Referendum konstitusional Nagorno-Karabakh 2017 adalah sebuah referendum yang diadakan di Republik Nagorno-Karabakh pada tanggal 20 Februari 2017. Paling tidak 25% pemilih terdaftar harus memilih "ya" untuk memvalidasi hasilnya. Hasilnya tiga per empat pemilih terdaftar mendukung perubahan konstitusi Nagorno-Karabakh yang baru.[1]

Latar belakang

sunting

Presiden Bako Sahakyan membentuk sebuah komisi yang bertugas merumuskan konstitusi baru untuk menggantikan konstitusi tahun 2006. Rancangannya diajukan pada tanggal 24 November 2016 dan disetujui oleh Majelis Nasional pada tanggal 17 Januari 2017 dengan suara 20โ€“7.[1] Pada tanggal 19 Januari 2017, Sahakyan menetapkan tanggal referendum.[1]

Perubahan

sunting

Perubahan yang ditetapkan oleh konstitusi baru ini adalah penggunaan nama "Republik Artsakh" sebagai nama resmi bersamaan dengan nama Republik Nagorno-Karabakh. Selain itu, jabatan Perdana Menteri dihapuskan dan Presiden memperoleh lebih banyak wewenang untuk membuat keputusan yang lebih cepat mengenai keamanan negara.[2]

Hasil

sunting
Pilihan Suara %
Mendukung 69.570 90,05
Menentang 7.686 9,95
Suara tidak sah/kosong 2.172 โ€“
Jumlah 79.428 100,00
Pemilih terdaftar/tingkat partisipasi 103.818 76,51
Sumber: CEC

Tanggapan

sunting

Pemerintah Azerbaijan menganggap Nagorno-Karabakh sebagai wilayah Azerbaijan yang tidak dikendalikan secara de facto setelah berakhirnya Perang Nagorno-Karabakh. Mereka mengutuk referendum ini dan menuduhnya sebagai "provokasi" yang tidak produktif terhadap proses penyelesaian konflik.[3] Pemerintah Azerbaijan juga mengeluarkan surat perintah penahanan internasional untuk tiga anggota Parlemen Eropa yang menjadi pengamat referendum ini.[4]

Kelompok Minsk OSCE sebagai mediator resmi konflik Nagorno-Karabakh menyatakan bahwa hasil referendum ini tidak akan mengubah status hukum Nagorno-Karabakh.[5] Beberapa negara telah menyatakan bahwa mereka tidak akan mengakui referendum ini, termasuk Jerman,[6] Georgia,[7] Ukraina,[8] dan Turki.[9]

Referensi

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Hubungan Ukraina dengan Uni Eropa

consilium.europa.eu/ueDocs/cms_Data/docs/pressdata/en/er/107589.pdf EU expanding its 'sphere of influence,' Russia says, EU Observer, 21 March 2009 "Sikorski:

Parlemen Eropa

Mahony, Honor (14 November 2007). "MEPs welcome fall of far-right group". EU Observer. Diakses tanggal 14 November 2007. Settembri, Pierpaolo (2 Februari 2007)

Presiden Dewan Uni Eropa

floated for top new EU jobs". EU Observer. Diakses tanggal 22 October 2007. Iey Berry, Peter Sain (16 November 2007). "[Comment] The new EU president" standard

Eroskeptisisme

Penarikan dari Uni Eropa "EU-Scepticism vs. Kirk, Lisbeth (22 June 2011). "EU scepticism threatens European integration". EU Observer. Diakses tanggal 1 February

Sejarah Uni Eropa

Fund' EU Observer The Nobel Peace Prize 2012, Nobelprize.org, 12-10-2012, diakses tanggal 12-10-2012 Nobel Committee Awards Peace Prize to E.U., New York

Hubungan Turki dengan Uni Eropa

urges talks with Erdogan on accession" (dalam bahasa Inggris). EU Observer. 19 April 2017. "EU plans to cut financial assistance to Turkey" (dalam bahasa

Siim Kallas

com EU Observer โ€“ Six Commissioners Head for EU Election Campaign Trail KUNA โ€“ Barroso announces caretaker replacements following resignation of 4 EU

Agama di Estonia

yang tidak diketahui (link) "Estonians least religious in the world". EU Observer. 11 February 2009. Diakses tanggal 9 January 2014. "Eestis on 90 usuvoolu: