulkarnain, Nuskan Sjarif, Ferdy Ferdian, 1974)
- Gamat Gurindam Minang (bersama Noes Chaniago, Rustam Raschany, Udin Pono, U'Un Darwis 19xx)
- Gamat Hits Maso Kini (bersama Zulkarnain, Ferdy Ferdian, Noes Chaniago, Rustam Raschany, Udin Pono, U'Un Darwis, Irni Basir, 19xx)
- Baralek Gadang (bersama Asbon, Aswin Hamir, Elsa Mardian, Fachry, Fardian, Lenny Bahar, Rustam Raschany, Suryaman, Yusuf Rachman, Band 4 Sapilin,1992)[35]
- Baralek Gadang Vol. 2 (bersama Tiar Ramon, 19xx)
- Ketilang Minang Vol. 1 (bersama Elsa Mardian, Fardian, Nuskan Sjarif, Santy Nuskan, Yan Bastian, 1974)
- Ketilang Minang Vol. 2 (bersama Elsa Mardian, Elly Ischak, Yan Bastian,1975)
- Ketilang Minang Vol. 3 (bersama Elsa Mardian, Elly Ischak, Nuskan Sjarif, Yan Bastian, 19xx)
- Ketilang Minang Vol. 4 (bersama Ferdy Ferdian, Irni Basir, 19xx)
- Ketilang Minang Vol. 5 (bersama Diamer's Gruop, 19xx)
- Pak Wali (bersama Tiar Ramon, 1970)
- Parmato Tjinto (bersama Tiar Ramon, 1972)
- Pop Minang (bersama Tiar Ramon, 19xx)
- Senandung Melayu Deli (bersama Yan Junied, 19xx)
- Tjedera (bersama Nurseha, Rita Zahara, 19xx)
- Tophits Minang (19xx)
- Top Hits Minang (1970)
- Tjedera (19xx)
Album kumpulan / Kompilasi
sunting- Parade Popularia Vol.1 (1961)
- Parade Popularia Vol.2
- Bertemu Kasih (1963)
- Irama โ EP-39 (1963)
- Irama โ EP-67 (1964)
- Malam Irama 1967 (1967)
- Bintang 2 Ter-Agong Pilihan (1969)
- Varia Malam
- Aneka 12 (1966)
- Aneka 12 Vol. 1
- Aneka 12 Vol. 3 (1966)
- Irama Melayu Vol. I (1977)
- Ini & Itu - Apakah Arti Mimpiku
- Ini & Itu - Love Is Blue Vol. 2
- Top Hits 1960-1970 Vol.1 (1978)
- Top Hits 1960-1970 Vol.2
- Mei Lan Merana Vol. II
- Ramai Ramai
- Happy New Year = Selamat Hari Raya
- Sumatra D'hier Et D'aujourd'hui
- Badinding (1990)
- Folk And Pop Sounds Of Sumatra Vol. 2 (2004)
- Windows Of Indonesian Music Part 1 - Songs (2004)
- Spesial Hits (bersama Irni Basir, Yan Bastian, Nuskan Sjarif, 19xx)
- Seleksi Album Emas Elly Kasim: Pop Minang (1992)
- Pop Sound (2020)
- Usah Dikenangkan Lagi (2021)
- Nina Bobo
EPs
sunting- Sala Lauak (1961)
- Perak Perak (1968)
Single
sunting- "Tananglah Di Pusaro" (2025)
- "Saba Mananti" (2025)
Lagu
sunting- Mantjogoklah (Cogok Mancogok)
- Bareh Solok
- Djan Tjameh
Filmografi
suntingFilm
sunting| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 1970 | Honey, Money and Djakarta Fair | ||
| 1974 | Bawang Putih | Mak Minang |
Serial web
sunting| Tahun | Judul | Peran | Catatan |
|---|---|---|---|
| 2021 | Serial Musikal Nurbaya | Dirinya sendiri | Penampilan spesial, episode 3 |
Bibliografi
suntingBuku
sunting- Tata cara perkawinan adat istiadat Minangkabau[36] (1997)
- Biografi Elly Kasim[37] (2014)
- Sugar Mommy[38] (2021)
- Buku Ensiklopedia Tokoh 1001 Orang Minang[39] (2023)

Prestasi dan pengakuan
sunting- Pada tanggal 17 Agustus 2023, bertepatan dengan HUT RI Ke-78 Pos Indonesia meluncurkan Prangko bergambar Musisi ternama Indonesia yang bertalenta yang turut memberikan pengaruh bagi Bangsa Indonesia, diantaranya Elly kasim karena a merupakan salah satu tokoh penting dalam mempopulerkan musik tradisional Minangkabau ke tingkat nasional dan internasional.[40]
- Pada tanggal 2 September 2023, Gebu Minang bersama Indo Jalito Peduli dan Pemko Pariaman menggelar jalan sehat sekaligus memeriahkan peresmian nama Elly Kasim pada salah satu jalan yang telah dibangun secara swadaya oleh Pemko bersama masyarakat Kota Pariaman.[41]
Penghargaan
suntingElly Kasim telah menerima sejumlah penghargaan, antara lain:[42]
- Penghargaan Adikarya dari Kementerian Pariwisata (1974)
- AMI Awards dari Yayasan Anugerah Musik Indonesia atas dedikasinya dalam berseni (2005)
Referensi
sunting- ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-09-10. Diakses tanggal 2021-08-25.
- ^ https://books.google.co.id/books?id=dnYoAQAAMAAJ&q=Elly+Kasim+Sigadis+manis+pembawa+lagu+Minang+modern+,+%22+Hitam+Manih+%E2%80%9D+,+puteri+dari+Tandjung+Mutiara+(+Pariaman+)+,+menulis+seputjuk+Surat+Untukmu+jang+dimuat+dalam+%22+Dewata+%E2%80%9D+nomor+ini+pada+hal+.+97+.&dq=Elly+Kasim+Sigadis+manis+pembawa+lagu+Minang+modern+,+%22+Hitam+Manih+%E2%80%9D+,+puteri+dari+Tandjung+Mutiara+(+Pariaman+)+,+menulis+seputjuk+Surat+Untukmu+jang+dimuat+dalam+%22+Dewata+%E2%80%9D+nomor+ini+pada+hal+.+97+.&hl=id&sa=X&ved=2ahUKEwjk-_2zw4bzAhWylEsFHXLMDrwQ6AF6BAgDEAM
- ^ "Cimbuak - Forum Silaturahmi dan Komunikasi Masyarakat Minangkabau". Cimbuak. 20 September 2006. Diarsipkan dari asli tanggal 2011-03-04. Diakses tanggal 9 April 2011.
- ^ Taher, Agusli (2016). Perjalanan Panjang Musik Minang Modern. LovRinz Publishing. ISBNย 978-602-6330-35-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ All About Wedding. PT Gramedia Pustaka Utama. ISBNย 978-979-22-6391-6.
- ^ Film majalah. Yayasan Pengembangan Media Audio Visual. 1987.
- ^ Harian Singgalang. "Album ke-100 Elly Kasim Diluncurkan Senin Ini". 4 Juni 2007.
- ^ https://majalah.tempo.co/read/obituari/163972/obituari-elly-kasim-penyanyi-lagu-minang-hingga-malaysia
- ^ a b c d Rosyida, Nila Zulva. "Biodata dan Profil Elly Kasim Penyanyi Senior Tanah Air Lengkap dengan Tanggal Lahir, Karier, Keluarga". Portal Jember. Diakses tanggal 2026-01-23.
- ^ a b c d e f g h "Elly Kasim: Bundo Kanduang Musik Pop Minang". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2026-01-23.
- ^ a b c d e f g h Kompas, Tim Harian (2021-08-26). "Elly Kasim dan Lagu Minang yang Mengindonesia". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-01-28.
- ^ "Innalillah, Suami Elly Kasim Meninggal Dunia - KlikPositif.com - Media Generasi Positif". 2020-05-02. Diakses tanggal 2026-01-23.
- ^ "Account Suspended". disbud.sumbarprov.go.id. Diakses tanggal 2026-01-28.
- ^ a b c Dwinanda, Reiny (2021-08-25). "Talenta Elly Kasim: Nyanyi, Opera, Hingga Wedding Organizer". ameera.republika.co.id. Diakses tanggal 2026-01-24.
- ^ Liputan6.com (2003-09-16). "Bisnis Elly Kasim". liputan6.com. Diakses tanggal 2026-01-23. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ "Mengenang Elly Kasim, Ini Profil dan Perjalanan Karir Musisi Legenda Asal Minangkabau yang Terkenal Hingga Kancah Internasional - KlikPositif.com - Media Generasi Positif". 2021-08-25. Diakses tanggal 2026-01-23.
- ^ "Kronologi Elly Kasim Meninggal Dunia". suara.com. Diakses tanggal 2026-01-24.
- ^ a b c d e f "Jejak Elly Kasim, 'Si Kutilang Minang' dari Orkes Kumbang Tjari hingga Jadi Diva Pop Minang". Asumsi. 2022-06-14. Diakses tanggal 2025-08-22.
- ^ antaranews.com (2007-06-05). "Elly Kasim Luncurkan Album Ke-100". Antara News. Diakses tanggal 2025-08-22.
- ^ Nuskan Sjarif, Elly Kasim - Kumbang Tjari (dalam bahasa Inggris), 1962, diakses tanggal 2026-01-18
- ^ Sarana, PT Balarusa Mitra (2021-09-02). "Elly Kasim, Diva Permata Minang Yang Telah Berpulang". Pophariini (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-24.
- ^ a b c Luthfi, Aisyah. "Elly Kasim Sang 'Ratu Lagu Minang': Perjalanan Karier, dan Lirik Lagu Populer". detiksumut. Diakses tanggal 2026-01-27.
- ^ antaranews.com (2007-06-05). "Elly Kasim Luncurkan Album Ke-100". Antara News. Diakses tanggal 2026-01-24.
- ^ Studio, Anastra (Senin, 01 Februari 2010). "Pop Duo Minang vol 2". Anastra Studio. Diakses tanggal 2026-01-24.
- ^ "Elly Kasim Gelar Konser Tunggal 57 Tahun Berkarier". 2017-06-15. Diakses tanggal 2025-07-31.
- ^ July 25, admin ยท; 2020 (2020-07-25). "MATTER HALO BERSAMA ELLY KASIM MERILISKAN SINGLE KEDUA "IN THE ROOM"". Pamityang2an (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2026-01-24. Pemeliharaan CS1: Nama numerik: authors list (link)
- ^ "Elly Kasim: Bundo Kanduang Musik Pop Minang". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2026-01-24.
- ^ a b c Kompas, Tim Harian (2021-08-25). "Elly Kasim Banyak Jasanya kepada Minangkabau". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-01-28.
- ^ Kompas, Tim Harian (2021-08-25). "Elly Kasim Banyak Jasanya kepada Minangkabau". Kompas.id. Diakses tanggal 2026-01-28.
- ^ Minangsatu. "Konser Tribute To Elly Kasim Lahirkan Gagasan Museum". minangsatu.com. Diakses tanggal 2026-01-23.
- ^ Eriandi (2021-10-03). "Bapisah Bukannyo Bacarai, Konser Tribute Elly Kasim Sentuh Perasaan". Harian Singgalang. Diakses tanggal 2026-01-23.
- ^ Tanjung, Hanny (2024-11-29). "HJK ke-136, Sawahlunto Bakal Gelar SIMFES 2024 Heritage Wonderland, Tribute Elly Kasim dan Musisi Equador". TopSumbar.co.id. Diakses tanggal 2026-01-23.
- ^ "Badendang Basamo di Galeri Indonesia Kaya: Spesial Elly Kasim dari Nola, Naura Ayu, Neona, dan Omagu - Harian Pelita". 2024-12-01. Diakses tanggal 2026-01-24.
- ^ ""Badendang Basamo" Persembahan untuk Elly Kasim oleh Nola, Naura Ayu, Neona dan Omagu - 19.00". Indonesia Kaya. Diakses tanggal 2026-01-24.
- ^ Indonesia, Museum Musik (2022-12-02). Traditional and Ethnic Music in Indonesia (dalam bahasa Inggris). Media Nusa Creative (MNC Publishing). hlm.ย 30โ33. ISBNย 978-602-462-812-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Tata cara perkawinan adat istiadat Minangkabau. 5 September 2008. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
- ^ Copied!, Darmadi Sasongko Share Link (2014-06-16). "Didorong Taufik Ismail, Buku Biografi Elly Kasim Dilucurkan". KapanLagi.com. Diakses tanggal 2026-01-23.
- ^ Sugar Mommy - Oleh: Jes Tanjung.
- ^ ypkm.or.id (2023-10-01). "Buku Ensiklopedia Tokoh 1001 Orang Minang". ypkm.or.id. Diakses tanggal 2026-01-23.
- ^ "Peluncuran Prangko Bertema Musik Indonesia". Pos Indonesia. Diakses tanggal 2026-01-23.
- ^ Padek, Admin. "Jalan Sehat Peresmian Nama Jalan Elly Kasim, Bertabur Door Prize Umrah & Motor Listrik - Padek Jawapos". Jalan Sehat Peresmian Nama Jalan Elly Kasim, Bertabur Door Prize Umrah & Motor Listrik - Padek Jawapos. Diakses tanggal 2026-01-23.
- ^ "MerahPutih Media Berita untuk Generasi Terkini". MerahPutih. Diakses tanggal 2026-01-24.
Pranala luar
sunting