Bandiagara Escarpment
IUCN Kategori III (Monumen Alam)
The Bandiagara Escarpment from Banimoto
Peta
LokasiMopti Region, Mali
Didirikan1985
Namaย resmiLa Falaise de Bandiagara
Bagian dariCliff of Bandiagara (Land of the Dogons)
KriteriaKebudayaanย dan Alam:ย (v), (vii)
Referensi516
Pengukuhan1989 (Sesi ke-13)
Luas326,950ย ha (1,26236ย sqย mi)
Koordinat14ยฐ20โ€ฒN 3ยฐ25โ€ฒW๏ปฟ / ๏ปฟ14.333ยฐN 3.417ยฐW๏ปฟ / 14.333; -3.417
Tebing curam Bandiagara di Mali
Tebing curam Bandiagara
Location of Tebing curam Bandiagara in Mali

Tebing curam Bandiagara atau situs Bandiagara merupakan sebuah situs di negara Mali yang memiliki pemandangan indah berupa tebing berpasir dan dataran tinggi dengan arsitektur yang indah. Situs Bandiagara dikenal juga dengan sebutan Land of Dogons atau Tanah Dogon. Di Bandiagara terdapat beberapa objek yang indah seperti, rumah-rumah, lumbung, altar, cagar alam dan Togu Na, atau tempat-tempat pertemuan umum lainnya yang memiliki keunikan tersendiri.[1]

Tebing curam Bandiagara terbentang sepanjang lebih dari 94 mil di negara Mali. Bandiagara telah dihuni oleh suatu bangsa sejak diperkirakan sejak abad ke-3 Sebelum Masehi. Saat ini, wilayah Bandiagara dihuni oleh orang-orang Dogon sehingga situs ini juga sering disebut "Land of Dogon". Bangsa Dogon telah menghuni tempat ini sejak abad ke-15. Kaum Dogon mengadopsi teknik bangunan dari para pendahulunya yakni dengan menggunakan batubata tanah dan ilalang di tebing yang digunakan sebagi perlindungan dan memanfaatkan siklus udara yang lebih sejuk.[2]

Deskripsi

sunting
Kondisi pemukiman yang berada di tebing batu Bandiagara
Kondisi pemukiman yang berada di tebing batu Bandiagara

Tebing curam Bandiagara berada di wilayah tanah yang berdebu dengan suhu yang panas, tepantnya di Sahel, Mali. Situs Bandiagara memiliki keajaiban alam yang menabjubkan dengan tebing yang menjulang tinggi di udara dengan ketinggian hingga 1500 kaki. Situs ini juga memiliki keberagamaan kondisi geografis, dari mulai gurun yang panas hingga air terjun. Rumah-rumah Dogon di Bandiagara dibangun pada tebing yang curam.[3]
Perkampungan yang berada di Mali selatan ini hanya tinggali oleh orang-orang Dogon selama lebih dari 600 tahun. Mereka mengukir dinding-dinding rumah dan bangunan masjid dengan bentuk segi empat panjang sederhana yang terbuat dari lumpur dan tongkat. Kontribusi orang-orang Dogon bagi wilayah ini sangatlah besar.[3]

Beberapa desa bahkan tidak dapat terlihat seperti desa kebanyakan, hal ini terjadi karena rumah di Bandiagara membaur secara alami dengan jajaran tebing batu, yang terlihat hanyalah atap-atap rumah mereka yang menonjol terbuat dari batu berpasir tertutup oleh jerami.[3]

Tebing Curam Bandiagara atau dikenal juga dengan tanah bangsa Dogon terbentang di atas tanah seluas 40.000 ha dan mencakup 289 desa yang tersebar di tiga wilayah alam yang berbeda yaitu dataran tinggi batu berpasir, tebing curam, dan daratan. Lebih dari dua per tiga luas wilayah tersebut tertutupi dataran tinggi dan tebing.[1]

Sejarah dan Arkeologi

sunting
Tarian Tradisional Bangsa Dogon
Tarian Tradisional Bangsa Dogon
Desa Dogon
Perkampungan bangsa Dogon

Bandiagara dihuni oleh orang-orang Dogon yang diperkirakan datang dari lembah Sungai Nil pada abad ke-15 Masehi. Setelah berabad-abad ditinggalkan, gua ini dihuni kembali oleh bangsa Tellem, yang merupakan kelompok kerdil Subsaharan yang tiba di sekitar tebing pada abad kesebelas. Di Bandiagara, terdapat peninggalan berupa batu yang terbelah. Batu tersebut kini digunakan oleh bangsa Dogon untuk pemakaman dan pemujaan yang sakral kepada leluhur. Bangsa Dogon sendiri tinggal di bawah permukaan batu dengan beralas tanah lumpur dan beratapkan jerami. Ada sekitar 30 desa yang terlihat di tebing.[4]

Referensi

sunting
  1. ^ a b Centre, UNESCO World Heritage. "Cliff of Bandiagara (Land of the Dogons)". UNESCO World Heritage Centre (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-04-07.
  2. ^ "Bandiagara Escarpment Cultural Landscape". World Monuments Fund (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-04-07.
  3. ^ a b c "Bandiagara Escarpment Cliff Dwellings". Atlas Obscura (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-04-08.
  4. ^ "Crossroads of Culture: Bandiagara Escarpment - Archaeology Magazine Archive". archive.archaeology.org. Diakses tanggal 2020-04-07.


๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Pulau Ambon

000-1.300 mdpal), bentuknya memanjang dan sempit, serta dibatasi oleh escarpment yang tertoreh kuat. Lembah-lembah diantaranya sangat sempit, banyak air

Encephalartos brevifoliolatus

yang dikenal sebagai escarpment cycad, adalah sikas dalam genus Afrika Encephalartos. Tanaman ini telah punah di alam liar. Escarpment cycad ditemukan di

Tebing curam

Namun, beberapa sumber membedakan kedua istilah tersebut, tebing curam (escarpment) mengacu pada perbedaan margin ketinggian antara dua bentuk lahan (sedangkan

Gawir sesar

ini, dengan scarp merujuk kepada tebing atau lereng curam, sementara escarpment merujuk kepada batas antara dua bentang alam. Di gawir sesar sering kali

Nilokeras Scopulus

Nilokeras Scopulus adalah sebuah tebing curam panjang (escarpment) yang terletak di belahan utara planet Mars. Fitur ini berada di sepanjang batas tenggara

Dataran bertingkat

umumnya memiliki tepi curam menyerupai tebing, yang disebut tebing curam (escarpment) yang memisahkannya dari dataran rendah di sekelilingnya. Bentuk lahan

Sungai Luangwa

mencapai sekitar 100 kilometer (62 mil), dengan lereng barat laut (Muchinga Escarpment ) tingginya sekitar 700 meter (2.300 kaki), dan lereng barat daya sekitar

Lobate debris aprons

berupa endapan material reruntuhan yang terakumulasi di kaki tebing atau escarpment, memiliki bentuk cembung dan kemiringan landai menjauhi sumber tebing