Tumbuhan darat
Rentang waktu: Ordovisium Tengah - saat ini[1][2] (Spora dari sub-kala Dapingium (awal Ordovisium Tengah))
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Streptophyta
Klad: Embryophyta
Divisi

Pengelompokan tradisional:

Sinonim

Embryophyta merupakan suatu klad tumbuhan yang dikenal pula sebagai Plantae sensu strictissimo atau tumbuhan darat. Kelompok ini mencakup sebagian besar fotoautotrof yang membentuk vegetasi di daratan kering maupun lahan basah Bumi. Embryophyta memiliki leluhur bersama dengan alga hijau, dan berevolusi dalam klad Phragmoplastophyta, suatu kelompok alga hijau charophyta air tawar, sebagai takson saudara dari Charophyceae, Coleochaetophyceae, dan Zygnematophyceae.[10]

Embryophyta mencakup bryophyta dan polysporangiophyta.[11] Embryophyta yang masih hidup hingga kini meliputi lumut tanduk, lumut hati, lumut daun, likofit, paku-pakuan, gimnospermae, dan angiospermae (tumbuhan berbunga). Embryophyta memiliki siklus hidup diplobiontik.[12]

Embryophyta secara umum disebut "tumbuhan darat" karena sebagian besar anggotanya beradaptasi untuk hidup di lingkungan terestrial (meskipun beberapa di antaranya kemudian berevolusi kembali untuk menempati habitat semiakuatik atau akuatik), sedangkan kerabat terdekatnya, yakni alga hijau, terutama hidup di perairan. Embryophyta merupakan organisme eukariotik multiseluler dengan organ reproduksi yang terspesialisasi. Nama Embryophyta berasal dari ciri khasnya yang inovatif, yaitu kemampuannya memelihara embrio muda sporofit pada tahap awal perkembangan multiselulernya di dalam jaringan gametofit induk.

Hampir seluruh embryophyta memperoleh energi biologis melalui fotosintesis, dengan memanfaatkan klorofil a dan b untuk menangkap energi cahaya matahari, yang kemudian digunakan dalam fiksasi karbon dari karbon dioksida dan air guna menyintesis karbohidrat, sambil melepaskan oksigen sebagai produk sampingan. Ilmu yang mempelajari tumbuhan darat dikenal dengan nama fitologi.

Referensi

sunting
  1. ^ Gray, J.; Chaloner, W.G.; Westoll, T.S. (1985), "The Microfossil Record of Early Land Plants: Advances in Understanding of Early Terrestrialization, 1970-1984 [and Discussion]", Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 309 (1138): 167โ€“195, Bibcode:1985RSPTB.309..167G, doi:10.1098/rstb.1985.0077
  2. ^ Rubinstein, C.V.; Gerrienne, P.; De La Puente, G.S.; Astini, R.A.; Steemans, P. (2010), "Early Middle Ordovician evidence for land plants in Argentina (eastern Gondwana)", New Phytologist, 188 (2): 365โ€“9, doi:10.1111/j.1469-8137.2010.03433.x, PMIDย 20731783
  3. ^ Barkley, Fred A. Keys to the phyla of organisms. Missoula, Montana. 1939.
  4. ^ Rothmaler, Werner. รœber das natรผrliche System der Organismen. Biologisches Zentralblatt. 67: 242-250. 1948.
  5. ^ Barkley, Fred A. "Un esbozo de clasificaciรณn de los organismos." Revista de la Facultad Nacional de Agronomia, Universidad de Antioquia, Medellรญn. 10: 83-103, [1].
  6. ^ Takhtajan, A. (1964). The taxa of the higher plants above the rank of order. Taxon 13(5): 160-164, [2] Diarsipkan 2020-05-16 di Wayback Machine..
  7. ^ Cronquist, A., Takhtajan, A. & Zimmermann, W. (1966). On the Higher Taxa of Embryobionta. Taxon, Vol. 15, No. 4 (Apr., 1966), pp. 129-134, [3] Diarsipkan 2020-05-17 di Wayback Machine..
  8. ^ Whittaker, R. H. (1969). "New concepts of kingdoms or organisms" (PDF). Science. 163 (3863): 150โ€“160. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-11-17. Diakses tanggal 2015-08-16.
  9. ^ Margulis, L (1971). "Whittaker's five kingdoms of organisms: minor revisions suggested by considerations of the origin of mitosis". Evolution. 25: 242โ€“245.
  10. ^ Delwiche, Charles F.; Timme, Ruth E. (2011-06-07). "Plants". Current Biology. 21 (11): R417 โ€“ R422. Bibcode:2011CBio...21.R417D. doi:10.1016/j.cub.2011.04.021. ISSNย 0960-9822. PMIDย 21640897. S2CIDย 235312105.
  11. ^ Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Puttick-2018
  12. ^ Gerrienne, Philippe; Gonez, Paul (January 2011). "Early evolution of life cycles in embryophytes: A focus on the fossil evidence of gametophyte/sporophyte size and morphological complexity". Journal of Systematics and Evolution. 49 (1): 1โ€“16. doi:10.1111/j.1759-6831.2010.00096.x. hdl:2268/101745. S2CIDย 29795245.

Bibliografi

sunting
  • Raven, P.H.; Evert, R.F.; Eichhorn, S.E. (2005), Biology of Plants (Edisi 7th), New York: W.H. Freeman, ISBNย 978-0-7167-1007-3
  • Stewart, W.N.; Rothwell, G.W. (1993), Paleobotany and the Evolution of Plants (Edisi 2nd), Cambridge: Cambridge University Press, ISBNย 978-0-521-38294-6
  • Taylor, T.N.; Taylor, E.L.; Krings, M. (2009), Paleobotany, The Biology and Evolution of Fossil Plants (Edisi 2nd), Amsterdam; Boston: Academic Press, ISBNย 978-0-12-373972-8

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Tumbuhan

Viridiplantae (tumbuhan hijau), yang terdiri atas alga hijau serta kelompok Embryophyta atau tumbuhan darat (seperti lumut tanduk, lumut hati, lumut sejati,

Protista

Chlorophyta), yang memiliki relasi dengan tumbuhan yang lebih tinggi (Embryophyta ). Contoh: Ulva Alga merah (Filum Rhodophyta), mencakup banyak alga laut

Charophyta

kerap pula dianggap sebagai suatu superdivisi. Tumbuhan darat, yaitu Embryophyta, berevolusi dari dalam kelompok Charophyta, kemungkinan berasal dari

Hewan

Klebsormidiophyceae Charophyceae Coleochaetophyceae Zygnematophyceae Embryophytaยน Excavates* Discoba Jakobida Tsukubamonas Discicristata Heterolobosea

Tumbuhan paku

likofita dan paku-pakuan sebagai subkelas dari kelas Equisetopsida (Embryophyta) yang mencakup semua tumbuhan darat. Ini disebut sebagai Equisetopsida

Streptophyta

antara penulis. Salah satu definisi umum meliputi tanaman darat, atau embryophyta (bryophyta dan tumbuhan berpembuluh) dan kelompok alga hijau charophyta

Pteridophyta

yaitu, menghasilkan serbuk sari dan biji, atau hanya salah satunya. Embryophyta Kerabat paku Seksualitas tumbuhan Schneider & Schuettpelz 2016. Pteridophyte

Kromosom

Bennett MD (January 2005). "Evolution of DNA amounts across land plants (embryophyta)". Annals of Botany. 95 (1): 207โ€“17. doi:10.1093/aob/mci014. PMCย 4246719