📑 Table of Contents

Emping beras adalah salah satu makanan atau camilan khas dari Pulau Belitung, provinsi Bangka Belitung, dengan lokasi persebaran pada Kabupaten Belitung Timur. Makanan ini terbuat dari beras yang diambil dari bulir padi. Bulir padi ini direndam sekitar satu hari dengan air santan, setelahnya baru ditumbuk. Selama proses penumbukan ini, tahap terbentuknya emping beras dimulai dengan bulir padi berubah bentuk menjadi pipih yang menyerupai emping. Biasanya, untuk memastikan emping beras betul-betul bersih, kulit dipisah dari isinya dengan menggunakan tampah. Setelah jadi emping beras yang mentah, penyajian makanan ini dilanjutkan dengan pembuatan kuah yang menggunakan bahan-bahan seperti air putih, santan, gula merah, gula pasir, garam, dan daun pandan.

Sejarah

sunting

Pada sejarah kebudayaan masyarakat Pulau Belitung, terdapat kelompok masyarakat yang disebut Orang Darat. Masyarakat ini memiliki tradisi agraris yang disebut Maras Taun. Dalam perayaan Maras Taun, masyarakat menghidangkan makanan khas berupa lepat, dan didampingi dengan emping beras. Representasi dari emping beras ini merupakan gambaran dari Orang Darat yang hidup sebagai peladang huma.

Kondisi budaya

sunting

Camilan ini mulai jarang ditemukan di tempat umum ataupun rumah makan sehingga kondisi budayanya sudah berkurang. Namun, kuliner ini masih dapat dinikmati pada beberapa kelompok masyarakat yang menyelenggarakan acara Maras Taun, seperti pada Desa Balok Kecamatan Dendang, Desa Jangkar Asam, dan Desa Air madu yang terletak di Kecamatan Gantung. Kuliner ini hampir tidak mungkin ditemukan pada hari-hari biasa karena proses pengerjaannya melibatkan banyak ketika saat yang dibuat khusus sebagai hidangan pada ritus Maras Taun. Dengan demikian, kuliner ini merupakan makanan khas yang dapat ditemui pada saat-saat tertentu saja.

Referensi

sunting

[1] [2] [3]

  1. ^ Buku Penetapan WBTb 2018
  2. ^ "Emping Beras, Camilan Khas Belitong yang Mulai Langka". Diarsipkan dari asli tanggal 2019-04-10. Diakses tanggal 2019-04-10.
  3. ^ Emping Beras

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Memek (makanan)

Pulau Simeulue di Aceh, Indonesia. Makanan ini mirip bubur dan terbuat dari beras ketan dan pisang. Memek ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia

Nasi biryani

biriani, briyani, atau beriani adalah hidangan berupa nasi (biasanya dari beras basmati ) yang dimasak dengan rempah-rempah lalu ditambah dengan sayuran

Tapai

ragi. Di Indonesia dan negara-negara tetangganya, substrat ini biasanya beras ketan dan umbi singkong. Ragi untuk fermentasi tapai merupakan campuran

Arem-arem

seperti: Dari segi bahan, arem-arem dibuat menggunakan beras putih, sedangkan lemper dibuat menggunakan beras ketan. Dari segi isian, arem-arem berisi potongan

Dodol Garut

dodol Garut masih menggunakan bahan baku yang sederhana, yaitu tepung beras ketan, susu, gula putih, dan santan kelapa tanpa bahan pengawet. Selain

Lupis (makanan)

berbentuk segitiga atau bulat memanjang seperti lontong. Lupis terbuat dari beras ketan yang dimasak, lalu dibungkus dengan daun pisang.[butuh rujukan] Kue

Rengginang

Rengginang adalah sejenis kerupuk tebal yang terbuat dari beras ketan yang dibentuk bulat dan dikeringkan dengan cara dijemur di bawah panas matahari

Opak (Hidangan Sunda)

Kerupuk terbuat dari tepung tapioka, sedangkan opak terbuat dari tepung beras/ketan yang diberi bumbu garam, gula, kelapa parut dan bumbu penyedap.[butuh