Posisi atau vektor jari-jari r mewakili posisi titik P dalam kaitannya dengan asal sembarang O
Vektor posisi r diparameterisasi dengan skalar t. Pada r = a garis merah bersinggungan dengan kurva, dan bidang biru normal terhadap kurva.
Vektor posisi r diparameterisasi dengan skalar t. Pada r = a, garis merah bersinggungan dengan kurva, dan bidang biru normal terhadap kurva.

Posisi (vektor) adalah letak benda secara vektor yang ditandai dengan sumbu dalam sistem koordinat. Syarat yang harus dipenuhi dalam penentuan posisi adalah penetapan sumbu koordinat terlebih dahulu. Posisi suatu benda tidak mengacu pada kesamaan letak melainkan pada sumbu koordinat yang dijadikan sebagai acuan.[1] Dalam geometri, posisi juga dikenal sebagai vektor lokasi atau vektor radius (bahasa Inggris: position, position vector, location vector atau radius vector), suatu vektor yang menunjukkan posisi suatu titik P dalam ruang dalam kaitan dengan suatu rujukan sembarang origin O. Biasanya dilambangkan dengan x, r, atau s, vektor ini bersangkutan dengan dengan jarak garis lurus dari O ke P:[2]

Istilah "vektor posisi" kebanyakan digunakan dalam bidang geometri diferensial, mekanika dan kadang-kadang dalam kalkulus vektor.

Sering kali digunakan dalam ruang dua dimensi atau ruang tiga dimensi, tetapi dapat dengan mudah digeneralisasi ke Euclidean space dalam bilangan dimensi apapun.[3]

Hubungan dengan vektor perpindahan

sunting

Suatu vektor perpindahan dapat didefinisikan sebagai suatu aksi dari titik spasial yang mengalami translasi uniform pada suatu arah tertentu sejauh jarak tertentu. Jadi penambahan vektor perpindahan mengekspresikan komposisi aksi perpindahan ini dan perkalian skalar sebagai perhitungan skala jarak.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Abdullah, Mikrajuddin (2016). Fisika Dasar I (PDF). Bandung: Institut Teknologi Bandung. hlm.ย 83. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ^ H.D. Young, R.A. Freedman (2008). University Physics (Edisi 12th Edition). Addison-Wesley (Pearson International). ISBNย 0-321-50130-6.
  3. ^ Keller, F. J, Gettys, W. E. et al. (1993), p 28โ€“29

Pustaka

sunting
  1. Keller, F. J, Gettys, W. E. et al. (1993). "Physics: Classical and modern" 2nd ed. McGraw Hill Publishing

Templat:Classical mechanics derived SI units

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Perkalian titik

presentasi modern geometri Euclidean, titik-titik ruang ditentukan berdasarkan koordinat Cartesiannya, dan ruang Euclidean itu sendiri umumnya diidentifikasikan

Norma (matematika)

pada titik awal. Secara khusus, jarak Euclidean vektor dari asalnya adalah sebuah norma, yang disebut norma Euclidean, atau 2-norma, yang juga dapat didefinisikan

Ruang vektor topologis

Templat:Kรถthe Topological Vector Spaces I Templat:Kรถthe Topological Vector Spaces II Kรถthe, Gottfried (1983) [1969]. Topological vector spaces I. Grundlehren

Eugenio Calabi

1307/mmj/1028998055 Calabi, Eugenio. Minimal immersions of surfaces in Euclidean spheres. Journal of Differential Geometry 1 (1967), 111โ€“125. Calabi, Eugenio

Undergraduate Texts in Mathematics

Martin, George E. (1975). The Foundations of Geometry and the Non-Euclidean Plane. ISBNย 978-1-4612-5727-1. Kemeny, John G.; Snell, J. Laurie (1976)

Ruang Hilbert

memperluas metode aljabar vektor dan kalkulus dari dua dimensi bidang Euclidean dan ruang tiga dimensi ke ruang dengan berhingga atau tak hingga. Ruang

Teorema Stokes rampat

dari bidang vektor F di atas permukaan (yaitu, fluks dari curl F) di Euclidean tiga ruang ke integral garis dari bidang vektor di atas batasnya (juga

Geometri afin

sedangkan teori relativitas khusus diperlukan. Perluasan baik ke geometri Euclidean atau Minkowskian dicapai dengan menambahkan berbagai aksioma ortogonalitas