📑 Table of Contents

"You aren't gonna need it"[1][2] (YAGNI)[3] atau "Kamu takkan membutuhkannya" adalah sebuah prinsip dalam pemrograman ekstrem (extreme programming/XP) yang mengajarkan agar seorang pemrogram tidak perlu menambahkan fungsionalitas tertentu hingga fungsionalitas tersebut dianggap benar-benar diperlukan.[4] Rekan pendiri XP Ron Jeffries menulis: "Selalu implementasikan hal-hal saat kamu benar-benar membutuhkannya, jangan pernah saat kamu menduga kalau kamu sedang membutuhkannya."[5] Bentuk lain dari frasa tersebut adalah "Kamu takkan membutuhkannya" (you aren't going to need it dan you ain't gonna need it).[6][7][8]

Konteks

sunting

YAGNI adalah sebuah prinsip di balik pendekatan XP "lakukan hal paling simpel yang mungkin bisa bekerja" (do the simplest thing that could possibly work/DTSTTCPW).[2][3] YAGNI dimaksudkan untuk digunakan dengan beberapa pendekatan lainnya, seperti refaktorisasi berkesinambungan (continuous refactoring), pengujian unit otomatis berkesinambungan (continuous automated unit testing), dan integrasi berkesinambungan (continuous integration). Jika diterapkan tanpa refaktorisasi berkesinambungan, hal ini dapat menyebabkan kode sumber (source code) menjadi tidak terorganisir dan membutuhkan pengerjaan ulang besar-besaran, atau dikenal sebagai utang teknis (technical debt).[butuh rujukan] Ketergantungan YAGNI pada pendekatan pendukung adalah bagian dari definisi XP.

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Extreme Programming Installed, Ronald E. Jeffries, Ann Anderson, Chet Hendrickson, 2001, 265 pages, p. 190, webpage: Books-Google-dIsC, quote: "YAGNI: 'You Aren't Gonna Need It.' This slogan, one of XP's most famous..., reminds us always to work on the story we have, not something we think we're going to need."
  2. ^ a b Extreme Programming examined, Giancarlo Succi, Michele Marchesi, 2001, 569 pages, webpage: Books-Google-VSCh, quote: "XP says 'do the simplest thing that could possibly workย ' because 'you aren't gonna need it'."
  3. ^ a b Object-oriented & classical software engineering, Stephen R. Schach, 2007, 618 pages, p., webpage: Book-Google-hWwh, quote: "Two acronyms now associated with extreme programming are YAGNI (you aren't gonna need it) and DTSTTCPW (do the simplest thing that could possibly work)."
  4. ^ Lowell Lindstrom; Carmen Zannier; Erdogmus, Hakan, ed. (2004). Extreme Programming and Agile Methods โ€“ XP/Agile Universe 2004: 4th Conference on Extreme Programming and Agile Methods. Lecture Notes in Computer Science. Berlin: Springer. hlm.ย 121. ISBNย 3-540-22839-X.
  5. ^ Ron Jeffries (April 4, 1998). "You're NOT gonna need it!". Diakses tanggal 2007-11-07.
  6. ^ Martin Fowler; Kent Beck (8 July 1999). Refactoring: Improving the Design of Existing Code. Addison-Wesley Professional, 431 pages, p. 68, webpage: BGoogle-1M. ISBN 978-0201485677. Quote: "you aren't going to need it".
  7. ^ Mary Poppendieck; Tom Poppendieck (2003). Lean Software Development: An Agile Toolkit, p.59, webpage: BGoogle-hQ. Quote: "Kent Beck, Extreme Programming Explained, Chapter 17, uses the acronym YAGNI (You Aren't Going to Need It) for this practice and explains its rationale."
  8. ^ Russ Olsen (2007). Design Patterns in Ruby, p.13, webpage: [1]. ISBN 9780321490452. Quote: "This design principle comes out of the Extreme Programming world and is elegantly summed up by the phrase You Ain't Gonna Need It (YAGNI for short)."

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Industrial XP

Industrial XP adalah evolusi organik dari Extreme Programming (XP). Hal tersebut diilhami oleh spirit Extreme Programming yang minimalis, berpusat pada pelanggan

Pemrograman ekstrem

Pemrograman ekstrem (bahasa Inggris: extreme programming, XPcode: en is deprecated ) adalah metodologi pengembangan perangkat lunak yang dimaksudkan untuk

Test-driven development

Development diperkenalkan sebagai bagian dari metode agile seperti Extreme Programming. Namun, ini juga dapat digunakan dalam plan-driven development process

Kecerdasan buatan dalam kesehatan mental

Menggunakan Metode Extreme ProgrammingPsychological Consultation Application Based on Flutter and ChatGPT Using Extreme Programming Method https://doi

Spesifikasi kebutuhan perangkat lunak

besar upaya sia-sia. Daripada dokumen formal, pendekatan seperti Extreme Programming mengumpulkan kebutuhan pengguna secara bertahap dan menuliskannya

Dynamic Systems Development Method

aktivitas iterasi model fungsional. DSDM dapat dikombinasikan dengan Extreme Programming (XP) untuk memberikan pendekatan kombinasi yang mendefinisikan model

NVIDIA

and GPU-Programming Workshops at GTC 2018". NVIDIA (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2018-06-13. "Deep Learning and GPU-Programming Workshops

Agile modeling

Ambler, Scott. (2009). Agile modelingย : effective practices for eXtreme programming and the unified process. J. Wiley & Sons. ISBNย 9780471202820. OCLCย 718657841