📑 Table of Contents
Perbedaan antara wabah, endemi, epidemi, dan pandemi, pola penyakit yang dipelajari dalam epidemiologi.

Epidemiologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari dan menganalisis tentang penyebaran, pola, dan penentu kondisi kesehatan dan penyakit pada populasi tertentu.[1]

Epidemiologi merupakan landasan bagi kesehatan masyarakat, yang membentuk pengambilan keputusan dalam kebijakan publik dan praktik berbasis bukti dengan mengidentifikasi faktor risiko penyakit dan mengidentifikasi tujuan pencegahan penyakit. Ahli epidemiologi membantu dengan desain studi, pengumpulan dan analisis statistik data, membuat interpretasi, dan menyebarkan temuannya (termasuk sesekali tinjauan sejawat dan tinjauan sistematis). Epidemiologi telah membantu mengembangkan metodologi yang digunakan dalam penelitian klinis, penelitian kesehatan masyarakat, dan, pada tingkat lebih rendah, penelitian dasar dalam biologi.[2]

Bidang utama studi epidemiologi meliputi penyebab penyakit, penularan penyakit, penyelidikan wabah, surveilans penyakit, epidemiologi lingkungan, epidemiologi forensik, epidemiologi pekerjaan, penapisan, pemantauan hayati, dan perbandingan efek pengobatan seperti dalam uji klinis. Ahli epidemiologi mengandalkan disiplin ilmu lain seperti biologi untuk lebih memahami proses penyakit, statistika untuk memanfaatkan data secara efisien dan menarik kesimpulan yang tepat, ilmu sosial untuk lebih memahami penyebab langsung dan terdekat, dan rekayasa untuk penilaian paparan.

Epidemiologi, secara harfiah berarti "studi tentang apa yang ada pada orang-orang", berasal dari bahasa Yunani epi, yang berarti 'di antara', dan demos, yang berarti 'orang, distrik', dan logos, yang berarti 'studi, kata, wacana', sehingga menunjukkan bahwa epidemiologi hanya berlaku untuk populasi manusia. Namun, istilah ini banyak digunakan dalam studi populasi hewan (epidemiologi veteriner), meskipun istilah "epizoologi" tersedia, dan juga telah diterapkan pada studi populasi tumbuhan (epidemiologi penyakit tumbuhan).[3]

Perbedaan antara "epidemi" dan "endemi" pertama kali diungkapkan oleh Hippokrates,[4] untuk membedakan antara penyakit yang "mengunjungi" suatu populasi (epidemi) dengan penyakit yang "tinggal di dalam" suatu populasi (endemi).[5] Istilah "epidemiologi" tampaknya pertama kali digunakan untuk menggambarkan studi epidemi pada tahun 1802 oleh dokter Spanyol Villalba dalam karyanya, Epidemiologรญa Espaรฑola.[5] Ahli epidemiologi juga mempelajari interaksi penyakit dalam suatu populasi, suatu kondisi yang dikenal sebagai sindemik.

Istilah epidemiologi sekarang banyak digunakan untuk menguraikan deskripsi dan penyebab berbagai kondisi kesehatan, tidak hanya penyakit epidemi, tetapi penyakit secara umum, dan bahkan banyak kondisi nonpenyakit terkait kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, depresi, dan kegemukan. Oleh karena itu, epidemiologi ini didasarkan pada bagaimana pola penyakit menyebabkan perubahan fungsi tubuh manusia.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Susilawati dan Bachtiar, N. (2018). Biologi Dasar Terintegrasi (PDF). Pekanbaru: Kreasi Edukasi. hlm.ย 5. ISBNย 978-602-6879-99-8. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-04-15. Diakses tanggal 2023-06-06.
  2. ^ Miquel Porta (2014). A Dictionary of Epidemiology (Edisi 6). New York: Oxford University Press. ISBNย 978-0-19-997673-7. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-07-11. Diakses tanggal 16 Juli 2014.
  3. ^ Nutter, Jr., F.W. (1999). "Understanding the interrelationships between botanical, human, and veterinary epidemiology: the Ys and Rs of it all". Ecosystem Health. 5 (3): 131โ€“40. doi:10.1046/j.1526-0992.1999.09922.x.
  4. ^ Hippocrates. (~200 BC). Airs, Waters, Places.
  5. ^ a b Carol Buck, Alvaro Llopis; Enrique Nรกjera; Milton Terris (1998) The Challenge of Epidemiology: Issues and Selected Readings. Scientific Publication No. 505. Pan American Health Organization. Washington, DC. p. 3.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Virus hanta

Lee GY, Park K, Lee D, Jeong ST, Song JW (8 January 2021). "Genomic Epidemiology and Active Surveillance to Investigate Outbreaks of Hantaviruses". Front

Kelompok etnik

Race/Ethnicity and Genetic Ancestry for 100,000 Subjects in the Genetic Epidemiology Research on Adult Health and Aging (GERA) Cohort". Genetics (dalam bahasa

Tifauzia Tyassuma

Center for Clinical Epidemiology & Evidence RSCM Jakarta pada tahun 2009 dan sebagai Sekretaris Jenderal Indonesian Clinical Epidemiology & Evidence-Based

Dewi Nur Aisyah

tahun 2020-2021. Dewi menjabat sebagai honorary lecturer di Institute of Epidemiology and Health Care, University College London sejak November 2020 dan adjunct

Penyakit sindrom paru virus hanta

Roman-Ulrich; Burst, Volker (2022-06-23). "The kidney in hantavirus infectionโ€”epidemiology, virology, pathophysiology, clinical presentation, diagnosis and management"

Lili paris

VOC removal efficiencies". Journal of Exposure Science & Environmental Epidemiology (dalam bahasa Inggris). 30 (2): 253โ€“261. doi:10.1038/s41370-019-0175-9

Perempuan seks perempuan

2008, hlm.ย 226. Risser, J. M.H.; Risser, W. L.; Risser, A. (2008). "Epidemiology of Infections in Women". Infectious Disease Clinics of North America

Naskah

Ilja C.W. (2010-12). "How to review a manuscript". Journal of Clinical Epidemiology. 63 (12): 1385โ€“1390. doi:10.1016/j.jclinepi.2010.09.001. ISSNย 0895-4356