Fabaceae, suku polong-polongan atau suku kacang-kacangan adalah salah satu famili tumbuhan dikotil yang terpenting dan terbesar. Banyak tumbuhan budi daya penting termasuk dalam suku ini, dengan bermacam-macam kegunaan: biji, buah (polong), bunga, kulit kayu, batang, daun, umbi, hingga akarnya digunakan manusia. Bahan makanan, minuman, bumbu masak, zat pewarna, pupuk hijau, pakan ternak, bahan pengobatan, hingga racun dihasilkan oleh anggota-anggotanya. Semua tumbuhan anggota suku ini memiliki satu kesamaan yang jelas: buahnya berupa polong.

Fabaceae
Rentang waktu: Paleosen - Sekarang[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Eudikotil
Klad: Rosidae
Ordo: Fabales
Famili: Fabaceae
Lindl.[2] (Leguminosae Jussieu, nom. cons.).[3]
Genus tipe
Vicia (sinonim Faba)
Subfamili

Lihat teks

Peta persebaran famili Fabaceae
Sinonim

Fabaceae pernah dikenal dengan nama Leguminosae serta Papilionaceae. Nama yang terakhir ini kurang tepat, dan sekarang dipakai sebagai nama salah satu subsukunya. Dalam dunia pertanian tumbuhan anggota suku ini sering kali disebut sebagai tanaman legum (legume).

Anggota suku ini juga dikenal karena kemampuannya mengikat (fiksasi) nitrogen langsung dari udara (tidak melalui cairan tanah) karena bersimbiosis dengan bakteri tertentu pada akar atau batangnya. Jaringan yang mengandung bakteri simbiotis ini biasanya menggelembung dan membentuk bintil-bintil. Setiap jenis biasanya bersimbiosis pula dengan jenis bakteri yang khas pula.

Ciri-ciri

sunting
Buah tipe polong
  • Biji berkotil dua (dikotiledon).
  • Buah bertipe buah polong.
  • Pada umumnya berdaun majemuk berpasangan.
  • Perbungaan tunggal pada subsuku Faboideae serta majemuk pada Caesalpinioideae dan Mimosoideae.

Klasifikasi

sunting
Bunga tipe kupu-kupu dimiliki oleh Faboideae. 1. bendera (vexillum), 2. sayap (alae, sepasang), 3. lunas (carina, melindungi benang sari dan putik).

Suku besar ini terbagi menjadi 3 subfamili, yaitu Faboideae (atau Papilionoideae, tumbuhan berbunga kupu-kupu), Caesalpinioideae, dan Mimosoideae.

Faboideae

sunting

Faboideae dapat dikatakan sebagai kelompok kacang-kacangan atau polong-polongan. Bunganya bertipe kupu-kupu, zigomorf, khas dengan mahkota bunga yang tidak sama bentuknya. Mahkota termodifikasi menjadi tiga bagian: bendera, sayap (alae), dan lunas (carina). Bagian lunas melindungi organ seksual benang sari dan putik. Karena terlindungi inilah tumbuhan kacang-kacangan biasanya merupakan tumbuhan berpenyerbukan sendiri. Bunga biasanya tunggal dengan polong biasanya berbentuk silinder.

Daftar genusnya

Contoh:

Caesalpinioideae

sunting
Kembang merak, anggota Caesalpinioideae.

Subsuku ini dicirikan dari bunganya yang tersusun majemuk membentuk seperti piramida. Setiap bunga memiliki benang sari dan putik yang relatif panjang. Bunganya tidak bertipe kupu-kupu.

Daftar genusnya[21]
Klad Caesalpinieae
Klad Cassieae
Klad Dimorphandra Group A
Klad Dimorphandra Group B
Klad Peltophorum
Klad Tachigali
Klad Umtiza
Belum ditetapkan dalam klad manapun

Contoh:

Mimosoideae

sunting
Bunga putri malu menunjukkan bentuk khas bunga Mimosoideae

Subsuku ini dapat dikatakan sebagai kelompok petai-petaian. Cirinya yang paling jelas adalah bunganya tersusun majemuk di atas suatu dasar bunga (bongkol) bersama berbentuk bulatan. Akibatnya, bunga tampak seperti bola berambut.

Daftar genusnya
Basal Mimosoideae
kelompok Adenanthera[22]
kelompok Entada[22]
kelompok Newtonia
kelompok Prosopis
kelompok Mimozyganthus[23]
kelompok Leucaena[23][24]
kelompok Dichrostachys[23][24][25]
belum ditetapkan dalam kelompok manapun
Klad Acacia
Kelompok Parkia
Kelompok Piptadenia[25][26][27]
Kelompok Abarema[29][30][31]
Parafiletik
Kelompok Pithecellobium[30][31]
Belum ditetapkan dalam kelompok manapun
Genera yang telah punah[35][36]

Contoh-contoh:

Dialioideae[37]

sunting
Dialium cochinchinense

Subfamili ini di dalamnya hanya terdapat 1 genus dan 1 spesies tumbuhan saja, yakni Duparquetia. Tumbuhan tersebut berasal dari Afrika bagian barat dan tengah

Detarioideae[37][40]

sunting
Detarium microcarpum
Tribus Schotieae
Tribus Barnebydendreae
Tribus Detarieae
Tribus Saraceae
Tribus Afzelieae
Tribus Amherstieae

Cercidoideae[37][44][45][46]

sunting
Cercis Siliquastrum
Tribus Cercideae
Tribus Bauhinieae
Genera yang sudah punah

Anggota-anggota penting

sunting

Banyak anggota suku ini yang menjadi tanaman berguna. Berikut adalah daftar beberapa tanaman berguna, dikelompokkan menurut pemanfaatannya.

Bahan makanan atau minuman

sunting

Biji, polong, bunga, atau daun

sunting

Umbi

sunting

Kayu atau kulit kayu

sunting
  • Secang (kayu sebagai bahan minuman dan pewarna merah)
  • Kayu brazil (kayu sebagai pewarna merah)

Akar

sunting

Bahan bangunan atau industri

sunting

Pupuk hijau

sunting

Semua legum yang berupa terna atau tumbuhan merambat dapat dipakai sebagai pupuk hijau. Namun ada beberapa yang disukai karena pertumbuhannya yang pesat dan menutupi tanah, dan dijuluki legum cover crops (LCC, tanaman legum penutup tanah)

Pakan ternak

sunting

Racun

sunting

Simbiosis dengan bakteri

sunting

Lihat pula artikel bakteri pengikat nitrogen.

Tumbuhan legum dikenal kemampuannya mengambil nitrogen dalam bentuk N2 langsung dari udara, selain cara konvensional dalam bentuk nitrat atau amonium dari cairan tanah. Kemampuan ini dimiliki karena mereka bersimbiosis dengan bakteri tertentu yang menghuni jaringan-jaringan tertentu, biasanya di akar, tetapi ada beberapa yang menghuni jaringan parenkim di batang. Bagian yang dihuni bakteri ini biasanya terlihat sebagai bintil-bintil.

Setiap spesies tumbuhan hanya efektif bersimbiosis dengan spesies bakteri yang khas, dengan demikian hubungannya bersifat sangat spesifik. Misalnya, kedelai hanya efektif bersimbiosis dengan Bradyrhizobium japonicum. Infeksi dengan bakteri lain selalu gagal atau hanya menghasilkan sedikit bintil.

Simbiosis ini telah dipelajari secara mendalam dan mekanismenya telah banyak diungkap. Hal ini dilakukan untuk mencari kemungkinan memperluas simbiosis pada kelompok tumbuhan bermanfaat lainnya, karena kemampuan mengikat nitrogen dari udara berarti mengurangi pemberian pupuk N (misalnya urea, ZA, atau KNO3) secara nyata.

Catatan kaki

sunting
  1. ^ Not a true genus. It is a graft-chimera between Laburnum and Cytisus.
  2. ^ There is some evidence (see [21]) that Ticanto Adans. 1763 might be a valid genus, but it has not yet been formally reinstated as such.
  3. ^ Some sources treat Lasiobema as a section of genus Phanera.

Referensi

sunting
  1. ^ "Fabales". www.mobot.org. Diakses tanggal 2023-06-16.
  2. ^ Angiosperm Phylogeny Group (2009). "An update of the Angiosperm Phylogeny Group classification for the orders and families of flowering plants: APG III". Botanical Journal of the Linnean Society. 161 (2): 105โ€“121. doi:10.1111/j.1095-8339.2009.00996.x. hdl:10654/18083.
  3. ^ Watson L.; Dallwitz, M. J. (2007-06-01). "The families of flowering plants: Leguminosae". Diarsipkan dari asli tanggal 8 October 2017. Diakses tanggal 9 February 2008.
  4. ^ Cardoso D, de Queiroz LP, Pennington RT, de Lima HC, Fonty ร‰, Wojciechowski MF, Lavin M (2012). "Revisiting the phylogeny of papilionoid legumes: new insights from comprehensively sampled early-branching lineages". Am J Bot. 99 (12): 1991โ€“2013. doi:10.3732/ajb.1200380. PMIDย 23221500. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-08-28. Diakses tanggal 2023-04-29.
  5. ^ a b c d e f g h Delgado-Salinas A, Thulin M, Pasquet R, Weeden N, Lavin M (2011). "Vigna (Leguminosae) sensu lato: the names and identities of the American segregate genera". Am J Bot. 98 (10): 1694โ€“715. doi:10.3732/ajb.1100069. PMIDย 21980163.
  6. ^ a b Boatwright JS, Tilney PM, Van Wyk BE (2009). "The generic concept of Lebeckia (Crotalarieae, Fabaceae): reinstatement of the genus Calobota and the new genus Wiborgiella". S Afr J Bot. 75 (3): 546โ€“556. doi:10.1016/j.sajb.2009.06.001.
  7. ^ "Papilionoideae - Legume Data Portal". www.legumedata.org (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-17. Diakses tanggal 15 September 2022.
  8. ^ a b c d e Boatwright JS, Wink M, van Wyk BE (2011). "The generic concept of Lotononis (Crotalarieae, Fabaceae): Reinstatement of the genera Euchlora, Leobordea and Listia and the new genus Ezoloba". Taxon. 60 (1): 161โ€“77. doi:10.1002/tax.601014.
  9. ^ Torke BM, Schaal BA (2008). "Molecular phylogenetics of the species-rich neotropical genus Swartzia (Leguminosae, Papilionoideae) and related genera of the swartzioid clade". Am J Bot. 95 (2): 215โ€“228. doi:10.3732/ajb.95.2.215. PMIDย 21632346. Diarsipkan dari asli tanggal 2017-02-22. Diakses tanggal 2023-04-29.
  10. ^ a b Cardoso D, de Lima HC, Rodrigues RS, de Queiroz LP, Pennington RT, Lavin M (2012). "The Bowdichia clade of Genistoid legumes: Phylogenetic analysis of combined molecular and morphological data and a recircumscription of Diplotropis". Taxon. 61 (5): 1074โ€“1087. doi:10.1002/tax.615012.
  11. ^ a b Ohashi, Kazuaki; Ohashi, Hiroyoshi; Nemoto, Tomoyuki; Ikeda, Tatsuki (June 2018). "Phylogenetic Analyses for a New Classification of the Desmodium Group of Leguminosae Tribe Desmodieae". Journal of Japanese Botany. 93( (3): 165โ€“189.
  12. ^ Egan AN, Reveal JL (2009). "A new combination in Pediomelum and a new genus, Ladeania, from Western North America (Fabaceae, Psoraleeae)". Novon. 19 (3): 310โ€“314. doi:10.3417/2008074. S2CIDย 83538579. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-04-29. Diakses tanggal 2023-04-29.
  13. ^ Hughes CE, Lewis GP, Daza Yomona A, Reynel C (2004). "Maraniona. A New Dalbergioid Legume Genus (Leguminosae, Papilionoideae) from Peru". Syst Bot. 29 (2): 366โ€“374. doi:10.1600/036364404774195557. S2CIDย 85957592.
  14. ^ "Pedleya acanthoclada (F.Muell.) H.Ohashi & K.Ohashi". plantnet.rbgsyd.nsw.gov.au. PlantNET - FloraOnline. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-02-21. Diakses tanggal 6 September 2022.
  15. ^ Cardoso D, de Lima HC, de Queiroz LP (2013). "Staminodianthus, a new neotropical Genistoid legume genus segregated from Diplotropis". Phytotaxa. 110 (1): 1โ€“16. doi:10.11646/phytotaxa.110.1.1.
  16. ^ Lewis GP, Wood JR, Lavin M (2012). "Steinbachiella (Leguminosae: Papilionoideae: Dalbergieae), endemic to Bolivia, is reinstated as an accepted genus". Kew Bull. 67 (4): 789โ€“796. doi:10.1007/s12225-012-9415-z. S2CIDย 10964925.
  17. ^ de Queiroz LP, Lewis GP, Wojciechowski MF (2010). "Tabaroa, a new genus of Leguminosae tribe Brongniartieae from Brazil". Kew Bull. 65 (2): 189โ€“203. doi:10.1007/s12225-010-9202-7. JSTORย 23216080. S2CIDย 36238640.
  18. ^ Ireland HE (2007). "Taxonomic changes in the South American genus Bocoa (Leguminosaeโ€“Swartzieae): Reinstatement of the name Trischidium, and a synopsis of both genera". Kew Bull. 62 (2): 333โ€“350. JSTORย 20443359.
  19. ^ Ohashi H, Ohashi K (2012). "Verdesmum, a new genus of Leguminosae: tribe Desmodieae" (PDF). Journal of Japanese Botany. 87 (5): 299โ€“306. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2023-02-07. Diakses tanggal 2023-04-29.
  20. ^ Thulin M, Lavin M (2001). "Phylogeny and Biogeography of the Ormocarpum Group (Fabaceae): A New Genus Zygocarpum from the Horn of Africa Region". Syst Bot. 26 (2): 299โ€“317. JSTORย 2666709.
  21. ^ a b Gagnon E, Bruneau A, Hughes CE, de Queiroz LP, Lewis GP (2016). "A new generic system for the pantropical Caesalpinia group (Leguminosae)". PhytoKeys (71): 1โ€“160. doi:10.3897/phytokeys.71.9203. PMCย 5558824. PMIDย 28814915. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  22. ^ a b Cury de Barros T; Pรกdua Teixeira S (2016). "Revisited anatomy of anther glands in mimosoids (Leguminosae)". International Journal of Plant Sciences. 177 (1): 18โ€“33. doi:10.1086/683844. S2CIDย 86054291.
  23. ^ a b c Luckow M; Fortunato RH; Sede S; Livshultz T (2005). "The phylogenetic affinities of two mysterious monotypic mimosoids from southern South America". Syst Bot. 30 (3): 585โ€“602. doi:10.1600/0363644054782206. S2CIDย 85970875.
  24. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Luckow1
  25. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tanda <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Luckow2
  26. ^ Jobson RW; Luckow M (2007). "Phylogenetic study of the genus Piptadenia (Mimosoideae: Leguminosae) using plastid trnLโ€“F and trnK/matK sequence data". Syst Bot. 32 (3): 569โ€“575. doi:10.1600/036364407782250544. S2CIDย 85754653.
  27. ^ Simon MF; Pastore JFB; Souza AF; Borges LM; Scalon VR; Ribeiro PG; Santos-Silva J; Souza VC; de Queiroz LP (2016). "Molecular phylogeny of Stryphnodendron (Mimosoideae, Leguminosae) and generic delimitations in the Piptadenia Group". International Journal of Plant Sciences. 177 (1): 44โ€“59. doi:10.1086/684077. S2CIDย 86335883. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-07-17. Diakses tanggal 2023-04-29.
  28. ^ Simon MF; Grether R; de Queiroz LP; Skema C; Pennington RT; Hughes CE (2009). "Recent assembly of the Cerrado, a neotropical plant diversity hotspot, by in situ evolution of adaptations to fire". Proc Natl Acad Sci USA. 106 (48): 20359โ€“20364. Bibcode:2009PNAS..10620359S. doi:10.1073/pnas.0903410106. PMCย 2787167. PMIDย 19918050.
  29. ^ Iganci JRV; Soares MV; Guerra E; Morim MP (2016). "A Preliminary Molecular Phylogeny of the Abarema Alliance (Leguminosae) and Implications for Taxonomic Rearrangement". International Journal of Plant Sciences. 177 (1): 34โ€“43. doi:10.1086/684078. S2CIDย 85889311.
  30. ^ a b Brown GK; Murphy DJ; Miller JT; Ladiges PY (2008). "Acacia s.s. and its relationship among tropical legumes, tribe Ingeae (Leguminosae: Mimosoideae)". Syst Bot. 33 (4): 739โ€“751. doi:10.1600/036364408786500136. S2CIDย 85910836.
  31. ^ a b de Souza ER; Lewis GP; Forest F; Schnadelbach AS; van den Berg C; de Queiroz LP (2013). "Phylogeny of Calliandra (Leguminosae: Mimosoideae) based on nuclear and plastid molecular markers". Taxon. 62 (6): 1200โ€“1219. doi:10.12705/626.2.
  32. ^ Seigler DS; Ebinger JE. (2017). "Parasenegalia and Pseudosenegalia (Fabaceaeย : Mimosoideae): New genera of the Mimosoideae". Novon. 25 (2): 180โ€“205. doi:10.3417/2015050. S2CIDย 90369571.
  33. ^ Brown GK; Murphy DJ; Ladiges PY (2011). "Relationships of the Australo-Malesian genus Paraserianthes (Mimosoideae: Leguminosae) identifies the sister group of Acacia sensu stricto and two biogeographical tracks". Cladistics. 27 (4): 380โ€“390. doi:10.1111/j.1096-0031.2011.00349.x. PMIDย 34875795. S2CIDย 85416700.
  34. ^ de Souza ER; Krishnara MV; de Queiroz LP (2016). "Sanjappa, a new genus in the tribe Ingeae (Leguminosae: Mimosoideae) from India" (PDF). Rheedea. 26 (1): 1โ€“12. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2023-05-02. Diakses tanggal 2023-04-29.
  35. ^ Franco, Marรญa Jimena; Brea, Mariana (2010). "Microlobiusxylon paranaensis gen. et sp. nov. (Fabaceae, Mimosoideae) from the Pliocene-Pleistocene of Ituzaingรณ Formation, Paranรก Basin, Argentina". Revista Brasileira de Paleontologia. 13 (2): 103โ€“114. doi:10.4072/rbp.2010.2.03.
  36. ^ Martรญnez, Leandro C.A. (2010). "Prosopisinoxylon anciborae nov. gen. et sp. (Leguminosae, Mimosoideae) from the Late Miocene Chiquimil Formation (Santa Marรญa Group), Catamarca, Argentina". Review of Palaeobotany and Palynology. 158 (3โ€“4): 262โ€“271. doi:10.1016/j.revpalbo.2009.09.006.
  37. ^ a b c d The Legume Phylogeny Working Group (LPWG). (2017). "A new subfamily classification of the Leguminosae based on a taxonomically comprehensive phylogeny". Taxon. 66 (1): 44โ€“77. doi:10.12705/661.3.
  38. ^ Botanic Gardens Conservation International (BGCI).; IUCN SSC Global Tree Specialist Group (2019). "Duparquetia orchidacea". 2019: e.T144257627A149036870. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T144257627A149036870.en. ;
  39. ^ Prenner G, Klitgaard BB (2008), "Towards unlocking the deep nodes of Leguminosae: Floral development and morphology of the enigmatic Duparquetia orchidacea (Leguminosae, Caesalpinioideae)", Am J Bot, 95 (11): 1349โ€“65, doi:10.3732/ajb.0800199, PMIDย 21628144
  40. ^ "A new phylogeny-based tribal classification of subfamily Detarioideae, an early branching clade of florally diverse tropical arborescent legumes". Scientific Reports. 8 (1): 6884. 2018. Bibcode:2018NatSR...8.6884D. doi:10.1038/s41598-018-24687-3. PMCย 5932001. PMIDย 29720687.
  41. ^ Poinar GOJ, Chambers KL. (2021). "Salpinganthium hispaniolanum gen. et sp. nov. (Fabaceae: Detarieae), a mid-Tertiary flower in Dominican amber". Journal of the Botanical Research Institute of Texas. 15 (2): 559โ€“567. doi:10.17348/jbrit.v15.i2.1161. JSTORย 27164788. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-26. Diakses tanggal 2023-04-29.
  42. ^ Mackinder BA, Wieringa JJ (2013). "Annea gen. nov. (Detarieae, Caesalpinioideae, Leguminosae), a home for two species long misplaced in Hymenostegia sensu lato". Phytotaxa. 142 (1): 1โ€“14. doi:10.11646/phytotaxa.142.1.1.
  43. ^ Wieringa JJ, Mackinder BA, Van Proosdij ASJ (2013). "Gabonius gen. nov.(Leguminosae, Caesalpinioideae, Detarieae), a distant cousin of Hymenostegia endemic to Gabon". Phytotaxa. 142 (1): 15โ€“24. doi:10.11646/phytotaxa.142.1.2. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-12-27. Diakses tanggal 2023-04-29.
  44. ^ Sinou C, Forest F, Lewis GP, Bruneau A (2009). "The genus Bauhinia s.l. (Leguminosae): A phylogeny based on the plastid trnLโ€“trnF region". Botany. 87 (10): 947โ€“960. doi:10.1139/B09-065.
  45. ^ Wunderlin RP (2010). "Reorganization of the Cercideae (Fabaceae: Caesalpinioideae)" (PDF). Phytoneuron. 48: 1โ€“5. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-06-24. Diakses tanggal 2023-04-29.
  46. ^ Wunderlin RP (2010). "Reorganization of the Cercideae (Fabaceae: Caesalpinioideae)" (PDF). Phytoneuron. 48: 1โ€“5. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2017-06-24. Diakses tanggal 2023-04-29.
  47. ^ "Cheniella gen. nov. (Leguminosae: Cercidoideae) from southern China, Indochina and Malesia". European Journal of Taxonomy (360): 1โ€“37. 2017. doi:10.5852/ejt.2017.360.
  48. ^ a b Jiang, Kai-Wen (2020). "New Combinations in the Genus Phanera (Fabaceae: Cercidoideae) of China". J. Jpn. Bot. 95 (4): 211โ€“213.
  49. ^ Calvillo-Canadell L, Cevallos-Ferriz SR (2002). "Bauhcis moranii gen. et sp. nov. (Cercideae, Caesalpinieae), an Oligocene plant from Tepexi de Rodrรญguez, Puebla, Mex., with leaf architecture similar to Bauhinia and Cercis". Rev Palaeobot Palynol. 122 (3โ€“4): 171โ€“184. doi:10.1016/S0034-6667(02)00135-5.

Pranala luar

sunting

๐Ÿ“š Artikel Terkait di Wikipedia

Ercis

atau kacang polong (Lathyrus oleraceus Lam., suku polong-polongan atau Fabaceae) merupakan tumbuhan penghasil sayuran berupa biji berwarna hijau. Ercis

Flamboyan

asli tanggal 2014-05-29. Diakses tanggal 29 Mei 2014. "Delonix regia (Fabaceae)". National Tropical Botanical Garden. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-05-12

Keranji

kranji (nama ilmiah: Dialium indum) adalah pohon berbuah anggota suku Fabaceae (polong-polongan). Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara. Nama-nama dalam

Gayam

(Inocarpus fagifer) adalah sejenis pohon anggota suku polong-polongan (Fabaceae) yang dapat tumbuh setinggi 20 sampai 30 meter dengan diameter 4 hingga

Mimosoideae

(atau klad mimosoid) adalah upafamili dari keluarga tumbuhan berbunga Fabaceae (Leguminosae) yang memiliki ciri-ciri bunga berkelopak kecil dan sejumlah

Gliricidia

adalah salah satu genus tumbuhan berbunga dalam keluarga kacang-kacangan (Fabaceae) dan tribus Robinieae. Daerah asalnya adalah Meksiko hingga Peru, tetapi

Kacang Arab

|klad:||fabid]] Kacang arab (Cicer arietinum) adalah tumbuhan yang termasuk suku Fabaceae yang menghasilkan polong berukuran kecil berwarna kekuningan. Kacang arab

Bintil akar

Bintil akar merupakan tonjolan kecil di akar (kebanyakan adalah anggota Fabaceae) yang terbentuk akibat infeksi bakteri pengikat nitrogen yang bersimbiosis